{"id":14339,"date":"2026-06-17T14:43:27","date_gmt":"2026-06-17T14:43:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/17\/perbakin-jatim-susun-strategi-rebut-kembali-tahta-menembak-nasional\/"},"modified":"2026-06-17T14:43:27","modified_gmt":"2026-06-17T14:43:27","slug":"perbakin-jatim-susun-strategi-rebut-kembali-tahta-menembak-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/17\/perbakin-jatim-susun-strategi-rebut-kembali-tahta-menembak-nasional\/","title":{"rendered":"Perbakin Jatim Susun Strategi Rebut Kembali Tahta Menembak Nasional"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Jefri Hadi <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>17 June 2026 | 21:06<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 26 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/17\/0b2ae096c3f4.jpg\" alt=\"Perbakin Jatim Susun Strategi Rebut Kembali Tahta Menembak Nasional\"\/>\n            <\/div>\n<p>Musyawarah Provinsi (Musprov) Perbakin Jawa Timur periode 2026\u20132030 di Surabaya, Rabu (17\/6\/2026). (Foto: Yulian\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">BERITA PLUS, SURABAYA &#8211;<\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Penurunan prestasi cabang olahraga menembak Jawa Timur dalam beberapa edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi alarm serius bagi Perbakin Jatim.\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">Setelah pernah meraih sembilan medali emas pada PON 2012 di Kalimantan Timur, perolehan emas terus menurun hingga tersisa satu medali.<\/span><\/p>\n<p>Kondisi itu kini dijawab melalui konsolidasi organisasi, pemetaan nomor pertandingan, regenerasi atlet dan pelatih, serta penerapan sport science untuk merebut kembali posisi Jawa Timur sebagai kekuatan utama menembak nasional.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Perbakin Jawa Timur periode 2026\u20132030 di Surabaya, Rabu (17\/6\/2026).<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Dalam Musprov itu, menetapkan Wibisono Poespitohadi sebagai ketua umum terpilih secara aklamasi.<\/span><\/p>\n<p>Wibisono menegaskan amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan olahraga menembak Jawa Timur.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, provinsi ini memiliki modal besar berupa 38 pengurus kabupaten dan kota yang menjadi basis pembinaan atlet di berbagai daerah.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan kemenangan pribadi. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk membawa Perbakin Jawa Timur kembali berjaya dan menjadi kekuatan utama olahraga menembak nasional,\u201d ujar Wibisono.<\/p>\n<p>Sebagai langkah awal, Perbakin Jatim akan memperluas akses olahraga menembak bagi masyarakat, terutama kalangan pelajar, melalui regulasi yang memungkinkan penggunaan peralatan yang lebih terjangkau sesuai ketentuan organisasi.<\/p>\n<p>Selain itu, sebutnya kompetisi berjenjang dan terstandarisasi akan digelar secara rutin di berbagai daerah sebagai sarana pencarian bakat sekaligus pemetaan kemampuan atlet.<\/p>\n<p>&#8220;Perbakin Jatim juga akan menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan kalangan akademisi untuk menerapkan pendekatan sport science dalam proses identifikasi, pemantauan, dan pengembangan atlet,&#8221; ungkap Wibisono.<\/p>\n<p>Menurutnya regenerasi atlet junior berbasis sekolah akan diperkuat agar setiap kabupaten dan kota memiliki sumber atlet muda yang siap dibina menuju level prestasi yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Disebutkannya, Musprov yang dihadiri 33 pengurus kabupaten dan kota tersebut menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen organisasi.\u00a0<\/p>\n<p>Dengan pemetaan nomor yang lebih akurat, kompetisi rutin, regenerasi atlet dan pelatih, serta penerapan sport science, Perbakin Jatim menargetkan tidak hanya kembali menjadi juara nasional, tetapi juga melahirkan atlet-atlet berkelas dunia.<\/p>\n<p>\u201cJawa Timur memiliki lumbung talenta yang sangat besar. Potensi ini harus dikelola secara terstruktur dan merata agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,&#8221; tutur Wibisono<\/p>\n<p>Perbakin Jatim menargetkan ke depan bukan hanya kembali menjadi juara nasional, tetapi juga melahirkan atlet-atlet berkelas dunia yang mampu mengharumkan nama Indonesia.