{"id":12841,"date":"2026-05-18T12:42:50","date_gmt":"2026-05-18T12:42:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/18\/geger-warga-madina-gegerkan-kemunculan-ninja-sawit\/"},"modified":"2026-05-18T12:42:50","modified_gmt":"2026-05-18T12:42:50","slug":"geger-warga-madina-gegerkan-kemunculan-ninja-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/18\/geger-warga-madina-gegerkan-kemunculan-ninja-sawit\/","title":{"rendered":"Geger, Warga Madina Gegerkan Kemunculan &#8220;Ninja Sawit&#8221;"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/18\/3114af1b8fe6.jpg\" alt=\"Geger, Warga Madina Gegerkan Kemunculan \" ninja=\"\" sawit=\"\"\/>\n            <\/div>\n<p>Salah satu kebun petani sawit di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal (Foto\/Rudi Erianto)<\/p>\n<p><strong>BERITA PLUS, MADINA<\/strong> &#8211; Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah pantai barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai meresahkan masyarakat. Para pelaku yang kerap disebut warga sebagai \u201cNinja Sawit\u201d disebut semakin berani beraksi dengan menyasar kebun milik petani saat kondisi kampung sepi.<\/p>\n<p>\u200eSorang petani sawit warga pantai barat di salah satu Desa yakni di Desa Sikara-kara, Kecamatan Natal, Rohadan, mengungkapkan bahwa aksi pencurian sawit tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belakangan semakin sering terjadi. Para pelaku diduga telah memahami situasi dan kebiasaan masyarakat sebelum menjalankan aksinya.<\/p>\n<p>\u200e\u201cBiasanya mereka beraksi hari Jumat, karena banyak petani tidak pergi ke ladang. Selain itu saat ada hajatan di kampung atau malam hari,\u201d ujar Rohadan saat ditemui, Senin (18\/5\/2026).<\/p>\n<p>\u200eMenurutnya, para pelaku diduga bergerak secara berkelompok dan memanfaatkan lemahnya pengawasan di area perkebunan masyarakat. Kondisi kebun yang berjauhan dari permukiman juga membuat aksi pencurian sulit terdeteksi.<\/p>\n<p>\u200eIa mengatakan, keresahan masyarakat semakin meningkat karena hasil panen sawit menjadi salah satu sumber utama penghasilan warga di Desa Sikara-kara.<\/p>\n<p>\u200eKehilangan beberapa tandan sawit saja dinilai cukup berdampak terhadap ekonomi keluarga petani.<\/p>\n<p>\u200e\u201cKalau sudah sering hilang, tentu petani rugi. Apalagi sekarang kondisi ekonomi juga susah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u200eRohadan menilai maraknya aksi \u201cNinja Sawit\u201d diduga berkaitan dengan meningkatnya angka pengangguran di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>\u200eSelain itu, ia juga menduga meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang disebut ikut memicu tindak kriminal di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>\u200e\u201cRata-rata sekarang karena pengangguran juga, ditambah banyak pemakai narkoba,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u200eMasyarakat berharap aparat penegak hukum bersama pemerintah daerah dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perkebunan warga.<\/p>\n<p>\u200eWarga juga meminta adanya perhatian serius terhadap persoalan sosial seperti pengangguran dan penyalahgunaan narkotika yang dinilai mulai mengkhawatirkan di kawasan pantai barat Madina.<\/p>\n<p>\u200eSejumlah petani mengaku kini mulai memperketat penjagaan kebun mereka, untuk menghindari pencurian. Namun demikian, warga berharap solusi permanen segera dilakukan agar keresahan masyarakat tidak terus berlarut.<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rudi Erianto<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a0b02e219ab8\/Geger-Warga-Madina-Gegerkan-Kemunculan-Ninja-Sawit\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Salah satu kebun petani sawit di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal (Foto\/Rudi Erianto) BERITA PLUS,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12842,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12841","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6.jpg",1255,689,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6-300x165.jpg",300,165,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6-768x422.jpg",640,352,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6-1024x562.jpg",640,351,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6.jpg",1255,689,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6.jpg",1255,689,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6-1115x689.jpg",1115,689,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6-1024x562.jpg",1024,562,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/3114af1b8fe6-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12841"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12841\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}