{"id":14809,"date":"2026-06-27T16:47:45","date_gmt":"2026-06-27T16:47:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/27\/foufo-mendarat-di-madura-kisah-anak-pemulung-berjuang-menghajikan-ibunya-jadi-jantung-cerita\/"},"modified":"2026-06-27T16:47:45","modified_gmt":"2026-06-27T16:47:45","slug":"foufo-mendarat-di-madura-kisah-anak-pemulung-berjuang-menghajikan-ibunya-jadi-jantung-cerita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/06\/27\/foufo-mendarat-di-madura-kisah-anak-pemulung-berjuang-menghajikan-ibunya-jadi-jantung-cerita\/","title":{"rendered":"FOUFO Mendarat di Madura, Kisah Anak Pemulung Berjuang Menghajikan Ibunya Jadi Jantung Cerita"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/27\/d421a2cb84c3.jpg\" alt=\"FOUFO Mendarat di Madura, Kisah Anak Pemulung Berjuang Menghajikan Ibunya Jadi Jantung Cerita\"\/>\n            <\/div>\n<p>Film Foufo dibintangi aktor lokal Jawa timur bergenre cerita komedi fiksi ilmiah tentang alien terdampar di Pulau Madura  pesan moral tentang bakti anak kepada orang tua. (Foto: Yulian\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">BERITA PLUS, SURABAYA &#8211;<\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">\u00a0Kisah fiksi ilmiah pesawat luar angkasa dan mahluk alien bernama Foufo\u00a0 menghadirkan cerita yang lebih dalam daripada sekadar komedi fiksi ilmiah tentang alien yang terdampar di Pulau Madura.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Film garapan sutradara Bayu Skak ini mengangkat perjuangan seorang anak yang ingin membahagiakan ibunya, dibalut dengan nilai-nilai budaya Madura, humor khas Jawa Timur, serta pesan moral tentang bakti kepada orang tua.<\/p>\n<p>Menurut Bayu Skak, penokohan fiksi ilmiah ini, Foufo sejak awal dirancang sebagai film keluarga yang memadukan komedi, drama, dan kearifan lokal.<\/p>\n<p>&#8220;Kehadiran makhluk luar angkasa bernama Foufo hanya menjadi pintu masuk untuk menghadirkan tontonan yang ringan dan menghibur,&#8221; ujarnya, Sabtu (27\/6\/2026).<\/p>\n<p>Sementara itu, lanjut Bayu sebagai jantung cerita tetap berpusat pada hubungan seorang anak dengan ibunya yang penuh kasih sayang dan pengorbanan.<\/p>\n<p>Film ini disutradarai oleh Bayu Skak, yang juga menjadi produser bersama Ricky R. Setiawan, dengan David Suwarto sebagai produser eksekutif.<\/p>\n<p>Deretan pemain yang terlibat di antaranya Tretan Muslim, Habib Jafar, Ade Bibier Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifgy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.<\/p>\n<p>Kehadiran komedian, aktor, serta talenta lokal Jawa Timur menjadi bagian dari upaya menghadirkan karakter yang dekat dengan kehidupan masyarakat Madura.<\/p>\n<p>Tokoh utama, Muslim, yang diperankan Tretan Muslim, dikisahkan sebagai pemuda Madura yang bekerja sebagai pengepul barang rongsokan.<\/p>\n<p>Meski hidup dalam keterbatasan dan kerap dipandang sebelah mata karena pekerjaannya, Muslim menyimpan satu impian besar, yakni memberangkatkan sang ibu, Syaikonah, menunaikan ibadah haji.<\/p>\n<p>Perjalanan itu berubah ketika Foufo, seekor alien yang terpisah dari kapal induknya, jatuh ke tengah keluarga Muslim.<\/p>\n<p>Berbekal teknologi canggih yang dimilikinya, Foufo membantu menyelesaikan berbagai persoalan keluarga tersebut. <\/p>\n<p>Namun, ditengah konflik mencapai puncaknya saat tenggat pelunasan biaya haji semakin dekat, sementara energi Foufo mulai habis datang bersamaan dalam situasi hatus memilih.<\/p>\n<p>Bayu pun menceritakan, sosok Muslim pun dihadapkan pada pilihan sulit: mewujudkan impian ibunya berangkat ke Tanah Suci atau membantu Foufo kembali ke kapal induknya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, cerita tersebut berangkat dari falsafah hidup masyarakat Madura, Buppa&#8217;, Babbu&#8217;, Guru, Rato, yang menempatkan ayah dan ibu sebagai sosok paling utama untuk dihormati, kemudian guru dan pemimpin.