{"id":13660,"date":"2026-06-03T08:55:30","date_gmt":"2026-06-03T08:55:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/03\/jeritan-pemilik-kios-pupuk-bojonegoro-terpaksa-langgar-het-demi-jatah-oknum\/"},"modified":"2026-06-03T08:55:30","modified_gmt":"2026-06-03T08:55:30","slug":"jeritan-pemilik-kios-pupuk-bojonegoro-terpaksa-langgar-het-demi-jatah-oknum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/03\/jeritan-pemilik-kios-pupuk-bojonegoro-terpaksa-langgar-het-demi-jatah-oknum\/","title":{"rendered":"Jeritan Pemilik Kios Pupuk Bojonegoro, Terpaksa Langgar HET Demi Jatah Oknum"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Peristiwa<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/03\/fd3f452772e1.jpg\" alt=\"Jeritan Pemilik Kios Pupuk Bojonegoro, Terpaksa Langgar HET Demi Jatah Oknum \"\/>\n            <\/div>\n<p>Ilustrasi (sumber:  Beritasatu.com\/Jejaring Suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p>BERITA PLUS, BOJONEGORO-Penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) marak terjadi di sejumlah kios resmi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. <\/p>\n<p>Praktik ilegal ini, diduga kuat terjadi karena adanya dugaan aliran dana segar setiap bulan yang mengalir ke oknum berseragam sebagai uang atensi.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengakuan salah satu pemilik kios resmi di Bojonegoro yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan bahwa pihak kios terpaksa menaikkan harga tebus pupuk kepada petani demi memenuhi setoran rutin tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Kami menjual pupuk di atas HET karena harus memberi jatah kepada oknum,&#8221; akui sumber tersebut Jumat (29\/05\/2026).<\/p>\n<p>Sumber lain yang mengetahui praktik ini juga membeberkan, bahwa nilai uang yang disetorkan ke oknum tersebut mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya. <\/p>\n<p>Demi menghindari jerat hukum, kata dia, transaksi dilakukan secara konvensional tanpa meninggalkan jejak administrasi.<\/p>\n<p>&#8220;Pemberian itu tanpa adanya alat bukti keuangan. Pastinya, dilakukan secara tunai dan rutin mengalir tiap bulan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Untuk mengelabui pengawas, dirinya juga kios lain memanipulasi laporan pembukuan. <\/p>\n<p>Selisih harga jual sebesar Rp 10.000 per sak diklaim di dalam laporan operasional sebagai biaya sewa tempat, upah buruh, atau biaya kegiatan tak terduga lain.<\/p>\n<p>Saat ini, kios resmi kedapatan menjual pupuk jenis Urea dan NPK Phonska secara merata seharga Rp 100.000 per sak (50 kg). Padahal, aturan HET menetapkan harga satu sak Urea adalah Rp 90.000 dan NPK Phonska sebesar Rp 92.000.<\/p>\n<p>&#8220;Itu hanya siasat kelola pembukuan saja, sejatinya mau tidak mau uang itu dikeluarkan sebagai jatah atensi,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Para pemilik kios sebenarnya mengaku tertekan dengan skema pungutan liar ini. Mereka lebih memilih berjualan dengan harga normal, demi kenyamanan bisnis dan membantu meringankan beban sektor pertanian lokal.<\/p>\n<p>&#8220;Andaikata bisa memilih, kami bakal jual sesuai aturan pemerintah. Ini sudah berlangsung lama. Kalau kami bersikeras jualan sesuai aturan (tanpa memberi atensi), pasti nanti dicari-cari kesalahannya,&#8221; keluh pemilik kios.<\/p>\n<p>Hal senada juga disampaikan oleh satu kios resmi wilayah bagian timur juga mewanti wanti nama maupun kiosnya jangan disebutkan, bila itupun berlaku pada kios di wilayah kecamatanya.<\/p>\n<p>&#8220;Apa yang disampaikan teman kios itu memang benar adanya, dan jika kami bisa memilih, maka akan memilih menjual sesuai HET, tapi apa daya kami,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Terpisah Kepala DKPP Zaenal Fanani dikonfirmasi melalui pesan WahtsApp perihal adanya keluhan dari kios resmi mengenai alasan penjualan diatas HET memberi jawaban singkat.<\/p>\n<p>&#8220;Saya cek dahulu,&#8221; jawabnya singkat Sabtu (30\/05\/26).<\/p>\n<p>Dilain tempat, AKP Karyoto Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp sangat berharap adanya data spesifik nama kios, pemilik serta alamatnya.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila ada, bakal ditindak lanjuti dengan laksanakan operasi gabungan bersama dinas terkait,&#8221; ujarnya Rabu (03\/06\/26).<\/p>\n<p>&#8220;Atau, bisa dilaporkan melalui call center 110 maupun melalui WA 081333662227 matur pak Kapolres,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Kasus dugaan pungli ini ironis mengingat Kabupaten Bojonegoro pada tahun anggaran 2026 ini menerima peningkatan kuota pupuk subsidi yang cukup besar.<\/p>\n<p>Rinciannya, meliputi 63.213 ton Urea, 53.015 ton NPK Phonska, 13.948 ton pupuk Organik, dan 1 ton pupuk ZA.<\/p>\n<p>Tata kelola dan pengawasan pupuk bersubsidi nasional sendiri saat ini diperketat melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Permentan Nomor 15 Tahun 2025.<\/p>\n<p>Berdasarkan regulasi tersebut, HET pupuk subsidi yang berlaku resmi di tingkat pengecer meliputi:<\/p>\n<p>Pupuk Urea: Rp 1.800\/kg (Rp 90.000\/sak)<\/p>\n<p>Pupuk NPK Phonska: Rp 1.840\/kg (Rp 92.000\/sak)<\/p>\n<p>Pupuk ZA: Rp 1.360\/kg (Rp 68.000\/sak)<\/p>\n<p>Pupuk Organik: Rp 640\/kg (Rp 32.000\/sak)<\/p>\n<p>Pupuk NPK Khusus Kakao: Rp 2.640\/kg.<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Aji Susanto<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/6a1f9f3d3aa2a\/Jeritan-Pemilik-Kios-Pupuk-Bojonegoro-Terpaksa-Langgar-HET-Demi-Jatah-Oknum\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peristiwa Ilustrasi (sumber: Beritasatu.com\/Jejaring Suaraindonesia.co.id) BERITA PLUS, BOJONEGORO-Penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/fd3f452772e1-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13660"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13660\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}