{"id":12392,"date":"2026-05-11T09:28:36","date_gmt":"2026-05-11T09:28:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/11\/diburu-hingga-sumatera-ikan-asap-khas-blimbingsari-banyuwangi-racikan-turun-temurun\/"},"modified":"2026-05-11T09:28:36","modified_gmt":"2026-05-11T09:28:36","slug":"diburu-hingga-sumatera-ikan-asap-khas-blimbingsari-banyuwangi-racikan-turun-temurun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/11\/diburu-hingga-sumatera-ikan-asap-khas-blimbingsari-banyuwangi-racikan-turun-temurun\/","title":{"rendered":"Diburu Hingga Sumatera, Ikan Asap Khas Blimbingsari Banyuwangi Racikan Turun-Temurun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/11\/1819f304a852.jpg\" alt=\"Diburu Hingga Sumatera, Ikan Asap Khas Blimbingsari Banyuwangi Racikan Turun-Temurun\"\/>\n            <\/div>\n<p>Ikan asap legendaris Blimbingsari Banyuwangi diminati wisatawan hingga luar daerah. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI &#8211;<\/b> Pantai Blimbingsari Banyuwangi merupakan salah satu destinasi wisata pantai di Banyuwangi, yang populer dengan pusat kuliner hasil laut. Salah satu yang layak dicoba adalah ikan asapnya yang sangat khas.<\/p>\n<p>Salah satu ikan asap legendaris di kawasan tersebut, milik Mastia (66), yang telah berjualan sejak 1977. Selama puluhan tahun, ia mempertahankan cita rasa khas Blimbingsari dengan menjual berbagai jenis ikan seperti ekor merah, banyar, slengseng, hingga kerapu.&#13;\n<\/p>\n<p>Menurut Mastia, proses memasak menjadi rahasia utama kelezatan ikan asap dan ikan bakar khas Blimbingsari. Ikan segar hasil tangkapan nelayan dibakar terlebih dahulu, kemudian dilumuri bumbu khas sebelum kembali dibakar agar rempah meresap sempurna.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cBumbu ini resep turun-temurun asli Blimbingsari. Bahannya asem, bawang merah, bawang putih, laos, kemiri, kencur, gula merah, gula putih, cabai besar dan kecil,\u201d kata Mastia.&#13;\n<\/p>\n<p>Cita rasa khas tersebut membuat pelanggan terus berdatangan, bahkan dari luar daerah. Banyak wisatawan awalnya datang berkunjung ke Pantai Blimbingsari, lalu membeli ikan asap dan akhirnya menjadi pelanggan tetap setelah mencicipi kelezatannya.&#13;\n<\/p>\n<p>Pesanan pun datang dari berbagai kota seperti Blitar, Yogyakarta, hingga Sumatera. Pemesanan biasanya dilakukan melalui telepon maupun WhatsApp untuk kemudian dikirim menggunakan kereta atau dititipkan melalui bus antarkota.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cKalau kirim luar kota bisa 50 sampai 150 tusuk sekali pesan. Ada yang lewat kereta, ada yang dititipkan bus. Alhamdulillah aman sampai tiga hari,\u201d ujarnya.&#13;\n<\/p>\n<p>Selain cita rasanya yang khas, harga ikan bakar Blimbingsari juga tergolong terjangkau. Ikan bakar dijual mulai Rp15 ribu hingga Rp 25 ribu tergantung ukuran, sedangkan pepes ikan dibanderol sekitar Rp 5 ribu per bungkus.&#13;\n<\/p>\n<p>Pedagang lainnya, Ulin (45), mengatakan terdapat sekitar 15 UMKM ikan bakar di Dusun Krajan, Desa Blimbingsari. Ia mengaku, keberadaan wisata Pantai Blimbingsari turut mendongkrak penjualan.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cWisatawan banyak yang pulang dari pantai mampir beli ikan bakar. Kalau sudah pernah ke sini biasanya balik lagi karena bumbunya khas,\u201d kata Ulin.&#13;\n<\/p>\n<p>Ia menyebut ciri khas ikan bakar Blimbingsari terletak pada racikan bumbu alami tanpa saus tambahan. &#13;\n<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah sektor pariwisata ikut membantu UMKM. Kalau akhir pekan omzet bisa naik sampai Rp500 ribu bahkan lebih. Terakhir ada pesanan dari Surabaya itu bisa sampai 80 tusuk,\u201d ujarnya. &#13;\n<\/p>\n<p>Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, juga menyempatkan diri menikmati ikan bakar yang selama ini menjadi kuliner andalan warga setempat.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cKuliner khas seperti ini menjadi kekuatan wisata Banyuwangi. Orang datang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga mencari pengalaman kuliner autentik yang tidak ditemukan di daerah lain,\u201d kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang digelar di Desa\/Kecamatan Blimbingsari, Kamis (7\/5\/2026). &#13;\n<\/p>\n<p>Menurut Ipuk, potensi wisata kuliner pesisir harus terus dipromosikan karena mampu menggerakkan ekonomi warga. Apalagi, sentra ikan bakar Blimbingsari telah dikenal wisatawan hingga luar daerah.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cIni salah satu daya tarik wisata Banyuwangi. Rasanya khas karena bumbunya tradisional dan ikannya segar langsung dari nelayan. Kita ingin wisatawan yang datang ke Banyuwangi membawa pengalaman kuliner yang berkesan,\u201d ujarnya. (*)&#13;\n<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a01a0fc07658\/Diburu-Hingga-Sumatera-Ikan-Asap-Khas-Blimbingsari-Banyuwangi-Racikan-Turun-Temurun\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Ikan asap legendaris Blimbingsari Banyuwangi diminati wisatawan hingga luar daerah. (Foto: Istimewa). BERITA PLUS,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12393,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12392","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/1819f304a852-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12392"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12392\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}