<\/p>\n<p>Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, mengatakan persiapan menuju PON sudah dimulai melalui identifikasi nomor-nomor pertandingan yang akan ditetapkan Pengurus Besar PON. Jawa Timur, kata dia, berupaya mengikuti seluruh nomor yang nantinya resmi dipertandingkan.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah mulai mengidentifikasi nomor-nomor yang akan dipertandingkan. Prinsipnya, Jawa Timur akan berusaha mengikuti seluruh nomor yang ditetapkan PB PON,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Nabil menilai Jawa Timur memiliki keuntungan karena masih memiliki waktu persiapan yang cukup panjang. Menurutnya, Perbakin Jatim tidak memulai dari nol karena telah memiliki atlet-atlet berbakat yang aktif mengikuti kejuaraan regional maupun nasional.<\/p>\n<p>Untuk menjaga ritme kompetisi dan mempercepat seleksi atlet, ia mengusulkan sedikitnya empat kejuaraan digelar setiap tahun.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum Perbakin Jawa Timur periode sebelumnya, Istu Hari Subagio, menilai Musprov kali ini menjadi titik awal perjuangan besar menuju PON di Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan bahwa Jawa Timur pernah menjadi kekuatan dominan olahraga menembak nasional dengan raihan sembilan emas, tiga perak, dan satu perunggu pada PON XVIII.<\/p>\n<p>Namun, menurutnya, tren prestasi terus menurun sehingga perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan strategi perebutan medali.\u00a0<\/p>\n<p>Istu menilai peluang Jawa Timur pada PON mendatang justru terbuka lebih lebar karena jumlah cabang dan nomor pertandingan diproyeksikan meningkat dari sekitar 40 menjadi 58 cabang olahraga.<\/p>\n<p>\u201cBertambahnya cabang dan nomor pertandingan harus dibaca sebagai peluang. Karena itu, strategi kami adalah memetakan nomor-nomor yang paling memungkinkan menghasilkan medali bagi atlet Jawa Timur,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan hasil evaluasi PON sebelumnya menunjukkan masih terdapat nomor-nomor potensial yang luput dipersiapkan secara optimal.\u00a0<\/p>\n<p>Pada PON Aceh, misalnya disebut terdapat sekitar 15 nomor emas tertentu yang hanya diikuti empat provinsi, tetapi Jawa Timur gagal memanfaatkan peluang tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKami kecolongan membaca peluang. Padahal, kalau dipersiapkan sejak awal, Jawa Timur memiliki banyak penembak potensial yang mampu bersaing,\u201d kata Istu.<\/p>\n<p>Selain pembinaan atlet, Istu menekankan pentingnya regenerasi pelatih. Tahun lalu Perbakin Jatim mengirim 10 kader pelatih mengikuti pelatihan nasional yang melibatkan instruktur asing guna meningkatkan kualitas pembinaan di daerah.<\/p>\n<p>\u201cRegenerasi harus berjalan di dua sisi, atlet dan pelatih. Sepuluh kader pelatih sudah kami kirim untuk mendapatkan pelatihan langsung dari pelatih-pelatih asing,\u201d ujar Istu.<\/p>\n<p>Ia juga mengungkapkan bahwa pada masa sebelumnya sekitar 70 hingga 80 persen atlet menembak Jawa Timur berasal dari unsur TNI.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Mendatang, Perbakin ingin memperluas basis pembinaan dengan menjaring lebih banyak atlet sipil melalui kejuaraan berjenjang di daerah,&#8221; pungkas Istu. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a32a0494d927\/Perbakin-Jatim-Susun-Strategi-Rebut-Kembali-Tahta-Menembak-Nasional\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jefri Hadi &#8211; 17 June 2026 | 21:06 &#8211; Dibaca 26 kali News Musyawarah Provinsi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14340,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-14339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4.jpg",1280,720,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4.jpg",1280,720,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4.jpg",1280,720,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/0b2ae096c3f4-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14339\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}