{"id":12857,"date":"2026-05-18T17:31:09","date_gmt":"2026-05-18T17:31:09","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/18\/mantan-wali-kota-tegal-adukan-kakak-kandungnya-ke-polres-kota\/"},"modified":"2026-05-18T17:31:09","modified_gmt":"2026-05-18T17:31:09","slug":"mantan-wali-kota-tegal-adukan-kakak-kandungnya-ke-polres-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/18\/mantan-wali-kota-tegal-adukan-kakak-kandungnya-ke-polres-kota\/","title":{"rendered":"Mantan Wali Kota Tegal Adukan Kakak Kandungnya Ke Polres Kota"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/18\/0487d8ed73f4.jpg\" alt=\"Mantan Wali Kota Tegal Adukan Kakak Kandungnya Ke Polres Kota\"\/>\n            <\/div>\n<p>Ikmal Jaya (kiri) didampingi Kuasa Hukumnya Fajar Ari Sadewa saat memenuhi panggilan klarifikasi di Polres Tegal Kota, Senin (18\/05\/26). (Foto : Wiwit Kuncoro\/Suara Indonesia).<\/p>\n<p>BERITA PLUS, TEGAL &#8211; Mantan Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya, mengadukan kakak kandungnya sendiri SSH ke Polres Tegal Kota, atas dugaan penipuan dan penggelapan modal perusahaan PT Perumahan Jaya Kusuma yang berlokasi di Margadana Kota Tegal.<\/p>\n<p>Aduan yang dilayangkan pada Senin (04\/05\/26), kini memasuki tahap klarifikasi. Wali Kota Tegal periode 2009 &#8211; 2014 itu datang memenuhi undangan penyidik Satreskrim Polres Tegal Kota didampingi Kuasa Hukumnya, Fajar Ari Sadewa, Senin (18\/05\/26).<\/p>\n<p>Dalam keterangannya kepada wartawan usai melakukan klatifikasi, Ikmal Jaya menjelaskan, pihaknya mengadukan SSH karena yang bersangkutan mengaku telah melakukan penanaman modal sebesar Rp4,350 miliar ke PT Perumahan Jaya Kusuma yang bergerak disektor property.<\/p>\n<p>&#8220;Penyertaan modal yang diakui oleh SSH tersebut diduga kuat fiktif, setelah dilakukan pemeriksaan keuangan perusahaan oleh tim audit eksternal dari Semarang,&#8221; kata Ikmal Jaya.<\/p>\n<p>Ikmal membeberkan, berdasarkan audit investigasi yang dilakukan Kantor Akuntan Publik \u00a0Chaeroni dan Rekan Semarang, ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam klaim penyertaan modal perusahaan.<\/p>\n<p>Dari pencatatan sebesar Rp4,35 miliar atas nama SSH, hanya sekitar Rp382 juta yang didukung bukti pengeluaran.<\/p>\n<p>Tim audit menyimpulkan adanya ketidaksesuaian yang menyebabkan kerugian perusahaan mencapai sekitar Rp6,83 miliar.<\/p>\n<p>Kerugian itu mencakup pengembalian modal, pembagian keuntungan serta pembagian aset berupa tiga bidang tanah kapling perumahan.<\/p>\n<p>Ikmal juga menegaskan bahwa nama SSH tidak tercantum dalam struktur perusahaan maupun dalam mekanisme resmi penyertaan modal seperti Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.<\/p>\n<p>Ikmal mengungkapkan, sebelum mengambil langkah hukum terhadap kakak kandungnya sendiri, pihaknya selaku Direktur Utama PT Perumhaan Jaya Kusuma telah menempuh upaya mediasi kekeluargaan, dengan memberi uang sebesar Rp6,5 milyar kepada SSH.<\/p>\n<p>&#8220;Karena ini masih keluarga, kami telah merelakan uang Rp6,5 miliar yang sudah diterima ibu SSH. Tapi ternyata yang bersangkutan masih \u00a0meminta tambahan sepertiga lagi lahan yang belum dibangun di kawasan perumahan tersebut, yang ditaksir bernilai sekitar Rp 3,5 miliar. dari,&#8221; ungkap Ikmal<\/p>\n<p>Permintaan itu ditolak pihak perusahaan karena dianggap mengada-ada dan tidak memiliki dasar yang jelas.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila ibu SSH dapat membuktikan adanya penanaman modal, maka pihaknya siap memenuhi tuntutan tersebut. Namun jika tidak, konsekuensi hukum harus ditanggung termasuk mengembalikan uang Rp6,5 miliar yang telah diterima,&#8221; pungkas Ikmal Jaya.(*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Wiwit Kuncoro<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a0b2d15936f6\/Mantan-Wali-Kota-Tegal-Adukan-Kakak-Kandungnya-Ke-Polres-Kota\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Ikmal Jaya (kiri) didampingi Kuasa Hukumnya Fajar Ari Sadewa saat memenuhi panggilan klarifikasi di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12858,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12857","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4.jpg",813,469,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4-300x173.jpg",300,173,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4-768x443.jpg",640,369,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4.jpg",640,369,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4.jpg",813,469,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4.jpg",813,469,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4.jpg",813,469,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4-800x469.jpg",800,469,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4.jpg",813,469,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/0487d8ed73f4-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12857"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12857\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}