{"id":12147,"date":"2026-05-07T07:44:20","date_gmt":"2026-05-07T07:44:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/07\/awas-koni-kabupaten-tegal-ingatkan-masyarakat-waspada-event-lari-tidak-resmi\/"},"modified":"2026-05-07T07:44:20","modified_gmt":"2026-05-07T07:44:20","slug":"awas-koni-kabupaten-tegal-ingatkan-masyarakat-waspada-event-lari-tidak-resmi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/07\/awas-koni-kabupaten-tegal-ingatkan-masyarakat-waspada-event-lari-tidak-resmi\/","title":{"rendered":"Awas, KONI Kabupaten Tegal Ingatkan Masyarakat Waspada Event Lari Tidak Resmi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/07\/6799f41b2a20.jpg\" alt=\"Awas, KONI Kabupaten Tegal Ingatkan Masyarakat Waspada Event Lari Tidak Resmi\"\/>\n            <\/div>\n<p>Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo. (Foto : Istimewa)<\/p>\n<p>BERITA PLUS, TEGAL \u2013 Tren olahraga lari yang semakin digemari masyarakat Kabupaten Tegal dalam beberapa tahun terakhir mendapat sorotan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal. Di tengah maraknya fun run, night run, hingga event lari komunitas, KONI menekankan pentingnya aspek legalitas, keamanan, dan profesionalisme penyelenggara.<\/p>\n<p>Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo, menegaskan bahwa antusiasme masyarakat tidak boleh dimanfaatkan pihak-pihak yang menggelar kegiatan tanpa prosedur jelas. Menurutnya, masyarakat perlu lebih teliti sebelum mendaftar, apalagi untuk event dengan peserta besar yang menggunakan fasilitas umum.<\/p>\n<p>\u201cOlahraga lari memang jadi tren positif. Tapi masyarakat harus cermat memilih event yang resmi, berizin, dan benar-benar memperhatikan keselamatan peserta,\u201d ujar Bambang, Kamis (07\/5\/26).<\/p>\n<p>Bambang menyebut, kualitas sebuah event lari tidak bisa hanya dinilai dari jumlah peserta atau viralitas di media sosial. Penyelenggaraan olahraga harus memenuhi standar administrasi, keselamatan, serta memiliki koordinasi dengan instansi terkait.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, penyelenggara wajib berkoordinasi terlebih dahulu dengan induk cabang olahraga, yakni Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), lalu berkomunikasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal serta aparat keamanan setempat. Langkah ini penting agar kegiatan berjalan tertib dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum maupun teknis.<\/p>\n<p>\u201cKalau suatu kegiatan tidak punya dukungan atau izin dari pemerintah daerah, masyarakat patut mempertanyakan legalitas dan kredibilitas penyelenggaranya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Bambang juga mengingatkan bahwa event olahraga massal memiliki risiko, mulai dari gangguan kesehatan peserta, kecelakaan di lintasan, hingga kericuhan akibat lemahnya pengaturan teknis. Karena itu penyelenggara wajib menyiapkan sistem keamanan yang baik, termasuk petugas medis dan perlindungan asuransi.<\/p>\n<p>\u201cKeselamatan peserta harus jadi prioritas. Idealnya ada asuransi, tim medis, pengamanan jalur, sampai mekanisme evakuasi darurat,\u201d jelasnya. Keberadaan asuransi peserta, kata dia, menjadi salah satu indikator event dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Di sisi lain, KONI mengapresiasi tumbuhnya industri olahraga di daerah. Bambang menilai kemunculan event organizer lokal menjadi tanda positif bagi perkembangan olahraga masyarakat sekaligus mendorong sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Event olahraga kini tidak hanya ajang kompetisi, tapi juga bagian dari gaya hidup sehat dan penunjang pariwisata.<\/p>\n<p>Meski begitu, ia menekankan pertumbuhan industri olahraga harus dibarengi kepatuhan pada regulasi dan standar penyelenggaraan. Rekomendasi dari induk organisasi olahraga disebutnya sebagai syarat penting agar event memiliki legitimasi. Tanpa rekomendasi, kualitas pelaksanaan sulit dipastikan, termasuk keberadaan marshal, juri, maupun wasit.<\/p>\n<p>\u201cKalau tidak ada rekomendasi, kualitas penyelenggaraannya patut dipertanyakan karena perangkat pertandingan dan sistem pengawasannya juga tidak jelas,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Fenomena fomo atau ikut-ikutan tren di media sosial juga menjadi perhatian. Banyak pelari pemula terdorong ikut event hanya karena populer tanpa mengecek legalitas penyelenggara. Bambang mengingatkan hal itu bisa membuat masyarakat mengabaikan faktor keamanan dan keselamatan pribadi.<\/p>\n<p>KONI Kabupaten Tegal pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur promosi event yang ramai di media sosial. Calon peserta diminta aktif mencari informasi soal penyelenggara, izin kegiatan, hingga rekam jejak event sebelumnya sebelum mendaftar.<\/p>\n<p>\u201cPastikan event tersebut memiliki izin resmi, penyelenggaranya jelas, serta ada koordinasi dengan pemerintah daerah dan organisasi olahraga terkait,\u201d pungkas Bambang.<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Wiwit Kuncoro<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Imam Hairon<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/69fc3fae77da8\/Awas-KONI-Kabupaten-Tegal-Ingatkan-Masyarakat-Waspada-Event-Lari-Tidak-Resmi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Ketua KONI Kabupaten Tegal, Bambang Asmoyo. (Foto : Istimewa) BERITA PLUS, TEGAL \u2013 Tren&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12148,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12147","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20.jpg",1600,900,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20.jpg",1600,900,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6799f41b2a20-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12147"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12147\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}