{"id":14785,"date":"2026-06-27T03:01:07","date_gmt":"2026-06-27T03:01:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/27\/jangan-tunggu-ketapang-gilimanuk-lumpuh-gapasdap-desak-presiden-percepat-pembangunan-infrastruktur-pelabuhan\/"},"modified":"2026-06-27T03:01:07","modified_gmt":"2026-06-27T03:01:07","slug":"jangan-tunggu-ketapang-gilimanuk-lumpuh-gapasdap-desak-presiden-percepat-pembangunan-infrastruktur-pelabuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/27\/jangan-tunggu-ketapang-gilimanuk-lumpuh-gapasdap-desak-presiden-percepat-pembangunan-infrastruktur-pelabuhan\/","title":{"rendered":"Jangan Tunggu Ketapang-Gilimanuk Lumpuh, GAPASDAP Desak Presiden Percepat Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/26\/c727c4b531ac.jpg\" alt=\"Jangan Tunggu Ketapang-Gilimanuk Lumpuh, GAPASDAP Desak Presiden Percepat Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan\"\/>\n            <\/div>\n<p>Antrean Ketapang-Gilimanuk, GAPASDAP nilai perlu solusi infrastruktur jangka panjang. (Foto: Dok. suaraindonesia.co.id).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI &#8211;<\/b> DPP Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mempercepat pembangunan infrastruktur penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk. Mereka menilai kepadatan kendaraan yang terus terjadi telah menjadi persoalan struktural yang tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah musiman.<\/p>\n<p>Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo mengatakan, kemacetan di jalur penyeberangan Jawa-Bali telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, distribusi logistik, hingga sektor pariwisata. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir terdapat empat warga dengan kondisi kritis yang harus dirujuk ke Situbondo akibat terhambat kemacetan.<\/p>\n<p>&#8220;Persoalan utama Ketapang-Gilimanuk saat ini bukan lagi kekurangan kapal. Persoalan utamanya adalah kapasitas infrastruktur pelabuhan yang sudah tidak mampu mengikuti pertumbuhan kendaraan dan armada kapal,&#8221; kata Khoiri dalam siaran pers, Jumat (26\/6\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Khoiri, selama ini solusi yang kerap diambil setiap kali terjadi antrean kendaraan adalah menambah jumlah kapal atau menghadirkan kapal dengan kapasitas lebih besar. Padahal, langkah tersebut dinilai tidak akan efektif apabila kapasitas dermaga dan pelabuhan tidak ikut ditingkatkan.<\/p>\n<p>Saat ini terdapat sekitar 56 kapal yang siap melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk. Namun keterbatasan jumlah dan kapasitas dermaga menyebabkan banyak kapal harus menunggu giliran sandar sehingga produktivitas armada menurun dan antrean kendaraan di darat semakin panjang.<\/p>\n<p>&#8220;Menambah kapal tanpa menambah kapasitas dermaga ibarat menambah jumlah pesawat tanpa menambah landasan pacu. Armada bertambah, tetapi kapasitas pelayanan tidak berubah secara signifikan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>GAPASDAP juga menyoroti kondisi infrastruktur pelabuhan yang dinilai belum memadai. Sejumlah dermaga masih menggunakan tipe LCM yang tidak lagi ideal untuk melayani kapal motor penumpang modern. Selain itu, pelabuhan juga belum memiliki breakwater dan kolam pelabuhan yang memadai sehingga operasional kapal sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan gelombang.<\/p>\n<p>Di sisi lain, GAPASDAP mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan sejumlah fasilitas pelabuhan, termasuk pembangunan Dermaga LCM, MB III, MB IV, hingga rencana pembangunan jembatan penghubung menuju Dermaga Bulusan.<\/p>\n<p>Namun, Dermaga Bulusan saat ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena dua dolphin sandar mengalami kerusakan dan satu lainnya dalam kondisi kurang baik sehingga kapal tidak dapat bersandar dengan aman.<\/p>\n<p>Khoiri menambahkan, kekhawatiran akan semakin meningkat seiring pembangunan jalan tol menuju kawasan Ketapang yang diperkirakan akan mempercepat arus kendaraan menuju pelabuhan.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila kapasitas pelabuhan tidak segera ditingkatkan, maka titik kemacetan akan berpindah ke kawasan pelabuhan dan jalan nasional yang digunakan masyarakat. Ini dapat berpotensi menjadi bom waktu transportasi nasional,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Karena itu, GAPASDAP kembali mendesak pemerintah segera membangun dermaga baru, merehabilitasi fasilitas yang rusak, membangun breakwater, memperluas kolam pelabuhan, menambah area penyangga kendaraan (buffer zone), serta meningkatkan kapasitas pelabuhan secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Selain meminta dukungan DPR RI, GAPASDAP juga berharap Presiden Republik Indonesia memimpin langsung percepatan pembangunan infrastruktur penyeberangan sebagai bagian dari infrastruktur strategis nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Operator telah membangun kapal. Kini saatnya negara membangun pelabuhannya. Ketapang-Gilimanuk bukan hanya urat nadi transportasi Jawa-Bali, tetapi juga gerbang utama distribusi logistik menuju Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,&#8221; tegas Khoiri. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a3f3b84a2b7a\/Jangan-Tunggu-Ketapang-Gilimanuk-Lumpuh-GAPASDAP-Desak-Presiden-Percepat-Pembangunan-Infrastruktur-Pelabuhan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Antrean Ketapang-Gilimanuk, GAPASDAP nilai perlu solusi infrastruktur jangka panjang. (Foto: Dok. suaraindonesia.co.id). BERITA PLUS,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14786,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-14785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/c727c4b531ac-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14785"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14785\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}