<\/p>\n<p>Filosofi itu menjadi landasan pembentukan karakter Muslim yang rela bekerja keras demi membahagiakan ibunya.<\/p>\n<p>&#8220;Nuansa budaya lokal juga diperkuat melalui penggunaan bahasa Madura yang berpadu dengan bahasa Jawa dialek Jawa Timur dalam percakapan sehari-hari di lingkungan keluarga,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Selain itu, dialog yang dimunculkan pada hubungan emosional ibu dan anak yang ditokohkan antara Muslim dan Syaikonah menggambarkan kehidupan masyarakat Madura yang hidup berdampingan dengan budaya Jawa di wilayah Tapal Kuda dan pesisir Jawa Timur.<\/p>\n<p>Bayu melanjutkan perpaduan bahasa tersebut membuat suasana keluarga terasa lebih hangat dan alami, sekaligus memperlihatkan bagaimana nilai sopan santun, penghormatan kepada orang tua, dan kedekatan antargenerasi masih melekat dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, sosok Syaikonah bukan sekadar karakter ibu dalam cerita. Ia menjadi simbol pengorbanan dan doa seorang ibu yang menjadi penguat langkah anak-anaknya.<\/p>\n<p>Karena itu, pesan utama film ini bukan tentang alien ataupun teknologi, melainkan tentang bakti seorang anak kepada orang tua yang dikemas dalam balutan komedi dan petualangan.<\/p>\n<p>Selain mengangkat nilai keluarga, kisah\u00a0 Foufo dalam film ini, kata Bayu juga berupaya meluruskan stereotip yang selama ini melekat pada masyarakat Madura.<\/p>\n<p>Disebutkannya, profesi Muslim sebagai pengepul barang rongsokan dipilih bukan untuk memperkuat stigma, melainkan menunjukkan bahwa tindakan segelintir orang tidak bisa dijadikan ukuran untuk menilai seluruh masyarakat Madura yang dikenal religius, pekerja keras, dan memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat.<\/p>\n<p><strong>Lalu mengapa memilih UFO?<\/strong><\/p>\n<p>Bayu mengungkapkan, ide tersebut muncul setelah Skak Studios sukses memproduksi sejumlah film horor komedi pada 2024.<\/p>\n<p>Ketika memasuki 2025, industri perfilman Indonesia justru dibanjiri lebih dari 30 film horor komedi. Kondisi itu membuat timnya memilih keluar dari zona nyaman.<\/p>\n<p>Alih-alih mengikuti tren, Skak Studios memadukan komedi dengan genre science fiction melalui kehadiran Foufo. Bayu kemudian membayangkan berbagai kemungkinan.<\/p>\n<p>&#8220;Jika UFO mendarat di Yogyakarta, mungkin akan berjalan-jalan ke Malioboro. Jika mendarat di Bandung, bisa jadi singgah ke Braga,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Namun, Bayu menambahkan ketika UFO justru jatuh di Madura dan bertemu masyarakat lokal dengan logat, budaya, serta karakter yang khas, lahirlah berbagai situasi jenaka yang menjadi identitas film tersebut.<\/p>\n<p>Meski mengusung tema fiksi ilmiah, Bayu menegaskan budaya lokal tetap menjadi ruh utama cerita. Hampir seluruh pemain pendukung berasal dari empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, yang lolos melalui proses audisi terbuka di Surabaya.<\/p>\n<p>&#8220;Tak hanya sebagai lokasi open casting, kami juga mengajak seluruh talenta kreatif dan warga di Surabaya serta Jawa Timur menjadi bagian dari film ini. Karena itu, special screening pertama kami hadirkan di Surabaya,&#8221; kata Bayu.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat lokal tidak boleh berhenti sebagai figuran atau sekadar penyedia lokasi syuting.<\/p>\n<p>Talenta daerah, sebutnya juga harus mendapat kesempatan menjadi kru, pelaku industri kreatif, hingga bagian dari proses produksi agar industri film mampu menciptakan ekosistem kreatif yang tumbuh dari daerah.<\/p>\n<p>Bayu juga meyakini film dapat menjadi media promosi yang efektif bagi produk lokal melalui pendekatan soft selling.