{"id":11883,"date":"2026-05-02T10:52:43","date_gmt":"2026-05-02T10:52:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/02\/kupat-landan-diusulkan-jadi-warisan-budaya-tak-benda\/"},"modified":"2026-05-02T10:52:43","modified_gmt":"2026-05-02T10:52:43","slug":"kupat-landan-diusulkan-jadi-warisan-budaya-tak-benda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/02\/kupat-landan-diusulkan-jadi-warisan-budaya-tak-benda\/","title":{"rendered":"Kupat Landan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Wisata<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/02\/cedf039a8572.jpg\" alt=\"Kupat Landan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda\"\/>\n            <\/div>\n<p>Kemeriahan Festival kupat landan dan tahu Kiringan di Desa Klampok, Banjarnegara. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p>BERITA PLUS BANJARNEGARA- Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok menggelar Festival Kupat Landan dan Tahu Kiringan, Sabtu (2\/5\/2026), sebagai bagian dari upaya mendorong pengakuan dua kuliner khas tersebut sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).<\/p>\n<p>Festival budaya ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga momentum strategis dalam melestarikan sekaligus memperkuat identitas budaya lokal agar diakui secara nasional.<\/p>\n<p>Kepala Desa Klampok, Agus Supriyono, mengatakan ribuan kupat landan dan tahu kiringan disiapkan dalam acara tersebut. Sebanyak 3.000 kupat landan dan 6.000 tahu kiringan dibagikan kepada masyarakat, dengan sebagian diarak keliling desa sebagai simbol rasa syukur.<\/p>\n<p>\u201cSebanyak 1.000 kupat dan 6.000 tahu diarak oleh warga sebagai bagian dari tradisi kirab budaya,\u201d ujarnya di Lapangan Krida Utama Dusun Purwasari.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, festival ini menjadi langkah nyata dalam mendukung proses pengajuan kupat landan dan tahu kiringan sebagai WBTB, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi pelaku UMKM lokal. Saat ini, tercatat sekitar 25 perajin tahu kiringan dan 20 pembuat kupat landan yang masih aktif di Desa Klampok.<\/p>\n<p>Menurut Agus, keunikan kupat landan terletak pada proses pembuatannya yang menggunakan air campuran abu pelepah kelapa. Teknik ini memberikan warna kecokelatan, aroma khas, serta membuat ketupat lebih tahan lama.<\/p>\n<p>\u201cMelalui festival ini, kami ingin memperkuat identitas kuliner khas sekaligus mengenalkannya lebih luas kepada masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Anggota DPRD Jawa Tengah, Zaki Mubarok, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya percepatan pengakuan kuliner lokal sebagai Warisan Budaya Tak Benda agar memiliki perlindungan dan nilai tambah.<\/p>\n<p>\u201cKupat landan dan tahu kiringan sedang dalam proses didaftarkan sebagai WBTB. Ini penting agar budaya lokal kita tidak hanya lestari, tetapi juga bisa dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyebut, melalui regulasi yang sedang disiapkan, sektor kebudayaan akan menjadi prioritas pembangunan tahun 2026, termasuk penguatan infrastruktur\u2078 pariwisata berbasis budaya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Banjarnegara, Kuat Herry Isnanto, menyatakan pihaknya mendukung penuh pengajuan tersebut. Menurutnya, potensi gastronomi kupat landan dan tahu kiringan sangat besar untuk dikembangkan sebagai ikon daerah.<\/p>\n<p>\u201cKami optimistis, jika sudah ditetapkan sebagai WBTB, dampaknya akan signifikan seperti kuliner khas daerah lain yang telah lebih dulu dikenal luas,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain sajian kuliner, festival ini juga dimeriahkan dengan penampilan kesenian tradisional Tari Aplang. Kolaborasi antara kuliner dan seni budaya ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata unggulan yang memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal.(*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Iwan Setiawan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Imam Hairon<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/wisata\/69f5cc73ee90c\/Kupat-Landan-Diusulkan-Jadi-Warisan-Budaya-Tak-Benda\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wisata Kemeriahan Festival kupat landan dan tahu Kiringan di Desa Klampok, Banjarnegara. (Foto: Istimewa) BERITA&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11884,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-11883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572.jpg",1920,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572.jpg",1920,1080,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/cedf039a8572-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11883"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11883\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}