{"id":14597,"date":"2026-06-23T04:10:34","date_gmt":"2026-06-23T04:10:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/23\/pemkab-sumenep-gelontorkan-rp-21-miliar-untuk-perkuat-budidaya-tembakau\/"},"modified":"2026-06-23T04:10:34","modified_gmt":"2026-06-23T04:10:34","slug":"pemkab-sumenep-gelontorkan-rp-21-miliar-untuk-perkuat-budidaya-tembakau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/23\/pemkab-sumenep-gelontorkan-rp-21-miliar-untuk-perkuat-budidaya-tembakau\/","title":{"rendered":"Pemkab Sumenep Gelontorkan Rp 2,1 Miliar untuk Perkuat Budidaya Tembakau"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pelayanan Publik<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/22\/420597410988.jpg\" alt=\"Pemkab Sumenep Gelontorkan Rp 2,1 Miliar untuk Perkuat Budidaya Tembakau\"\/>\n            <\/div>\n<p>Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid. (Foto: Wildan\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, SUMENEP \u2013<\/b> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian tembakau.<\/p>\n<p>Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), bantuan benih tembakau disalurkan kepada 20 kelompok tani pada tahun 2026 dengan dukungan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).<\/p>\n<p>Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mempertahankan eksistensi komoditas tembakau sebagai sektor unggulan yang selama ini berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.<\/p>\n<p>Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa distribusi bantuan benih telah dilaksanakan sekitar satu bulan lalu kepada kelompok tani penerima yang tersebar di berbagai kecamatan.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, salah satu alokasi DBHCHT tahun 2026 kami fokuskan untuk bantuan benih tembakau kepada kelompok tani,\u201d kata Rasyid.<\/p>\n<p>Menurutnya, dukungan melalui bantuan benih merupakan langkah penting untuk menjaga produktivitas lahan tembakau sekaligus membantu petani memperoleh bahan tanam yang berkualitas pada musim tanam tahun ini.<\/p>\n<p>Dalam program tersebut, DKPP tetap mempertahankan penggunaan varietas Prancak-95 atau M95 yang selama ini dikenal luas sebagai varietas unggulan khas Sumenep. Benih tersebut dinilai memiliki karakteristik yang sesuai dengan kondisi agroklimat daerah dan telah terbukti mampu menghasilkan kualitas tembakau yang kompetitif.<\/p>\n<p>Selain fokus pada kualitas benih, pemerintah daerah juga menerapkan prinsip pemerataan dalam penyaluran bantuan. Hampir seluruh kecamatan yang memiliki potensi budidaya tembakau mendapat kesempatan yang sama untuk mengakses program tersebut melalui kelompok tani penerima manfaat.<\/p>\n<p>Kebijakan itu diharapkan dapat memperkuat sentra-sentra produksi tembakau di berbagai wilayah, sehingga pertumbuhan sektor pertanian tidak hanya terpusat pada daerah tertentu, tetapi dapat dirasakan secara lebih luas oleh petani di Kabupaten Sumenep.<\/p>\n<p>Melalui pemanfaatan dana DBHCHT, PIHAKNYA menargetkan peningkatan produktivitas dan mutu hasil panen tembakau. <\/p>\n<p>Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga sektor pertanian tetap menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah.<\/p>\n<p>\u201cPrancak-95 merupakan varietas unggulan yang sudah lama menjadi identitas tembakau Sumenep,\u201d tandas Rasyid. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Wildan Mukhlishah Sy<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pelayanan-publik\/6a39f9099a416\/Pemkab-Sumenep-Gelontorkan-Rp-21-Miliar-untuk-Perkuat-Budidaya-Tembakau\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelayanan Publik Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid. (Foto: Wildan\/suaraindonesia.co.id) BERITA PLUS, SUMENEP \u2013 Pemerintah Kabupaten&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14598,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-14597","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/420597410988-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14597"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14597\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}