{"id":13220,"date":"2026-05-25T14:31:54","date_gmt":"2026-05-25T14:31:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/25\/pengumuman-utbk-snbt-2026-unair-persaingan-ketat-kedokteran-dan-vokasi-jadi-primadona\/"},"modified":"2026-05-25T14:31:54","modified_gmt":"2026-05-25T14:31:54","slug":"pengumuman-utbk-snbt-2026-unair-persaingan-ketat-kedokteran-dan-vokasi-jadi-primadona","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/25\/pengumuman-utbk-snbt-2026-unair-persaingan-ketat-kedokteran-dan-vokasi-jadi-primadona\/","title":{"rendered":"Pengumuman UTBK-SNBT 2026 UNAIR: Persaingan Ketat, Kedokteran dan Vokasi Jadi Primadona"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pendidikan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/25\/84cef248ff99.jpg\" alt=\"Pengumuman UTBK-SNBT 2026 UNAIR: Persaingan Ketat, Kedokteran dan Vokasi Jadi Primadona\"\/>\n            <\/div>\n<p>Rektor Unair (tengah) memakai songkok hitam saat pengumuman UTBK-SNBT 2026 dari berbagai daerah di Indonesia. (Foto: Yulian\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>SUARAINDONESIA, SURABAYA &#8211;<\/strong> Universitas Airlangga mengumumkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dengan tingkat persaingan yang semakin ketat.<\/p>\n<p>Rektor UNAIR, Muhammad Madyan, menyebut hasil seleksi tahun ini menjadi gambaran tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di kampus tersebut, Senin (25\/5\/2026).<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya di Kampus UNAIR Surabaya, Prof. Madyan mengatakan pengumuman SNBT 2026 bukan hanya menjadi momentum penting bagi universitas, tetapi juga bagi puluhan ribu calon mahasiswa di seluruh Indonesia yang tengah menapaki masa depan pendidikan tinggi mereka.<\/p>\n<p>\u201cTahun ini UNAIR membuka kesempatan bagi 2.771 mahasiswa baru melalui jalur SNBT yang tersebar di 62 program studi,\u201d ujar Madyan. Namun, kuota tersebut diperebutkan oleh 69.620 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kata Madyan tingkat keketatan seleksi di UNAIR tahun ini berada di kisaran 4 persen. Artinya, dari setiap 100 pendaftar, hanya sekitar empat orang yang berhasil lolos.<\/p>\n<p>Menurut Madyan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa UNAIR masih menjadi salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia.<\/p>\n<p>Selain itu, lanjutnya tren pemilihan program studi tahun ini juga menunjukkan perubahan orientasi calon mahasiswa terhadap pendidikan yang dianggap memiliki prospek kerja lebih jelas dan relevan dengan kebutuhan industri.<\/p>\n<p><strong>Mahasiswi Mendominasi<\/strong><\/p>\n<p>Dari total mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SNBT, disebutkan komposisi mahasiswa perempuan masih mendominasi. Jumlah mahasiswi tercatat mencapai 64,42 persen dari keseluruhan peserta yang diterima.<\/p>\n<p>\u201cKomposisi ini menunjukkan partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi semakin besar dan kompetitif,\u201d kata Madyan.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, minat terhadap program vokasi juga meningkat signifikan. Bahkan, tingkat keketatan sejumlah program vokasi tercatat lebih tinggi dibandingkan program sarjana.<\/p>\n<p>Pada kelompok program sarjana, sebagian besar mahasiswa diterima melalui pilihan pertama. Sebanyak 1.258 peserta atau sekitar 60,9 persen diterima di program studi pilihan utama mereka. Sementara sisanya diterima melalui pilihan kedua dan ketiga.<\/p>\n<p>Berbeda dengan program vokasi, tambahnya. Mayoritas mahasiswa justru diterima dari pilihan terakhir atau pilihan alternatif yang mereka daftarkan.<\/p>\n<p>Fenomena ini dinilai menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang dianggap lebih aplikatif dan cepat terserap dunia kerja.<\/p>\n<p><strong>Kedokteran Tetap Jadi Program Studi Terketat<\/strong><\/p>\n<p>Program studi Kedokteran masih menjadi jurusan paling kompetitif di UNAIR pada SNBT 2026. Sebanyak 2.893 peserta memperebutkan hanya 90 kursi yang tersedia. Tingkat keketatannya mencapai sekitar 3,11 persen.