{"id":12366,"date":"2026-05-10T15:20:58","date_gmt":"2026-05-10T15:20:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/10\/menteri-pppa-dan-bupati-banjarnegara-kompak-suarakan-pesantren-ramah-anak\/"},"modified":"2026-05-10T15:20:58","modified_gmt":"2026-05-10T15:20:58","slug":"menteri-pppa-dan-bupati-banjarnegara-kompak-suarakan-pesantren-ramah-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/10\/menteri-pppa-dan-bupati-banjarnegara-kompak-suarakan-pesantren-ramah-anak\/","title":{"rendered":"Menteri PPPA dan Bupati Banjarnegara Kompak Suarakan Pesantren Ramah Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pendidikan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/10\/9bcdf53af1c0.jpg\" alt=\"Menteri PPPA dan Bupati Banjarnegara Kompak Suarakan Pesantren Ramah Anak\"\/>\n            <\/div>\n<p>Menteri PPPA dan Bupati Banjarnegara kompak suarakan pesantren ramah anak. (Foto: Iwan\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"><b>BERITA PLUS BANJARNEGARA &#8211;<\/b> Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi mengajak seluruh pengasuh pondok pesantren untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pesantren yang aman, ramah anak, bebas dari kekerasan, serta menjunjung tinggi nilai pendidikan dan kasih sayang.<\/span><\/p>\n<p>Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Halaqah Interaktif Pengasuh Pesantren Putri se-Jawa Tengah dan Pelatihan Musyrifah se-Karesidenan Banyumas di Pendapa Dipayudha Adigraha, Minggu (10\/5\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Arifah, santri menghabiskan waktu selama 24 jam di lingkungan pesantren sehingga pengasuh memiliki tanggung jawab besar memastikan para santri tumbuh dalam suasana yang sehat, aman, dan penuh perhatian.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, terdapat empat aspek penting dalam perlindungan santri, yakni keamanan fisik, perlindungan kehormatan dan martabat, kenyamanan emosional dari perundungan atau bullying, serta terciptanya lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan santri.<\/p>\n<p>\u201cSantri harus terlindungi secara fisik, terjaga kehormatannya, bebas dari tekanan psikis akibat bullying, dan mendapatkan ruang belajar yang nyaman agar dapat tumbuh menjadi generasi unggul,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kegiatan yang diprakarsai Rabithah Ma\u2019ahid Islamiyah PWNU Jawa Tengah itu diikuti sekitar 350 peserta, terdiri dari 250 pengasuh pesantren putri se-Jawa Tengah dan 100 musyrifah dari wilayah Karesidenan Banyumas.<\/p>\n<p>\u00a0Forum tersebut mengusung tema \u201cDari Pesantren untuk Pesantren: Membangun Sistem Perlindungan Santri Berbasis Nilai Pesantren di Jawa Tengah.\u201d<\/p>\n<p>Ketua RMI PWNU Jawa Tengah, Ahmad Fadlullah Turmudzi mengatakan, halaqah ini menjadi langkah nyata memperkuat sistem perlindungan santri dari lingkungan internal pesantren.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengasuh pesantren putri memiliki peran strategis sebagai penjaga marwah pesantren sekaligus penyusun sistem pendidikan yang berlandaskan kasih sayang dan keadilan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Banjarnegara sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi bangsa, sehingga menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak menjadi investasi penting bagi masa depan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari implementasi Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pesantren Ramah Anak, pemahaman Undang-Undang Perlindungan Anak, pencegahan kekerasan seksual, hingga pelatihan konseling dasar dan deteksi dini persoalan psikologis santri.<\/p>\n<p>Forum juga menghadirkan narasumber dari kalangan pengasuh pesantren, advokat perlindungan anak, serta akademisi psikologi guna memperkuat kapasitas musyrifah dalam mendampingi santri secara profesional.<\/p>\n<p>Di akhir kegiatan, para peserta merumuskan rekomendasi kebijakan sekaligus mendeklarasikan komitmen bersama pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Santri di masing-masing pesantren sebagai langkah nyata mewujudkan pesantren ramah anak dan perempuan di Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, jajaran pengurus NU Jawa Tengah, serta sejumlah tokoh perempuan dari berbagai kabupaten. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Iwan Setiawan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pendidikan\/6a00a06e18061\/Menteri-PPPA-dan-Bupati-Banjarnegara-Kompak-Suarakan-Pesantren-Ramah-Anak\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan Menteri PPPA dan Bupati Banjarnegara kompak suarakan pesantren ramah anak. (Foto: Iwan\/Suara Indonesia) BERITA&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9bcdf53af1c0-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12366"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12366\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}