{"id":13851,"date":"2026-06-07T09:57:33","date_gmt":"2026-06-07T09:57:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/07\/pemuda-pancasila-cilacap-dan-pt-eds-gelar-khitanan-massal-untuk-100-anak\/"},"modified":"2026-06-07T09:57:33","modified_gmt":"2026-06-07T09:57:33","slug":"pemuda-pancasila-cilacap-dan-pt-eds-gelar-khitanan-massal-untuk-100-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/07\/pemuda-pancasila-cilacap-dan-pt-eds-gelar-khitanan-massal-untuk-100-anak\/","title":{"rendered":"Pemuda Pancasila Cilacap dan PT EDS Gelar Khitanan Massal untuk 100 Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Kesehatan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/07\/10330e34cf5b.jpg\" alt=\"Pemuda Pancasila Cilacap dan PT EDS Gelar Khitanan Massal untuk 100 Anak\"\/>\n            <\/div>\n<p>Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cilacap Rio Aditya saat meninjau prosesi khitanan massal di halaman kantor PT EDS di Desa Karangkandri, Kesugihan, Cilacap. (Foto: dok. Suara Indonesia)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"><b>BERITA PLUS, CILACAP &#8211; <\/b>Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Cilacap menggelar khitanan massal, Minggu (7\/6\/2026). Kegiatan bakti sosial kali ini, bekerja sama dengan PT Eclander Duta Sarana (EDS).<\/span><\/p>\n<p>Adapun kegiatan di halaman kantor PT EDS di Desa Karangkandri, Kesugihan ini, diikuti 100 anak kurang mampu.<\/p>\n<p>Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cilacap Rio Aditya mengungkap kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun ini.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Ini kegiatan sosial kami pemuda pancasila yang keempat, dan rutin dilakukan setiap tahunnya atau setahun sekali,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Rio mengaku sebelumnya khitanan massal telah diagendakan pada awal Juni kemarin. Namun lantaran adanya kegiatan tes di  sekolah, terdapat perubahan jadwal kegiatan.<\/p>\n<p>&#8220;Sebelumnya kegiatan ini kami rencanakan pada tanggal 1 Juni kemarin, namun kami undur pada tanggal 7 Juni mengingat anak-anak sedang mengikuti tes kenaikan kelas di sekolah masing-masing,&#8221; ungkap Rio.<\/p>\n<p>&#8220;Dan alhamdulillah hari ini bisa terlaksana dengan baik, dan berjalan dengan lancar. Anak-anak saya lihat juga antusias sekali mengikuti khitanan massal ini,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Sementara untuk peserta khitanan massal 80 persen berasal dari wilayah Kabupaten Cilacap, dan sisanya 20 persen dari luar Cilacap.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, panitia penyelenggara sendiri tidak membatasi usia peserta khitanan massal tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Yang ikut khitan tadi mulai usia dua tahun hingga belasan tahun, artinya tidak kami batasi,&#8221; ungkap Ketua Pemuda Pancasila Cilacap.<\/p>\n<p>Dalam khitanan massal ini, delapan orang tenaga medis profesional dari wilayah Kabupaten Cilacap dilibatkan.<\/p>\n<p>&#8220;Tenaga medis ini dari paguyuban, mereka ahli serta profesional dalam urusan khitan,&#8221; ujar pengusaha muda sukses yang akrab disapa Bos Rio ini.<\/p>\n<p>Selain mendapatkan pelayanan jasa sunat gratis oleh tenaga medis profesional, para peserta khitanan massal ini, mereka juga memperoleh sejumlah fasilitas menarik seperti tas sekolah hingga uang saku.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berikan souvenir berupa tas untuk mereka sekolah dan uang saku. Semoga dapat bermanfaat,&#8221; beber Bos Rio.<\/p>\n<p>&#8220;Dan kami selaku panitia penyelenggara menyampaikan terima kasih, khususnya kepada seluruh orang tua peserta yang telah mengizinkan anaknya mengikuti kegiatan ini,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan selain membantu meringankan beban keluarga yang kurang mampu, juga mewujudkan generasi masa depan yang sehat. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Satria Galih Saputra<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/kesehatan\/6a253f74f0ac2\/Pemuda-Pancasila-Cilacap-dan-PT-EDS-Gelar-Khitanan-Massal-untuk-100-Anak\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesehatan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cilacap Rio Aditya saat meninjau prosesi khitanan massal di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13852,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-13851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/10330e34cf5b-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13851\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}