{"id":12835,"date":"2026-05-18T12:17:55","date_gmt":"2026-05-18T12:17:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/18\/harga-semangka-sempat-anjlok-program-mbg-kini-jadi-penyelamat-petani-bondowoso\/"},"modified":"2026-05-18T12:17:55","modified_gmt":"2026-05-18T12:17:55","slug":"harga-semangka-sempat-anjlok-program-mbg-kini-jadi-penyelamat-petani-bondowoso","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/18\/harga-semangka-sempat-anjlok-program-mbg-kini-jadi-penyelamat-petani-bondowoso\/","title":{"rendered":"Harga Semangka Sempat Anjlok, Program MBG Kini Jadi Penyelamat Petani Bondowoso"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Bahrullah <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>18 May 2026 | 19:05<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/18\/9854505b857c.jpg\" alt=\"Harga Semangka Sempat Anjlok, Program MBG Kini Jadi Penyelamat Petani Bondowoso\"\/>\n            <\/div>\n<p>Pedagang dan petani semangka saat menunjukan hasil panennya<\/p>\n<p><b>BONDOWOSO \u2013 <\/b>Petani semangka dan melon di Bondowoso mulai kembali bernapas lega. Setelah sempat dihantam anjloknya harga buah hingga membuat petani merugi, kini harga perlahan kembali stabil dan memberi harapan baru bagi petani lokal.<\/p>\n<p>Agus Budiyanto, salah satu petani semangka dan melon di Bondowoso, mengaku mengelola lahan seluas satu hektare dengan total biaya tanam mencapai Rp 70 juta. <\/p>\n<p>Dalam satu musim tanam, proses dari penanaman hingga panen membutuhkan waktu sekitar 63 hari.<\/p>\n<p>\u201cBiaya tanam satu hektare sekitar Rp 70 juta, mulai dari bibit, pupuk sampai perawatan,\u201d ujar Agus, Senin (18\/05\/2026).\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Agus, tantangan terbesar yang dihadapi petani semangka dan melon adalah serangan penyakit tanaman, terutama daun menguning dan keriting yang kerap menyerang saat musim tertentu.<\/p>\n<p>\u201cTantangan paling berat biasanya penyakit keriting dan daun menguning. Kalau tidak cepat ditangani bisa memengaruhi hasil panen,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Meski begitu, Agus mengaku hasil pertanian semangka dan melon masih cukup menjanjikan dibanding komoditas buah lainnya.<\/p>\n<p>Dari lahan seluas satu hektare, ia bisa menghasilkan sekitar 25 ton buah dalam sekali panen.<\/p>\n<p>\u201cKalau panennya bagus bisa sampai 25 ton,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dengan estimasi harga jual berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram, Agus mengaku mampu memperoleh omzet hingga Rp 100 juta dalam satu kali panen.<\/p>\n<p>\u201cKalau harga masih Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu petani masih untung. Tapi kalau di bawah Rp 10 ribu sudah berat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Agus sendiri mengaku sudah menekuni budidaya semangka dan melon sejak tahun 2010 atau sekitar 16 tahun terakhir. Pengalaman panjang itu membuatnya memahami pola tanam hingga perawatan buah agar menghasilkan kualitas terbaik.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah paham karakter tanam semangka dan melon karena sudah lama bertani buah ini,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, pengepul buah semangka dan melon, Haryanto, mengungkapkan harga semangka sebelumnya sempat jatuh hingga menyentuh Rp 3 ribu sampai Rp 3.500 per kilogram. Kondisi itu membuat banyak petani mengalami kerugian besar.<\/p>\n<p>\u201cSebelumnya harga semangka jatuh tidak tertolong. Banyak petani rugi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Namun kondisi mulai berubah setelah adanya program MBG yang disebut ikut membantu mendongkrak harga buah lokal di pasaran. Menurutnya, program tersebut memberi dampak positif terhadap serapan hasil pertanian petani.<\/p>\n<p>\u201cSetelah ada program MBG ini harga mulai terdongkrak lagi, terutama untuk petani lokal Bondowoso,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Haryanto juga mengaku sempat mendengar isu bahwa buah potong tidak diperbolehkan masuk dalam program MBG. Informasi itu sempat membuat harga kembali turun drastis di tingkat petani.<\/p>\n<p>\u201cKarena sempat ada isu buah potong dilarang untuk MBG, harga langsung turun jauh,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Namun seiring berjalannya waktu, kondisi pasar mulai kembali normal dan harga buah perlahan stabil. Ia berharap pemerintah dan mitra MBG terus memberi perhatian terhadap petani lokal semangka dan melon.<\/p>\n<p>\u201cSekarang harga mulai normal lagi. Harapannya pemerintah dan mitra MBG terus membantu petani lokal,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dalam satu kali transaksi, Haryanto mengaku volume pembelian bergantung pada luas lahan petani. Untuk lahan satu hektare seperti milik Agus, hasil panen bisa mencapai 25 ton buah.<\/p>\n<p>Tak hanya memasok pasar Bondowoso, buah semangka dan melon dari wilayah tersebut juga dikirim ke berbagai daerah seperti Yogyakarta, Surabaya, Bali, Mataram hingga Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cSelain Bondowoso kami juga kirim ke Jogja, Surabaya, Bali, Mataram sampai Jakarta,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Meski begitu, pasokan untuk kebutuhan MBG saat ini disebut masih kecil, yakni sekitar 15 persen dan belum mencakup seluruh wilayah Bondowoso.<\/p>\n<p>\u201cSupply untuk MBG masih sekitar 15 persen dan belum full satu kabupaten,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Bahrullah <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a0b026c910a6\/Harga-Semangka-Sempat-Anjlok-Program-MBG-Kini-Jadi-Penyelamat-Petani-Bondowoso\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahrullah &#8211; 18 May 2026 | 19:05 &#8211; Dibaca 0 kali News Pedagang dan petani&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12836,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/9854505b857c-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12835"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12835\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}