<\/p>\n<p>Menurutnya, industri perfilman Korea Selatan telah membuktikan bahwa film dan serial mampu memperkenalkan berbagai merek lokal kepada dunia tanpa terkesan sebagai iklan.<\/p>\n<p>&#8220;Brand lokal bisa ikut tumbuh bersama film. Penonton melihat produk itu sebagai bagian dari cerita, bukan sekadar iklan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selain produk lokal, lokasi syuting juga dinilai dapat berkembang menjadi destinasi wisata apabila mendapat dukungan promosi dari pemerintah daerah dan media.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika sebuah film mengambil lokasi syuting di suatu daerah, masyarakat akan semakin mengenal tempat tersebut. Jika didukung pemerintah daerah, lokasi itu berpotensi menjadi destinasi wisata baru,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dari sisi produksi, Bayu mengakui UFO Madura merupakan salah satu proyek terbesar yang pernah digarap Skak Studios. Penggunaan efek visual computer-generated imagery (CGI), peralatan produksi berskala besar, serta berbagai kebutuhan teknis membuat film ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit.<\/p>\n<p>Seluruh proses efek visual dikerjakan oleh Mopimpa Animation Works, studio animasi asal Surabaya yang telah berpengalaman menangani proyek bertaraf internasional.<\/p>\n<p>Kolaborasi tersebut, menurut Bayu, menjadi bukti bahwa sumber daya kreatif di daerah mampu menghasilkan karya yang bersaing di tingkat nasional maupun internasional.<\/p>\n<p>Sementara itu, Tretan Muslim mengaku film ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai pemeran utama di layar lebar.<\/p>\n<p>Bayu mengungkapkan, tantangan terbesarnya bukan hanya membangun emosi sebagai anak yang berjuang demi ibunya, tetapi juga harus menggunakan tiga bahasa sekaligus, yakni bahasa Madura, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa dialek Surabaya.<\/p>\n<p>&#8220;Kadang saat pengambilan gambar saya sampai tertukar karena harus berganti tiga bahasa. Tetapi saya bangga bisa menjadi bagian dari film yang memberi ruang bagi begitu banyak talenta lokal,&#8221; ujar Tretan.<\/p>\n<p>Film UFO Madura dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 9 Juli 2026.<\/p>\n<p>Melalui kisah sederhana tentang seorang anak, ibunya, dan sosok alien yang terdampar di Pulau Madura, Bayu Skak berharap film ini tidak hanya menjadi hiburan keluarga, tetapi juga memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal sekaligus mengingatkan bahwa bakti kepada orang tua adalah nilai yang akan selalu relevan di setiap zaman. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a3fe176d4f58\/FOUFO-Mendarat-di-Madura-Kisah-Anak-Pemulung-Berjuang-Menghajikan-Ibunya-Jadi-Jantung-Cerita\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Film Foufo dibintangi aktor lokal Jawa timur bergenre cerita komedi fiksi ilmiah tentang alien&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14810,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-14809","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3.jpg",1228,691,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3.jpg",1228,691,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3.jpg",1228,691,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3-1115x691.jpg",1115,691,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/d421a2cb84c3-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14809","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14809"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14809\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14809"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14809"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14809"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}