<\/p>\n<p>Selain Kedokteran, sejumlah program studi lain juga memiliki tingkat persaingan tinggi, di antaranya Teknologi Sains Data, Psikologi, Kedokteran Gigi, Teknik Industri, Ilmu Komunikasi, Teknik Biomedis, Manajemen, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, hingga Hubungan Internasional.<\/p>\n<p>Di kelompok vokasi, persaingan bahkan lebih ketat. Program D3 Keperawatan menjadi program studi dengan tingkat seleksi tertinggi. Sebanyak 5.216 peserta bersaing untuk memperebutkan 60 kursi, dengan tingkat keketatan hanya 1,15 persen.<\/p>\n<p>Program vokasi lain yang juga diminati ialah D4 Akuntansi Bisnis Digital, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fisioterapi, Teknologi Laboratorium Medik, Teknologi Radiologi Pencitraan, hingga Teknologi Kesehatan Gigi.<\/p>\n<p><strong>Nilai Tertinggi Masih Didominasi Fakultas Kedokteran<\/strong><\/p>\n<p>UNAIR juga memaparkan rerata nilai peserta yang diterima pada masing-masing program studi. Untuk jenjang sarjana, Fakultas Kedokteran kembali menjadi program studi dengan rerata nilai tertinggi, yakni 730,46.<\/p>\n<p>Posisi berikutnya ditempati Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan dengan rerata nilai 690,79, disusul Teknik Biomedis sebesar 687,69.<\/p>\n<p>Program studi lain yang masuk daftar rerata nilai tertinggi antara lain Teknik Industri, Kedokteran Gigi, Farmasi, Teknologi Sains Data, Statistika, Sistem Informasi, dan Teknik Lingkungan.<\/p>\n<p>Sementara pada jenjang vokasi, program studi dengan rerata nilai tertinggi adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan nilai 694,57. Disusul Teknik Instrumentasi dengan nilai 694,35 dan D4 Teknologi Laboratorium Medik.<\/p>\n<p><strong>Mahasiswa Baru Didominasi Jawa Timur<\/strong><\/p>\n<p>Dari sisi asal daerah, sebutnya mahasiswa baru UNAIR masih didominasi peserta asal Jawa Timur. Sebanyak 1.546 mahasiswa atau sekitar 55,79 persen berasal dari provinsi tersebut.<\/p>\n<p>Madyan merincikan pilihan asal daerah dari Jawa Barat menjadi penyumbang mahasiswa terbanyak kedua dengan 279 peserta, disusul Jawa Tengah sebanyak 239 peserta.<\/p>\n<p>Menurut Madyan, dominasi pendaftar dari Jawa Timur masih sangat kuat karena faktor kedekatan geografis dan reputasi UNAIR sebagai salah satu kampus unggulan di kawasan timur Indonesia.<\/p>\n<p>Meski demikian, mahasiswa baru UNAIR tahun ini berasal dari 32 provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.<\/p>\n<p>Hal itu menunjukkan jangkauan dan reputasi UNAIR yang semakin luas di tingkat nasional.<\/p>\n<p>\u201cMeskipun berada di Surabaya, UNAIR tetap menjadi salah satu universitas tujuan nasional. Mahasiswa kami datang dari berbagai daerah di Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Jalur Mandiri Masih Dibuka<\/strong><\/p>\n<p>Di akhir penyampaiannya, Madyan mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lolos SNBT 2026 di UNAIR. Ia juga memberi semangat kepada peserta yang belum berhasil karena masih tersedia sejumlah jalur seleksi mandiri.<\/p>\n<p>UNAIR masih membuka jalur mandiri prestasi, mandiri reguler melalui ujian tulis, serta jalur kemitraan dan afirmasi.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap seluruh proses penerimaan mahasiswa baru ini dapat melahirkan generasi unggul yang akan berkontribusi bagi Indonesia di masa depan,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pendidikan\/6a1426d226f30\/Pengumuman-UTBK-SNBT-2026-UNAIR-Persaingan-Ketat-Kedokteran-dan-Vokasi-Jadi-Primadona\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan Rektor Unair (tengah) memakai songkok hitam saat pengumuman UTBK-SNBT 2026 dari berbagai daerah di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13221,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99.jpg",1280,720,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99.jpg",1280,720,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99.jpg",1280,720,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/84cef248ff99-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13220"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13220\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}