{"id":11840,"date":"2026-05-01T14:10:08","date_gmt":"2026-05-01T14:10:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/01\/mayday-2026-perda-pesangon-dan-diskon-pkb-dijanjikan-buruh-jatim-butuh-kepastian-waktu\/"},"modified":"2026-05-01T14:10:08","modified_gmt":"2026-05-01T14:10:08","slug":"mayday-2026-perda-pesangon-dan-diskon-pkb-dijanjikan-buruh-jatim-butuh-kepastian-waktu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/01\/mayday-2026-perda-pesangon-dan-diskon-pkb-dijanjikan-buruh-jatim-butuh-kepastian-waktu\/","title":{"rendered":"MayDay 2026: Perda Pesangon dan Diskon PKB Dijanjikan, Buruh Jatim Butuh Kepastian Waktu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/01\/7567e9517a77.jpg\" alt=\"MayDay 2026: Perda Pesangon dan Diskon PKB Dijanjikan, Buruh Jatim Butuh Kepastian Waktu\"\/>\n            <\/div>\n<p>Aksi massa dalam peringatan hari buruh Internasional (May Day ) 2026 diikuti 6000 orang dari berbagai serikat dan konfederasi pekerja. (Foto: Yulian\/suqraindonesia.co id)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>BERITA PLUS, SURABAYA \u2014 Janji percepatan pembahasan Peraturan Daerah (Perda) pesangon serta rencana pemberian diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 20 persen mengemuka dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Jawa Timur, Jumat (1\/5\/2026).<\/p>\n<p>Namun, di tengah komitmen yang disampaikan Khofifah Indar Parawansa bersama perwakilan serikat pekerja, kalangan buruh masih menunggu kejelasan tenggat waktu realisasi dari sejumlah kebijakan tersebut.<\/p>\n<p>Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh buruh yang memperingati May Day sebagai momentum konsolidasi dan penguatan peran pekerja dalam pembangunan daerah.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi berupaya menghadirkan kebijakan yang tidak hanya simbolik, tetapi berdampak langsung pada kesejahteraan buruh.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih kepada seluruh buruh. Mudah-mudahan ini menjadi penguat seluruh potensi buruh di Jawa Timur,\u201d ujar Khofifah dalam sambutannya.<\/p>\n<p>Dalam pemaparan Khofifah\u00a0tersebut, pemerintah provinsi bersama perwakilan serikat buruh menandatangani kesepakatan untuk mengawal pembahasan Perda pesangon.<\/p>\n<p>Kesepakatan itu melibatkan sejumlah pimpinan organisasi buruh, di antaranya Ahmad Fauzi selaku Ketua DPD KSPSI Jawa Timur sekaligus Koordinator GASPER Jatim, serta H. Jazuli yang juga menjabat Ketua EXCO Partai Buruh Jawa Timur.<\/p>\n<p>\u201cAda kesepakatan yang sudah kita tanda tangani bersama. Kita akan mengawal Perda pesangon agar segera dibahas bersama DPRD Jawa Timur,\u201d kata Khofifah.<\/p>\n<p>Meski demikian, belum ada rincian jadwal pembahasan maupun target pengesahan regulasi tersebut. Hal ini menjadi catatan penting bagi kalangan buruh yang selama ini menuntut kepastian perlindungan hak pesangon di tingkat daerah.<\/p>\n<p>Selain isu pesangon, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menawarkan stimulus ekonomi berupa rencana pemotongan PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 20 persen.\u00a0<\/p>\n<p>Kebijakan ini disebut sebagai upaya meringankan beban pengeluaran pekerja, khususnya di tengah tekanan biaya hidup.<\/p>\n<p>Khofifah menilai kebijakan fiskal tersebut dapat menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok pekerja.<\/p>\n<p>Namun, sama seperti Perda pesangon, implementasi teknis dan waktu pelaksanaannya masih menunggu kejelasan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Di sektor pendidikan, Khofifah menyoroti pentingnya mobilitas sosial bagi keluarga buruh melalui akses pendidikan tinggi. Ia berharap anak-anak buruh di Jawa Timur memiliki kesempatan yang sama untuk meraih profesi strategis.<\/p>\n<p>\u201cSemoga putra-putri panjenengan bisa melanjutkan kuliah, menjadi dokter, pengusaha, dan mengisi posisi strategis di negeri ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pemerintah provinsi juga menegaskan komitmennya dalam mengawal pemenuhan hak normatif pekerja, termasuk Tunjangan Hari Raya (THR).\u00a0<\/p>\n<p>Khofifah mengungkapkan bahwa Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur tetap turun tangan memastikan pembayaran THR di salah satu perusahaan, meskipun dalam kondisi kesehatan yang menurun.