{"id":13621,"date":"2026-06-02T10:20:55","date_gmt":"2026-06-02T10:20:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/02\/pemkab-karimun-terima-penghargaan-revitalisasi-bahasa-daerah-tahun-2026-dari-mendikdasmen-ri\/"},"modified":"2026-06-02T10:20:55","modified_gmt":"2026-06-02T10:20:55","slug":"pemkab-karimun-terima-penghargaan-revitalisasi-bahasa-daerah-tahun-2026-dari-mendikdasmen-ri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/02\/pemkab-karimun-terima-penghargaan-revitalisasi-bahasa-daerah-tahun-2026-dari-mendikdasmen-ri\/","title":{"rendered":"Pemkab Karimun Terima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 Dari Mendikdasmen RI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Advertorial<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/02\/2cced472e883.jpg\" alt=\"Pemkab Karimun Terima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 Dari Mendikdasmen RI\"\/>\n            <\/div>\n<p>Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole (kanan), saat menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 dari Mendikdasmen RI, Abdul Mu&#8217;ti, di Depok, Jawa Barat, Senin (25\/5\/2026). (foto: Diskominfo Karimun)<\/p>\n<p>\u00a0\u00a0<br \/>BERITA PLUS, KARIMUN &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian\u00a0<br \/>budaya lokal, dengan mendapatkan kembali pengakuan tertinggi di tingkat nasional.\u00a0<\/p>\n<p>Hal tersebut menjadi langkah nyata yang konsisten sehingga menempatkan kabupaten yang \u00a0berjuluk Bumi Berazam ini sebagai model utama dalam penyelamatan\u00a0<br \/>warisan budaya bangsa.<\/p>\n<p>Sebagai bukti dari komitmen tersebut, Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, memenuhi undangan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu&#8217;ti, untuk\u00a0<br \/>menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026, di Depok, Jawa Barat, Senin (25\/5\/2026).<\/p>\n<p>Kabupaten Karimun tercatat meraih prestasi strategis dengan masuk dalam jajaran 27 daerah pilihan di\u00a0<br \/>Indonesia, yang terdiri dari 1 Gubernur dan 26 Bupati\/Wali Kota yang dinilai paling konsisten dalam menjaga dan menyelamatkan bahasa daerah di era digitalisasi.<\/p>\n<p>Keberhasilan ini bukan hanya pencapaian seremonial, melainkan sebuah pengakuan atas kebijakan berdampak luas yang diinisiasi oleh kepemimpinan daerah Karimun.<\/p>\n<p>Pemerintah Pusat melalui Mendikdasmen menilai, Pemkab Karimun memiliki keunggulan kompetitif yang sangat kuat karena berhasil mengunci aspek pelestarian bahasa melalui ketegasan regulasi struktural, bukan hanya imbauan normatif atau retorika belaka.<\/p>\n<p>Langkah konkret ini didorong secara progresif dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati Karimun Nomor:\u00a0<br \/>100.34\/DISDIKBUD\/0853\/2026, tentang Bahasa Melayu masuk dalam kurikulum pendidikan.<\/p>\n<p>Regulasi ini secara tegas mewajibkan penggunaan Bahasa Melayu\u00a0<br \/>sebagai Muatan Lokal (Mulok) di seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini\u00a0<br \/>(PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Karimun.<\/p>\n<p>\u201cPenghargaan dari Mendikdasmen ini merupakan wujud nyata dari kesadaran kolektif masyarakat, para\u00a0<br \/>pendidik, tokoh adat, dan pegiat budaya di Kabupaten Karimun. Ini adalah pembuktian bahwa komitmen visi &#8216;Karimun Berbudaya&#8217; yang diusung oleh Bupati bersama kami, bukanlah slogan usang, melainkan kerja nyata yang terstruktur,\u201d ujar Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Rocky mengingatkan pentingnya ketahanan budaya lokal bagi wilayah Karimun yang secara\u00a0<br \/>geografis, Kabupaten Karimun berada di posisi yang sangat strategis sekaligus menjadi beranda yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cBerada di garda terdepan, Kabupaten Karimun memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga keaslian budaya. Bahasa Melayu bukan hanya alat komunikasi sehari-hari, melainkan benteng kedaulatan identitas bangsa di tanah Melayu. Penghargaan nasional ini menjadi motivasi kuat Pemkab Karimun untuk memastikan bahwa di tengah gempuran budaya asing dan\u00a0<br \/>digitalisasi, ruh dan jati diri Bumi Berazam tidak akan pernah pudar,\u201d tegas Rocky.