{"id":12981,"date":"2026-05-20T13:55:47","date_gmt":"2026-05-20T13:55:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/20\/lalu-lintas-hewan-kurban-ke-surabaya-diperketat-jelang-hari-raya-iduladha-1447h-2026\/"},"modified":"2026-05-20T13:55:47","modified_gmt":"2026-05-20T13:55:47","slug":"lalu-lintas-hewan-kurban-ke-surabaya-diperketat-jelang-hari-raya-iduladha-1447h-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/20\/lalu-lintas-hewan-kurban-ke-surabaya-diperketat-jelang-hari-raya-iduladha-1447h-2026\/","title":{"rendered":"Lalu Lintas Hewan Kurban ke Surabaya Diperketat Jelang Hari Raya Iduladha 1447H\/2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/20\/51e15164c6e0.jpg\" alt=\"Lalu Lintas Hewan Kurban ke Surabaya Diperketat Jelang Hari Raya Iduladha 1447H\/2026\"\/>\n            <\/div>\n<p>Kegiatan pengawasan lalu lintas hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.(Foto: Humas Pelindo\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p>SUARAINDONESIA, SURABAYA \u2014 Pemerintah Kota Surabaya memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.\u00a0<\/p>\n<p>Pengawasan dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma), Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, akademisi, hingga relawan perguruan tinggi.<\/p>\n<p>Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam pengawasan tersebut menjadi bagian dari dukungan sosial sekaligus edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesehatan hewan kurban.<\/p>\n<p>Menurut dia, hewan kurban tidak hanya harus memenuhi syarat sah secara syariat, tetapi juga wajib dipastikan aman dan layak dikonsumsi masyarakat.\u00a0<\/p>\n<p>Karena itu, tambahnya terkait pemeriksaan kesehatan dinilai menjadi tahapan penting dalam distribusi dan penjualan hewan kurban menjelang Iduladha.<\/p>\n<p>\u201cBerkurban tidak hanya memenuhi syarat sah, tetapi hewan juga harus benar-benar sehat dan layak konsumsi. Pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat merasa aman,\u201d kata Widyaswendra, Rabu (20\/5\/2026).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan Pelindo Terminal Petikemas sebelumnya juga telah menjalankan program Juru Sembelih Halal bersertifikasi sebagai bagian dari edukasi dan peningkatan standar keamanan pangan berbasis produk hewan.<\/p>\n<p>\u201cTahun ini kami memperkuat fokus pada pengawasan kesehatan hewan kurban bersama DKPP Kota Surabaya dan seluruh pihak terkait,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain mendukung pengawasan kesehatan hewan kurban, Pelindo Terminal Petikemas juga menyalurkan 150 hewan kurban ke sejumlah wilayah operasional perusahaan di berbagai daerah di Indonesia.<\/p>\n<p>Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan pengawasan dilakukan di 31 kecamatan di Surabaya dengan melibatkan sekitar 190 tenaga medis hewan yang terdiri atas dokter hewan dan petugas kesehatan hewan.<\/p>\n<p>Hingga Selasa (20\/5), petugas telah memeriksa 61 lapak penjualan hewan kurban dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas perdagangan ternak menjelang Iduladha.<\/p>\n<p>\u201cHingga hari ini sudah dilakukan pemeriksaan di 61 lapak penjualan hewan kurban dan kemungkinan akan bertambah menjadi lebih dari 100 lapak,\u201d kata Nanik.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yakni pemeriksaan administratif dan pemeriksaan fisik hewan.\u00a0<\/p>\n<p>Pada tahap administratif, lanjutnya petugas memeriksa surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal ternak. Sementara pemeriksaan fisik dilakukan langsung oleh dokter hewan untuk memastikan kondisi ternak dalam keadaan sehat.<\/p>\n<p>Petugas memantau sejumlah indikator kesehatan, mulai dari kondisi mata, kulit, suhu tubuh, pernapasan, hingga gejala penyakit menular yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPemeriksaan meliputi pengecekan dokumen kesehatan hewan dari daerah asal dan pemeriksaan fisik secara langsung oleh dokter hewan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pengawasan berlangsung pada 18 hingga 26 Mei 2026 di sejumlah titik penjualan hewan kurban di Surabaya.\u00a0<\/p>\n<p>Nanik menegaskan fokus pengawasan diarahkan pada ternak yang dilalulintaskan dari berbagai daerah menuju Surabaya guna mencegah masuknya penyakit hewan menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).<\/p>\n<p>Menurut Nanik, pengendalian kesehatan hewan juga dilakukan sejak dari daerah asal ternak sebelum dikirim ke Surabaya untuk memastikan hewan telah memenuhi persyaratan kesehatan dan vaksinasi.<\/p>\n<p>Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di lapak resmi yang telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari petugas.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian Surabaya, Edy Budi Susila, mengatakan ternak yang masuk ke Surabaya dipastikan telah melalui vaksinasi terhadap sejumlah penyakit hewan menular strategis.<\/p>\n<p>\u201cKami memastikan ternak yang dilalulintaskan sudah memenuhi persyaratan kesehatan. Ternak yang masuk juga sudah tervaksin terhadap LSD, PMK, dan beberapa penyakit strategis lainnya,\u201d kata Edy.<\/p>\n<p>Ia menambahkan pengawasan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Iduladha seiring meningkatnya mobilitas distribusi ternak ke berbagai daerah, termasuk Surabaya.\u00a0<\/p>\n<p>Masyarakat juga diminta memperhatikan tanda atau surat keterangan sehat pada hewan sebelum melakukan transaksi pembelian.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a0dba220c275\/Lalu-Lintas-Hewan-Kurban-ke-Surabaya-Diperketat-Jelang-Hari-Raya-Iduladha-1447H2026\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Kegiatan pengawasan lalu lintas hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.(Foto: Humas Pelindo\/suaraindonesia.co.id)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12982,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-12981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0.jpg",993,626,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0-300x189.jpg",300,189,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0-768x484.jpg",640,403,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0.jpg",640,403,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0.jpg",993,626,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0.jpg",993,626,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0.jpg",993,626,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0.jpg",993,626,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/51e15164c6e0-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12981"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12981\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}