{"id":13573,"date":"2026-06-01T12:50:19","date_gmt":"2026-06-01T12:50:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/01\/seblang-bakungan-kembali-digelar-pesona-ritual-osing-tarik-ribuan-wisatawan\/"},"modified":"2026-06-01T12:50:19","modified_gmt":"2026-06-01T12:50:19","slug":"seblang-bakungan-kembali-digelar-pesona-ritual-osing-tarik-ribuan-wisatawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/01\/seblang-bakungan-kembali-digelar-pesona-ritual-osing-tarik-ribuan-wisatawan\/","title":{"rendered":"Seblang Bakungan Kembali Digelar, Pesona Ritual Osing Tarik Ribuan Wisatawan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Budaya<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/01\/336fd028aef9.jpg\" alt=\"Seblang Bakungan Kembali Digelar, Pesona Ritual Osing Tarik Ribuan Wisatawan\"\/>\n            <\/div>\n<p>Penari Seblang Bakungan menari trance diiringi gending tradisional Osing. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013<\/b> Tradisi Seblang Bakungan kembali digelar oleh masyarakat Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Ritual adat yang telah diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun itu menjadi magnet bagi wisatawan selama libur panjang Idul Adha.<\/p>\n<p>Seblang merupakan tarian sakral yang dibawakan oleh perempuan pilihan dalam kondisi trance atau tidak sadar. Tahun ini, peran Seblang dijalankan oleh Isni (54), yang untuk ketiga kalinya dipercaya menjadi penari dalam ritual tersebut.&#13;\n<\/p>\n<p>Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap bulan Dzulhijah, tepatnya sepekan setelah Hari Raya Idul Adha. Bagi masyarakat setempat, Seblang menjadi bagian penting dari upaya menjaga warisan budaya leluhur.&#13;\n<\/p>\n<p>Rangkaian ritual diawali dengan kenduri bersama yang digelar di sepanjang jalan lingkungan Bakungan. Sebelum itu, warga melaksanakan salat Magrib dan salat hajat di masjid setempat untuk memanjatkan doa keselamatan serta kesejahteraan desa.&#13;\n<\/p>\n<p>Setelah doa bersama, masyarakat menggelar prosesi ider bumi dengan membawa oncor atau obor mengelilingi kampung. Suasana semakin khidmat ketika warga menikmati tumpeng dan pecel pithik secara bersama-sama di bawah cahaya obor.&#13;\n<\/p>\n<p>Puncak acara berlangsung saat penari Seblang memasuki kondisi trance. Dengan mata terpejam, Isni menari mengikuti alunan gending tradisional seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto yang dimainkan secara langsung.&#13;\n<\/p>\n<p>Atraksi budaya tersebut menarik perhatian ribuan pengunjung yang memadati lokasi. Tidak hanya wisatawan domestik, sejumlah wisatawan mancanegara juga terlihat menyaksikan ritual sakral tersebut.&#13;\n<\/p>\n<p>Salah satunya adalah wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai. Ia mengaku terkesan dengan keunikan tradisi yang belum pernah ditemuinya di daerah lain.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Unik. Penarinya paruh baya, dan sedang kehilangan kesadaran. Sangat tidak lazim, tapi justru ini yang membuat menarik. Saya belum pernah melihat seperti ini di tempat lain,&#8221; ujar Gergo Zalatnai.&#13;\n<\/p>\n<p>Kesan serupa disampaikan Riski, wisatawan asal Yogyakarta yang sengaja datang ke Banyuwangi untuk menyaksikan Seblang Bakungan.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Terkesan, terasa magisnya. Selain itu saya juga kagum dengan warga di sini yang gotong royong terus menggelar acara ini setiap tahunnya,&#8221; ucapnya.&#13;\n<\/p>\n<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi yang diyakini telah ada sejak tahun 1639 tersebut.&#13;\n<\/p>\n<p>Menurut Ipuk, pelestarian Seblang tidak hanya penting sebagai upaya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah perkembangan zaman.&#13;\n<\/p>\n<p>&#8220;Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi. Ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga,&#8221; urainya.&#13;\n<\/p>\n<p>Di Banyuwangi, tradisi Seblang masih lestari di dua wilayah, yakni Kelurahan Bakungan dan Desa Olehsari. Keduanya memiliki ciri khas berbeda, baik dari waktu pelaksanaan maupun sosok penarinya.&#13;\n<\/p>\n<p>Seblang Bakungan digelar setiap bulan Dzulhijah dengan penari perempuan berusia paruh baya. Sementara Seblang Olehsari dilaksanakan setelah Idul Fitri dan dibawakan oleh penari yang masih berusia muda. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/budaya\/6a1d7ecbeeaf7\/Seblang-Bakungan-Kembali-Digelar-Pesona-Ritual-Osing-Tarik-Ribuan-Wisatawan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budaya Penari Seblang Bakungan menari trance diiringi gending tradisional Osing. (Foto: Istimewa). BERITA PLUS, BANYUWANGI&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13574,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/336fd028aef9-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13573"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13573\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}