{"id":11850,"date":"2026-05-01T23:20:04","date_gmt":"2026-05-01T23:20:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/01\/aksi-may-day-2026-buruh-jatim-soroti-uu-ketenagakerjaan-hingga-pajak-penghasilan\/"},"modified":"2026-05-01T23:20:04","modified_gmt":"2026-05-01T23:20:04","slug":"aksi-may-day-2026-buruh-jatim-soroti-uu-ketenagakerjaan-hingga-pajak-penghasilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/01\/aksi-may-day-2026-buruh-jatim-soroti-uu-ketenagakerjaan-hingga-pajak-penghasilan\/","title":{"rendered":"Aksi May Day 2026, Buruh Jatim Soroti UU Ketenagakerjaan hingga Pajak Penghasilan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/01\/befb2e8a2a9f.jpg\" alt=\"Aksi May Day 2026, Buruh Jatim Soroti UU Ketenagakerjaan hingga Pajak Penghasilan\"\/>\n            <\/div>\n<p>Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jawa Timur Ribuan pekerja yang turun ke jalan menyoroti percepatan pembahasan UU Ketenagakerjaan hingga kebijakan PPh. (Foto: Yulian \/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>SUARAINDONESIA, SURABAYA \u2014 Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jawa Timur menjadi momentum penting bagi buruh untuk menyuarakan tuntutan strategis kepada pemerintah di halaman kantor Gubernur Jatim, Jumat (1\/5\/2026).<\/p>\n<p>Ribuan pekerja yang turun ke jalan menyoroti percepatan pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan hingga desakan penyesuaian kebijakan pajak penghasilan yang dinilai masih memberatkan.<\/p>\n<p>Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Jazuli, menegaskan bahwa isu ketenagakerjaan saat ini berada pada fase krusial.\u00a0<\/p>\n<p>Ia merujuk pada amanat Mahkamah Konstitusi yang memberikan tenggat waktu dua tahun untuk penyelesaian revisi regulasi ketenagakerjaan.<\/p>\n<p>\u201cIbu Gubernur berjanji akan mengirimkan surat kepada Presiden dan DPR RI agar pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan segera diselesaikan tahun ini,\u201d ujar Jazuli dalam orasinya di hadapan massa aksi.<\/p>\n<p>Menurutnya, waktu yang tersisa kian sempit. \u201cSekarang sudah berjalan satu setengah tahun, artinya tinggal sekitar lima bulan lagi untuk menyelesaikan amanat tersebut,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain mendesak percepatan regulasi, buruh juga menyoroti kebijakan fiskal, khususnya terkait pajak penghasilan.\u00a0<\/p>\n<p>Jazuli menyebut, batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang berlaku saat ini belum berpihak pada buruh dengan pendapatan rendah.<\/p>\n<p>\u201cKami meminta PTKP dinaikkan dari Rp5 juta menjadi Rp10 juta agar buruh tidak lagi terbebani potongan pajak dari penghasilan yang minim,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Jazuli mengakui adanya sejumlah sinyal positif dari pemerintah pusat yang dinilai mulai mengarah pada perlindungan buruh.<\/p>\n<p>Ia menyinggung kebijakan Presiden Prabowo yang disebut sebagai \u201ckado istimewa\u201d bagi pekerja, termasuk wacana penghapusan sistem outsourcing dan perhatian terhadap pekerja sektor informal seperti ojek online.<\/p>\n<p>\u201cKebijakan tersebut menunjukkan pemerintah mulai mendengar dan berpihak pada buruh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut harus dikawal hingga benar-benar terealisasi di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cKaum buruh akan berada di garis depan untuk mengawal pemerintahan yang berpihak pada rakyat,\u201d kata Jazuli.<\/p>\n<p>Tak hanya pemerintah pusat, tuntutan juga diarahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutan orasinya, Jazuli memaparkan sejumlah komitmen Gubernur Jawa Timur yang disebut sebagai \u201ckado May Day\u201d bagi buruh.<\/p>\n<p>Salah satu kebijakan yang disorot adalah rencana pengurangan pajak kendaraan bermotor.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cTahun ini, Pemprov Jawa Timur akan memberikan potongan pajak kendaraan bermotor sebesar 20 persen,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Buruh meminta adanya keberpihakan bagi anak-anak pekerja dalam akses pendidikan menengah.<\/p>\n<p>\u201cAnak buruh akan mendapatkan kuota afirmasi sebesar 5 persen untuk masuk SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah. Ini menjadi kebijakan yang belum ada di provinsi lain,\u201d kata Jazuli.<\/p>\n<p>Di bidang transportasi, pemerintah daerah juga disebut akan memperluas layanan publik melalui pengembangan jaringan Trans Jatim.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cMulai tahun depan, Trans Jatim akan menjangkau Pasuruan Raya, tidak hanya Mojokerto dan Sidoarjo,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Isu lain yang kembali mengemuka adalah pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang jaminan pesangon. Regulasi ini telah lama diperjuangkan buruh, namun belum kunjung disahkan.<\/p>\n<p>\u201cPerda jaminan pesangon disepakati untuk kembali dibahas dan dituntaskan,\u201d tegas Jazuli.