{"id":13745,"date":"2026-06-04T13:51:37","date_gmt":"2026-06-04T13:51:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/04\/limbah-tambak-udang-modern-di-pesisir-gresik-utara-cemari-lingkungan-dlh-gresik-temukan-pelanggaran\/"},"modified":"2026-06-04T13:51:37","modified_gmt":"2026-06-04T13:51:37","slug":"limbah-tambak-udang-modern-di-pesisir-gresik-utara-cemari-lingkungan-dlh-gresik-temukan-pelanggaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/04\/limbah-tambak-udang-modern-di-pesisir-gresik-utara-cemari-lingkungan-dlh-gresik-temukan-pelanggaran\/","title":{"rendered":"Limbah Tambak Udang Modern di Pesisir Gresik Utara Cemari Lingkungan, DLH Gresik Temukan Pelanggaran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/04\/e21e492245a6.jpg\" alt=\"Limbah Tambak Udang Modern di Pesisir Gresik Utara Cemari Lingkungan, DLH Gresik Temukan Pelanggaran\"\/>\n            <\/div>\n<p>Petugas DLH Kabupaten Gresik saat melakukan verifikasi lapangan (Verlap) di lokasi pembuangan limbah tambak udang di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. (Foto: Rifki\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, GRESIK &#8211; <\/b>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menemukan pelanggaran terkait limbah dari aktivitas tambak udang modern di wilayah Pesisir Utara Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah.<\/p>\n<p>Adapun limbah ini dibuang ke aliran sungai hingga mengeluarkan bau menyengat dan membunuh habitat ikan yang menjadi mata pencaharian masyarakat nelayan.<\/p>\n<p>Temuan pelanggaran tersebut terungkap setelah petugas penegak peraturan lingkungan turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan (Verlap) dan mengambil sampling limbah kemudian melakukan uji laboratorium beberapa hari lalu.<\/p>\n<p>Setelah uji laboratorium keluar, petugas menyatakan bahwa terdapat pelanggaran dalam mekanisme pembuangan limbah yang berakibat pencemaran lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cAda parameter yang melebihi baku mutu. Akan kami dalami lebih lanjut,\u201d kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Jauzi saat dikonfirmasi, Kamis (4\/6\/2026).<\/p>\n<p>Jauzi menegaskan, petugas DLH Gresik tidak akan bertindak tegas dan tidak akan segan-segan memberikan sanksi bagi para pelaku usaha yang melanggar aturan, apalagi hingga berdampak terhadap pencemaran lingkungan bahkan mempengaruhi ekosistem biota laut yang menjadi lahan mata pencaharian masyarakat nelayan. <\/p>\n<p>Karena itu DLH Gresik dalam hal ini segera memanggil pemilik usaha tambak udang modern di wilayah Pesisir Utara tepatnya di di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah.<\/p>\n<p>\u201cSelanjutnya nanti akan kami lakukan pemanggilan ke yang bersangkutan (pemilik usaha tambak udang modern, red) untuk penindakan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan warga di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik dibuat resah dengan tambak udang yang diduga melakukan pelanggaran serius. <\/p>\n<p>Limbah dari aktivitas tambak modern tersebut dibuang ke aliran sungai hingga mengeluarkan bau menyengat dan membunuh habitat ikan yang menjadi mata pencaharian masyarakat nelayan.<\/p>\n<p>Penelusuran di lokasi, aktivitas pembuangan limbah dari hasil endapan air tambak vaname tersebut berlangsung sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Limbah itu dibuang melalui pintu air yang terhubung dengan laut. <\/p>\n<p>Kuat dugaan aktivitas pembuangan limbah tambak udang vaname tersebut tidak menggunakan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), namun langsung dibuang. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rifki Ahmad<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a21739b98f7c\/Limbah-Tambak-Udang-Modern-di-Pesisir-Gresik-Utara-Cemari-Lingkungan-DLH-Gresik-Temukan-Pelanggaran\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Petugas DLH Kabupaten Gresik saat melakukan verifikasi lapangan (Verlap) di lokasi pembuangan limbah tambak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13746,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6.jpg",750,500,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6.jpg",640,427,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6.jpg",640,427,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6.jpg",750,500,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6.jpg",750,500,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6.jpg",750,500,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6.jpg",750,500,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6.jpg",750,500,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/e21e492245a6-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13745"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13745\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}