{"id":12510,"date":"2026-05-13T03:57:47","date_gmt":"2026-05-13T03:57:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/13\/tumbang-di-praperadilan-kadis-kesehatan-nias-gagal-lepas-dari-tersangka-korupsi-rsu\/"},"modified":"2026-05-13T03:57:47","modified_gmt":"2026-05-13T03:57:47","slug":"tumbang-di-praperadilan-kadis-kesehatan-nias-gagal-lepas-dari-tersangka-korupsi-rsu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/13\/tumbang-di-praperadilan-kadis-kesehatan-nias-gagal-lepas-dari-tersangka-korupsi-rsu\/","title":{"rendered":"Tumbang di Praperadilan! Kadis Kesehatan Nias Gagal Lepas dari Tersangka Korupsi RSU"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/12\/8dc7cb010125.jpg\" alt=\"Tumbang di Praperadilan! Kadis Kesehatan Nias Gagal Lepas dari Tersangka Korupsi RSU\"\/>\n            <\/div>\n<p>Caption foto: Potret ruang sidang praperadilan di PN Medan: hakim ketuk palu permohonan Kadis Kesehatan Nias berinisial ROZ untuk lepas dari status tersangka korupsi RSU Pratama 2022 resmi kandas di meja hijau (Foto: Arro Zebua\/Suaraindonesia.co.id).<\/p>\n<p><span><span><strong>BERITA PLUS, GUNUNGSITOLI &#8211;<\/strong> Upaya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias berinisial ROZ untuk melepaskan diri dari dugaan status dugaan korupsi pembangunan RSU Kelas D Pratama Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2022 akhirnya kandas di meja hijau.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Permohonan praperadilan yang disampaikan ROZ resmi ditolak setelah Hakim Praperadilan Pengadilan Negeri Medan menyatakan permohonan tersebut tidak dapat diterima.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Kepastian itu disampaikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli melalui siaran pers Nomor: PR-12\/L.2.22\/05\/2026 yang diterima wartawan Suara Indonesia, Rabu, (13\/05\/2026).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dalam keterangan tertulisnya, Kejari Gunungsitoli menjelaskan bahwa ia sempat termohon menghadiri sidang pembacaan putusan perkara Nomor 34\/Pid.Pra\/2026\/PN Mdn terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RSU Pratama Kabupaten Nias.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Sidang tersebut dipimpin Hakim Praperadilan Joko Widodo, SH, MH, di Ruang Sidang Kartika Pengadilan Negeri Medan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Putusan yang dibacakan oleh Hakim Praperadilan Joko Widodo, SH, MH di Ruang Sidang Kartika pada hari ini, dengan amar putusan sebagai berikut, demikian bunyi keterangan resmi Kejari Gunungsitoli.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dalam amar putusan yang dibacakan hakim, terdapat tiga poin penting, yakni:<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>1. Mengabulkan eksepsi Termohon. <\/span><\/span><br \/><span><span>2. Menyatakan Pengadilan Negeri Medan tidak berwenang mengadili permohonan praperadilan dengan nomor perkara 34\/Pid.Pra\/2026\/PN Mdn yang meminta permohonan. <\/span><\/span><br \/><span><span>3. Menyatakan permohonan praperadilan permohonan tidak dapat diterima.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Kejari Gunungsitoli kemudian menguraikan alasan hukum yang menjadi dasar eksepsi termohon cq. Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Salah satu poin utama adalah terkait kesalahan penentuan kompetensi relatif atau kewenangan wilayah pengadilan oleh pihak pemohon.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Menurut Kejari, dugaan tindak pidana korupsi tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Nias dan penetapan tersangka dilakukan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Oleh karena itu, perkara tersebut dinilai berada di wilayah hukum Pengadilan Negeri Gunungsitoli, bukan wilayah hukum Pengadilan Negeri Medan Kelas IA Khusus.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cBerdasarkan hal tersebut, bahwa para pemohon telah salah dalam menentukan kewenangan wilayah pengadilan dalam mengajukan permohonannya,\u201d tulis Kejari dalam siaran pers tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Tak hanya itu, Kejari Gunungsitoli juga menegaskan bahwa proses penyidikan yang dilakukan melalui Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT-08\/L.2.22\/Fd.1\/01\/2026 tanggal 23 Januari 2026 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor PRINT-09\/L.2.22\/Fd.1\/03\/2026 tanggal 2 Maret 2026 tetap sah secara hukum.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Kejari menilai proses penyidikan bukan merupakan objek praperadilan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cBahwa penetapan tersangka terhadap pemohon yang dilakukan berdasarkan permohonan telah berdasarkan hukum dan sah menurut hukum,\u201d demikian isi poin eksepsi yang disampaikan Kejari Gunungsitoli.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dengan putusan tersebut, Kejari Gunungsitoli menyatakan seluruh rangkaian proses penyidikan dugaan korupsi pembangunan RSU Pratama Kabupaten Nias telah berjalan sesuai prosedur formal yang berlaku.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cDengan dibacanya putusan tersebut, maka seluruh rangkaian proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Gunungsitoli sah secara hukum dan sudah sesuai prosedur (formil) yang berlaku,\u201d tutup rilis tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Siaran pers itu ditandatangani atas nama Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli oleh Kepala Seksi Intelijen, Yaatulo Hulu, SH, MH, Jaksa Muda. (A1).<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Arozatulo Zebua<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a03e49cf16f6\/Tumbang-di-Praperadilan-Kadis-Kesehatan-Nias-Gagal-Lepas-dari-Tersangka-Korupsi-RSU\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Caption foto: Potret ruang sidang praperadilan di PN Medan: hakim ketuk palu permohonan Kadis&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12511,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/8dc7cb010125-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12510"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12510\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}