{"id":13540,"date":"2026-05-31T23:05:19","date_gmt":"2026-05-31T23:05:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/31\/bangun-kawasan-wisata-kepulauan-melalui-konsep-sejarah-dan-budaya-melayu\/"},"modified":"2026-05-31T23:05:19","modified_gmt":"2026-05-31T23:05:19","slug":"bangun-kawasan-wisata-kepulauan-melalui-konsep-sejarah-dan-budaya-melayu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/05\/31\/bangun-kawasan-wisata-kepulauan-melalui-konsep-sejarah-dan-budaya-melayu\/","title":{"rendered":"\u200eBangun Kawasan Wisata Kepulauan Melalui Konsep Sejarah dan Budaya Melayu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Wisata<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/05\/31\/f6e71cccf9df.jpg\" alt=\"\u200eBangun Kawasan Wisata Kepulauan Melalui Konsep Sejarah dan Budaya Melayu\"\/>\n            <\/div>\n<p>Bupati Karimun, Iskandarsyah, saat pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur\u2019an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam, di Desa Tulang, Sabtu (30\/5\/2026). (foto: Diskominfo Kabupaten Karimun) <\/p>\n<p>\u200e<br \/>\u200eBERITA PLUS, KARIMUN &#8211; Sebagai salah satu Kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak dibanding Kabupaten\/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Karimun banyak memiliki potensi dalam pembangunan salah satunya potensi wisata.<br \/>\u200e<br \/>\u200eKondisi tersebut menjadi salah satu visi besar pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun yang saat ini dipimpin Bupati Iskandarsyah dan Wakilnya, Rocky Marciano Bawole.<br \/>\u200e<br \/>\u200eBupati Iskandarsyah, berencana mengembangkan kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya Melayu di beberapa pulau salah satunya di Pulau Tulang, Kecamatan Selat Gelam. Langkah awal sebagai penunjang, Pemkab akan membangun pelabuhan pada tahun 2027.<br \/>\u200e<br \/>\u200eHal tersebut disampaikan Bupati Iskandarsyah saat Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur\u2019an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam, di Desa Tulang, Sabtu (30\/5\/2026).<br \/>\u200e<br \/>\u200eDi hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena MTQ di Desa Tulang, dirinya juga memaparkan visi besar tersebut. Selain menekankan MTQ\u00a0 sebagai identitas masyarakat Karimun yang mayoritas beragama Islam dan\u00a0 identik dengan budaya Melayu.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cMTQ ini adalah identitas kita. Melalui MTQ kita memperkuat syiar Islam, memperbaiki akhlak generasi muda, dan memastikan nilai-nilai Al-Qur\u2019an tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat,\u201d ujar Iskandarsyah.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa juga menegaskan, Pemkab Karimun tidak pernah menolak modernisasi dan perkembangan zaman. Namun, kemajuan yang dicapai tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya dan identitas yang diwariskan para pendahulu.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cKita tidak menghalangi modernisasi. Kita harus maju, harus berkembang, tetapi jangan sampai identitas kita hilang. Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri,\u201d tegasnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eMasyarakat Karimun merupakan bagian dari peradaban Melayu yang besar, dengan semangat menjaga marwah Melayu yang diwariskan tokoh legendaris Laksamana Hang Tuah harus terus hidup di tengah masyarakat, terutama generasi muda.<br \/>\u200e<br \/>\u200eKomitmen menjaga budaya tersebut, lanjutnya, juga tercermin dari keberhasilan Kabupaten Karimun mempertahankan bahasa ibu yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan dari Menteri Kebudayaan.<br \/>\u200e<br \/>\u200eApresiasi tersebut mendorong arah pembangunan dengan menciptakan Pulau Tulang\u00a0 menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata Kabupaten Karimun.<br \/>\u200e<br \/>\u200eMenurutnya, Pulau Tulang memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar destinasi wisata alam karena menyimpan jejak sejarah dan peradaban Melayu yang kuat.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cPulau Tulang merupakan bagian dari peradaban Melayu. Potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki kawasan ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Karimun,\u201d ujarnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eIa menjelaskan bahwa pengembangan Pulau Tulang telah masuk dalam kajian pembangunan jangka panjang pemerintah daerah.<br \/>\u200e<br \/>\u200ePengembangan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang.<br \/>\u200e<br \/>\u200eSebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan pelabuhan di Pulau Tulang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka akses menuju kawasan tersebut yang selama ini terkendala kondisi pasang surut air laut.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cSelama ini masyarakat maupun pengunjung cukup kesulitan ketika hendak berlabuh saat air surut. Karena itu, Insya Allah pada tahun 2027 kita siapkan pelabuhan yang representatif agar akses menuju Pulau Tulang semakin mudah,\u201d jelasnya.<br \/>\u200e<br \/>\u200eBupati meyakini pengembangan Pulau Tulang akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Selat Gelam sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai daerah yang mampu memadukan pembangunan, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.<br \/>\u200e<br \/>\u200e\u201cDaerah yang maju bukanlah daerah yang melupakan sejarah dan budayanya. Kita ingin membangun masa depan tanpa meninggalkan jati diri. Karena itulah pembangunan Pulau Tulang harus menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali kebanggaan terhadap peradaban Melayu,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Syahid Bustomi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/wisata\/6a1c65abc50c5\/Bangun-Kawasan-Wisata-Kepulauan-Melalui-Konsep-Sejarah-dan-Budaya-Melayu\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wisata Bupati Karimun, Iskandarsyah, saat pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur\u2019an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam, di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13541,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/f6e71cccf9df-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13540"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13540\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}