<\/p>\n<p>Diakatannya, tantangan terbesar dalam kebudayaan adalah resistensi generasi muda, pemerintah menyadari betul bagaimana cara membuat Generasi Z dan Generasi Alpha merasa bangga menggunakan bahasa ibunya sendiri di tengah kepungan tren globalisasi dan dominasi teknologi digital.<\/p>\n<p>Melalui intervensi regulasi di sekolah formal, Pemkab Karimun berupaya mendekonstruksi cara pengajaran tradisional, mereka ingin Bahasa Melayu kembali dinarasikan dengan cara yang adaptif, dinamis dan menyenangkan di dalam ruang kelas.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak ingin bahasa daerah hanya menjadi dokumen masa lalu di perpustakaan, ia harus tetap hidup\u00a0<br \/>secara alami di lisan anak-anak PAUD hingga SMP di seluruh pelosok Kabupaten Karimun. Oleh karena\u00a0<br \/>itu, ini akan terus dievaluasi agar upaya pelestarian berjalan efektif, sistematis, dan berkelanjutan,\u201d imbuh Rocky<\/p>\n<p>Keberhasilan Pemkab Karimun mempertahankan eksistensi bahasa dan budaya lokal berasal dari formula komprehensif yang disebut dengan Strategi Tiga Pilar Kebudayaan meliputi:<\/p>\n<p>\u2022 Jalur Struktural &amp; Akademik: Mengunci kurikulum Bahasa Melayu di sekolah-sekolah formal\u00a0<br \/>sebagai benteng pertahanan generasi muda melalui penerapan sistem pembelajaran yang\u00a0<br \/>efektif, terstruktur, dan aplikatif.<\/p>\n<p>\u2022 Jalur Sektoral &amp; Ekonomi: Mengaktivasi ruang publik melalui penyelenggaraan Festival Adat,\u00a0<br \/>tradisi lisan, permainan rakyat, serta percepatan perwujudan Kampung Budaya. Langkah ini\u00a0<br \/>sekaligus diproyeksikan sebagai motor penggerak ekonomi baru berbasis pariwisata budaya dan\u00a0<br \/>ekonomi kreatif (ekraf).<\/p>\n<p>\u2022 Jalur Komunal: Membangun sinergi inklusif berbasis konsep pentahelix yang melibatkan\u00a0<br \/>Pemerintah, Lembaga Adat Melayu (LAM), seniman, akademisi, media, dan komunitas lokal agar\u00a0<br \/>ekosistem budaya tetap hidup secara adaptif tanpa kehilangan nilai-nilai orisinalitasnya.<\/p>\n<p>Penghargaan nasional yang luar biasa yang tertuang dalam surat undangan resmi Mendikdasmen RI Nomor: 10498\/B\/MDM\/BS.00.02\/2026 ini, Pemkab Karimun langsung menetapkan langkah akselerasi ke depan guna memperluas dampak dari penghargaan ini.<\/p>\n<p>Pemerintah daerah telah menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun untuk memastikan implementasi penggunaan Bahasa Melayu berjalan 100 persen tanpa terkecuali di\u00a0<br \/>seluruh wilayah pulau se-Kabupaten Karimun, didukung oleh modul ajar yang inovatif dan menarik bagi para siswa.<\/p>\n<p>Di saat yang sama, Dinas Pariwisata juga didorong untuk mempercepat integrasi Kampung Budaya ke\u00a0<br \/>dalam kalender wisata resmi daerah, guna menarik minat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.<\/p>\n<p>Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa keharharmonisan petinggi di Pemkab Karimun berhasil menyandingkan pembangunan fisik dan ekonomi daerah dengan penguatan akar budaya lokal secara beriringan di tingkat nasional,<br \/>yang akan membawa Karimun siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Syahid Bustomi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/advertorial\/6a1e938021893\/Pemkab-Karimun-Terima-Penghargaan-Revitalisasi-Bahasa-Daerah-Tahun-2026-Dari-Mendikdasmen-RI\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Advertorial Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole (kanan), saat menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13622,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/2cced472e883-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13621"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13621\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13622"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}