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, masih ada sejumlah tuntutan lain yang disampaikan buruh, meski tidak seluruhnya dipaparkan secara rinci dalam orasi tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, seluruh poin yang diperjuangkan memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cSemua ini demi kesejahteraan kita bersama. Kami berharap janji-janji ini tidak berhenti di panggung, tetapi benar-benar diwujudkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menutup orasinya, Jazuli mengajak seluruh buruh untuk menjaga solidaritas dan terus mengawal setiap kebijakan yang diambil pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cHidup buruh! Mari kita terus bersatu dan memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada kita,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Konfederasi DPD SPSI (KSPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi menegaskan aksi buruh di Jawa Timur berlangsung secara damai dan tidak bertujuan mengganggu stabilitas keamanan.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, gerakan buruh justru menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara aspirasi pekerja dan kondusivitas daerah.<\/p>\n<p>\u201cKami bukan kelompok perusuh. Kami tidak membakar gedung, tidak merusak stabilitas keamanan Jawa Timur. Kami cinta damai,\u201d tegasnya yang juga menjabat Koordinator Gabungan Serikat Pekerja (Gasper) Jawa Timur,<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Fauzi juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai telah lebih awal menunjukkan keberpihakan terhadap buruh dibandingkan daerah lain.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menyebut, kebijakan yang berpihak kepada pekerja telah dirasakan sejak beberapa tahun lalu.<\/p>\n<p>\u201cKalau di Jakarta buruh baru dua tahun terakhir mendapat perhatian Presiden, di Jawa Timur tujuh tahun lalu Gubernur sudah berpihak kepada buruh,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia kemudian menyoroti capaian kebijakan pengupahan di Jawa Timur, khususnya terkait selisih antara Upah Minimum Kabupaten\/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten\/Kota (UMSK).\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Fauzi, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan selisih upah sektoral yang signifikan di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cDi daerah lain, selisih UMSK dan UMK hanya dua sampai tiga ribu rupiah. Di Jawa Timur bisa mencapai hampir seratus ribu rupiah, bahkan lebih,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Fauzi menegaskan bahwa perjuangan buruh belum berhenti pada isu pengupahan. Ia membawa mandat baru yang dinilai krusial, yakni terkait akses pendidikan bagi anak-anak buruh.<\/p>\n<p>Fauzi meminta agar kuota penerimaan siswa baru di jenjang SMA dan SMK yang sebelumnya ditetapkan sebesar lima persen dapat ditingkatkan.\u00a0<\/p>\n<p>Ia juga menolak adanya persyaratan berbasis status kemiskinan yang dinilai tidak relevan bagi buruh.<\/p>\n<p>\u201cKami mohon kuota itu ditingkatkan lebih dari lima persen. Dan jangan ada syarat harus miskin. Buruh tidak harus miskin. Buruh harus tetap bisa sejahtera,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, identitas sebagai buruh cukup dibuktikan melalui kepemilikan kartu tanda anggota (KTA) serikat pekerja.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menilai, tambahan persyaratan lain justru berpotensi menghambat akses pendidikan bagi anak-anak pekerja.<\/p>\n<p>\u201cYang penting pekerja di pabrik, memiliki KTA serikat pekerja, itulah buruh. Tidak perlu syarat lain,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut langsung disambut seruan persetujuan dari massa buruh yang hadir. Mereka secara kompak menyatakan dukungan terhadap tuntutan yang disampaikan oleh pimpinan serikat.<\/p>\n<p>Di akhir orasinya, Fauzi mengingatkan seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya disiplin dalam menyampaikan aspirasi agar tuntutan buruh dapat diterima dengan baik oleh pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cAksi ini harus kita jaga bersama. Kita sampaikan apa yang sudah menjadi kesepakatan dengan tertib dan penuh tanggung jawab,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Peringatan May Day 2026 di Jawa Timur tidak hanya menjadi ajang konsolidasi buruh, tetapi juga menandai perluasan agenda perjuangan.<\/p>\n<p>\u00a0Selain isu pengupahan, perhatian terhadap masa depan anak buruh melalui akses pendidikan kini menjadi fokus baru yang mengemuka dalam gerakan buruh di tingkat daerah.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Imam Hairon<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69f4c3d6a2ed5\/Aksi-May-Day-2026-Buruh-Jatim-Soroti-UU-Ketenagakerjaan-hingga-Pajak-Penghasilan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jawa Timur Ribuan pekerja yang turun&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11851,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-11850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f.jpg",1598,898,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-1024x575.jpg",640,359,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-1536x863.jpg",1536,863,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f.jpg",1598,898,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-1024x575.jpg",1024,575,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/befb2e8a2a9f-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11850"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11850\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}