{"id":13668,"date":"2026-06-03T11:20:06","date_gmt":"2026-06-03T11:20:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/03\/nenek-pemilik-toko-di-banyuwangi-terkecoh-uang-mainan-pecahan-rp20-ribu\/"},"modified":"2026-06-03T11:20:06","modified_gmt":"2026-06-03T11:20:06","slug":"nenek-pemilik-toko-di-banyuwangi-terkecoh-uang-mainan-pecahan-rp20-ribu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/03\/nenek-pemilik-toko-di-banyuwangi-terkecoh-uang-mainan-pecahan-rp20-ribu\/","title":{"rendered":"Nenek Pemilik Toko di Banyuwangi Terkecoh Uang Mainan Pecahan Rp20 Ribu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/03\/a6ed423a56c0.jpg\" alt=\"Nenek Pemilik Toko di Banyuwangi Terkecoh Uang Mainan Pecahan Rp20 Ribu\"\/>\n            <\/div>\n<p>Uang mainan yang digunakan pelaku untuk berbelanja. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013<\/b> Seorang perempuan lanjut usia di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, menjadi korban dugaan penipuan setelah menerima belasan lembar uang mainan yang diserahkan seorang pembeli saat bertransaksi di tokonya.<\/p>\n<p>Korban yang dikenal sebagai Mbah Kawet itu mengalami kerugian sebesar Rp220 ribu. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (1\/6\/2026) ketika korban melayani seorang pria yang membeli sejumlah barang di toko miliknya.&#13;\n<\/p>\n<p>Cucu korban, Bagus Prayogo, mengatakan neneknya tidak menyadari uang yang diterima bukan uang asli karena bentuknya menyerupai uang pecahan Rp20 ribu yang masih baru.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cPas saya pulang istirahat ke toko, baru mengetahui kalau itu uang mainan. Namanya juga mbah-mbah, dikira uang baru dari bank,\u201d kata Bagus, Rabu (3\/6\/2026).&#13;\n<\/p>\n<p>Menurut Bagus, pelaku datang dengan penampilan rapi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Saat itu, pelaku membeli beberapa barang, di antaranya sepatu dan rokok.&#13;\n<\/p>\n<p>Setelah transaksi selesai, pelaku menyerahkan 11 lembar uang yang sekilas tampak seperti uang asli. Korban kemudian menerima uang tersebut tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.&#13;\n<\/p>\n<p>Belakangan diketahui bahwa uang yang digunakan untuk membayar barang belanjaan itu merupakan uang mainan. Pada bagian tertentu terdapat tulisan kecil yang menunjukkan bahwa uang tersebut bukan alat pembayaran yang sah.&#13;\n<\/p>\n<p>Bagus menduga pelaku sengaja memanfaatkan kondisi korban yang sudah berusia lanjut untuk melancarkan aksinya. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah kembali ke toko pada jam istirahat.&#13;\n<\/p>\n<p>Ia juga menyebut toko milik neneknya sebenarnya telah dilengkapi kamera pengawas. Namun saat kejadian berlangsung, perangkat CCTV dalam kondisi tidak aktif sehingga tidak merekam aktivitas pelaku.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cKalau CCTV sebenarnya ada, tapi kebetulan saat itu tidak aktif,\u201d ujarnya.&#13;\n<\/p>\n<p>Bagus berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan mengingatkan para pemilik usaha untuk lebih teliti saat menerima pembayaran tunai dari pelanggan.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cSemoga masyarakat lebih waspada supaya tidak ada korban berikutnya,\u201d harapnya.&#13;\n<\/p>\n<p>Terpisah, Kapolsek AKP Eko Darmawan membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan tersebut.&#13;\n<\/p>\n<p>Menurutnya, polisi telah melakukan langkah penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Pihak kepolisian juga memastikan kamera pengawas di lokasi memang tidak berfungsi sejak sekitar dua pekan sebelum kejadian.&#13;\n<\/p>\n<p>\u201cUntuk pelaku masih kami laksanakan penyelidikan,\u201d ujar Eko. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Mahrus Sholih<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a200de0f1adb\/Nenek-Pemilik-Toko-di-Banyuwangi-Terkecoh-Uang-Mainan-Pecahan-Rp20-Ribu\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Uang mainan yang digunakan pelaku untuk berbelanja. (Foto: Istimewa). BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 Seorang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13669,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/a6ed423a56c0-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13668"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13668\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}