<\/p>\n<p>\u201cBeliau dalam kondisi sakit tetap berikhtiar agar THR pekerja bisa terpenuhi, dan alhamdulillah berhasil,\u201d kata Khofifah.<\/p>\n<p>Sementara itu, isu penyediaan perumahan bagi buruh kembali mengemuka sebagai salah satu tuntutan utama. Usulan tersebut telah disampaikan sejak May Day 2025 dan kini mulai dibahas lebih lanjut dengan pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Khofifah menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian terkait bersama jajaran pemerintah provinsi dan perwakilan serikat buruh. Persoalan utama dalam realisasi program ini adalah ketersediaan lahan serta regulasi pendukung.<\/p>\n<p>Rencananya, pembahasan lanjutan akan dilakukan dalam kunjungan Menteri Perumahan ke Jawa Timur pada 3 Mei 2026. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan skema konkret penyediaan hunian bagi buruh.<\/p>\n<p>\u201cKita akan cocokkan dengan Menteri agar kebutuhan perumahan buruh bisa segera ditemukan solusinya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Rangkaian komitmen yang disampaikan dalam peringatan May Day 2026 ini menunjukkan adanya upaya sinergi antara pemerintah dan serikat buruh.\u00a0<\/p>\n<p>Bagi kalangan buruh, momentum May Day bukan hanya ruang perayaan, melainkan juga pengingat atas pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, tanpa kepastian waktu dan peta jalan implementasi yang jelas, sejumlah program tersebut berpotensi menjadi janji yang berulang setiap tahun.<\/p>\n<p>Kepastian regulasi pesangon, disebut sebagai realisasi insentif ekonomi, serta penyediaan perumahan layak menjadi indikator konkret yang akan terus dikawal.<\/p>\n<p>Menutup sambutannya, Khofifah berharap seluruh ikhtiar yang telah dirancang dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi buruh di Jawa Timur.<\/p>\n<p>\u201cMudah-mudahan semua diberikan kemudahan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Di hadapan Wakil Gubernur Jawa Timur dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Timur sekaligus Ketua Gabungan Serikat Pekerja (Gasper) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyoroti dua isu utama dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026: peningkatan kesejahteraan buruh dan perluasan kuota pendidikan bagi anak pekerja.<\/p>\n<p>Fauzi menyampaikan, ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur telah memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari.<\/p>\n<p>Mereka datang dari sejumlah wilayah seperti Pasuruan, Magetan, hingga Madiun, dengan membawa semangat solidaritas meski harus menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.<\/p>\n<p>\u201cSejak pagi tadi kawan-kawan sudah berbondong-bondong datang. Mereka rela kehujanan dan kepanasan demi komitmen terhadap organisasi,\u201d ujar Fauzi dalam orasinya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa aksi buruh di Jawa Timur berlangsung secara damai dan tidak bertujuan mengganggu stabilitas keamanan.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, gerakan buruh justru menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara aspirasi pekerja dan kondusivitas daerah.<\/p>\n<p>\u201cKami bukan kelompok perusuh. Kami tidak membakar gedung, tidak merusak stabilitas keamanan Jawa Timur. Kami cinta damai,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Imam Hairon<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69f4af2a566b0\/MayDay-2026-Perda-Pesangon-dan-Diskon-PKB-Dijanjikan-Buruh-Jatim-Butuh-Kepastian-Waktu\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Aksi massa dalam peringatan hari buruh Internasional (May Day ) 2026 diikuti 6000 orang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11841,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-11840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77.jpg",1600,900,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77.jpg",1600,900,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/7567e9517a77-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11840"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11840\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11841"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}