{"id":12690,"date":"2026-05-15T14:30:44","date_gmt":"2026-05-15T14:30:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/15\/indonesia-walk-for-peace-2026-langkah-sunyi-para-bhikkhu-membawa-pesan-damai-untuk-indonesia\/"},"modified":"2026-05-15T14:30:44","modified_gmt":"2026-05-15T14:30:44","slug":"indonesia-walk-for-peace-2026-langkah-sunyi-para-bhikkhu-membawa-pesan-damai-untuk-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/15\/indonesia-walk-for-peace-2026-langkah-sunyi-para-bhikkhu-membawa-pesan-damai-untuk-indonesia\/","title":{"rendered":"Indonesia Walk for Peace 2026: Langkah Sunyi Para Bhikkhu Membawa Pesan Damai untuk Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Jefri Hadi <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>15 May 2026 | 21:05<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 104 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/15\/6ef7e4810105.jpg\" alt=\"Indonesia Walk for Peace 2026: Langkah Sunyi Para Bhikkhu Membawa Pesan Damai untuk Indonesia\"\/>\n            <\/div>\n<p>Indonesia Walk for Peace 2026 sebagai simbol nyata pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. (Foto: Humas Kanwil Kemenag Jatim\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p>.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>SUARAINDONESIA, SIDOARJO <\/strong>\u2014\u00a0 Perjalanan panjang melelahkan, puluhan bhikkhu berjalan perlahan menyusuri jalan-jalan di Pulau Jawa. Tidak ada iring-iringan mewah atau sorak besar yang mengiringi langkah mereka, Jumat (15\/5\/2026).<\/p>\n<p>Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Timur, Syaikhul Hadi, menyebut Indonesia Walk for Peace sebagai simbol nyata pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cAtas nama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia Bhikkhu Sangha beserta seluruh pendamping.<\/p>\n<p>Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perdamaian dapat dimulai dari langkah-langkah kecil melalui sikap saling menghormati dan saling mendukung antar sesama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Perjalanan Indonesia Walk for Peace 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda spiritual menuju Perayaan Waisak Nasional di Candi Borobudur.<\/p>\n<p>Nampak semangat dari para bhikku ditandai melekat hangat jubah sederhana, kaki yang terus melangkah, dan keyakinan bahwa perdamaian dapat tumbuh dari ketulusan hati manusia.<\/p>\n<p>Olehnya, harmonisasi masyarakat Indonesia yang hidup dalam keberagaman, langkah sunyi para bhikkhu itu menjelma menjadi pesan tentang hubungan manusia\u00a0 dalam menjaga toleransi, dan persaudaraan antarumat manusia.<\/p>\n<p>Suasana hangat penuh kebersamaan tampak saat rombongan Bhikkhu disambut di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kamis (14\/5).<\/p>\n<p>Sekitar 300 umat Buddha dari Surabaya, Sidoarjo, dan sejumlah daerah lain hadir bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pejabat Kanwil Kemenag Jawa Timur.<\/p>\n<p>Hadir pula Pembimbing Masyarakat Buddha, Ketut Panji Budiawan, bersama para kepala bidang Kanwil Kemenag Jatim dan panitia perjalanan damai tersebut.<\/p>\n<p>Syaikhul Hadi melanjutkan setiap perjalanan damai tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis.<\/p>\n<p>\u201cSelamat melanjutkan perjalanan menuju Borobudur. Semoga langkah panjenengan semua membawa kedamaian dan harmoni bagi sesama,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan rombongan tahun ini terdiri dari peserta lintas usia, mulai dari 23 tahun hingga 67 tahun.<\/p>\n<p>Mereka berjalan bersama membawa satu tujuan yang sama: menyebarkan semangat perdamaian.<\/p>\n<p>Perjalanan itu dipimpin langsung oleh Bhante Prakari asal Thailand. Meski bertubuh kecil, keteguhan dan semangat Bhante Prakari disebut menjadi sumber inspirasi bagi para peserta selama perjalanan berlangsung.<\/p>\n<p>Irwan mengatakan jalur timur yang dilalui rombongan menjadi rute terpanjang dengan waktu tempuh mencapai 11 hari melintasi sejumlah kota dan kabupaten.<\/p>\n<p>Para Bhante diketahui tiba di Denpasar pada 7 Mei 2026 dan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian Perayaan Waisak Nasional.<\/p>\n<p>Namun, bagi para peserta, perjalanan itu bukan hanya tentang mencapai tujuan akhir.<\/p>\n<p>Di sepanjang jalan, mereka bertemu warga yang menyapa, memberikan air minum, hingga berdiri di pinggir jalan hanya untuk memberi dukungan.<\/p>\n<p>Menurut Irwan, dukungan tersebut datang dari berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.<\/p>\n<p>\u201cPerayaan Waisak dan perjalanan damai ini bukan milik satu golongan saja, tetapi milik kita semua. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam merawat Indonesia yang damai dan harmonis,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Nilai kemanusiaan dalam perjalanan itu juga dirasakan langsung oleh Bhikkhu Beng An asal Malaysia, salah satu dari 57 bhikkhu yang mengikuti Indonesia Walk for Peace 2026.<\/p>\n<p>Ia mengaku terharu melihat sambutan masyarakat Indonesia di sepanjang perjalanan.<\/p>\n<p>\u201cKami melakukan perjalanan di tengah cuaca panas. Namun ketika melihat umat yang antusias menyambut kami, semangat kami kembali tumbuh seketika,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Perjalanan panjang itu seolah menjadi cermin tentang bagaimana perdamaian sebenarnya dibangun. Bukan melalui slogan besar, melainkan dari kepedulian sederhana antar sesama manusia.<\/p>\n<p>Di tengah peradaban tantangan global dan\u00a0 situasi sosial yang kerap dipenuhi perbedaan pandangan dan gesekan identitas, langkah para bhikkhu itu menghadirkan ruang refleksi bahwa Indonesia tetap memiliki harapan untuk menjaga persatuan.<\/p>\n<p>Indonesia Walk for Peace 2026 pada akhirnya bukan hanya perjalanan menuju Borobudur.<\/p>\n<p>Ia menjadi perjalanan batin tentang bagaimana manusia belajar berjalan bersama dalam perbedaan, saling menguatkan dalam keberagaman, dan menjaga kedamaian agar tetap hidup di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a072a4aed509\/Indonesia-Walk-for-Peace-2026-Langkah-Sunyi-Para-Bhikkhu-Membawa-Pesan-Damai-untuk-Indonesia\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jefri Hadi &#8211; 15 May 2026 | 21:05 &#8211; Dibaca 104 kali News Indonesia Walk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12691,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12690","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105.jpg",1388,925,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105-768x512.jpg",640,427,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105-1024x682.jpg",640,426,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105.jpg",1388,925,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105.jpg",1388,925,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105-1024x682.jpg",1024,682,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6ef7e4810105-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12690","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12690"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12690\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12690"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12690"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12690"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}