{"id":14957,"date":"2026-07-01T04:09:38","date_gmt":"2026-07-01T04:09:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/01\/puluhan-anggota-dprd-sinjai-diduga-terlibat-korupsi-perjalanan-dinas-negara-rugi-ratusan-juta\/"},"modified":"2026-07-01T04:09:38","modified_gmt":"2026-07-01T04:09:38","slug":"puluhan-anggota-dprd-sinjai-diduga-terlibat-korupsi-perjalanan-dinas-negara-rugi-ratusan-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/01\/puluhan-anggota-dprd-sinjai-diduga-terlibat-korupsi-perjalanan-dinas-negara-rugi-ratusan-juta\/","title":{"rendered":"Puluhan Anggota DPRD Sinjai Diduga Terlibat Korupsi Perjalanan Dinas, Negara Rugi Ratusan Juta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Irman<\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>01 July 2026 | 10:07<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Peristiwa<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/06\/30\/53d617939c96.jpg\" alt=\"Puluhan Anggota DPRD Sinjai Diduga Terlibat Korupsi Perjalanan Dinas, Negara Rugi Ratusan Juta\"\/>\n            <\/div>\n<p>Tampak kantor DPRD Sinjai dari depan. (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"><b>BERITA PLUS, SINJAI &#8211; <\/b>Dugaan dugaan korupsi perjalanan dinas menyeret puluhan anggota DPRD Kabupaten Sinjai setelah ditemukan adanya kelebihan pembayaran uang representasi perjalanan dinas luar daerah yang tidak sesuai ketentuan.<\/span><\/p>\n<p><span><span>Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban perjalanan dinas, ditemukan kelebihan pembayaran uang representasi sebesar Rp 384,3 juta.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dalam temuan tersebut, anggota DPRD menerima uang representasi Rp 250 ribu per hari, padahal sesuai aturan seharusnya hanya Rp 150 ribu per hari.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Akibat selisih Rp 100 ribu per hari itu, negara diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 378 juta.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Selain itu, terdapat pembayaran uang representasi kepada pihak yang tidak termasuk komponen penerima sebesar Rp 6,3 juta.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Tak hanya itu, ditemukan pula dugaan perjalanan rangkap dinas dengan nilai mencapai Rp 157,18 juta.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Dokumen yang beredar juga memuat daftar nama pejabat dan anggota DPRD yang diduga menerima kelebihan pembayaran perjalanan dinas.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Temuan ini memicu sorotan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran perjalanan dinas di lingkungan DPRD Sinjai.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Ahmad, pegiat sosial Sinjai,menyampaikan sekaligus tuntutan agar permasalahan tersebut ditangani secara serius, transparan, dan tidak henti-hentinya hanya pada pengembalian dana.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Menurutnya, masyarakat dapat mengetahui secara jelas ke mana dan untuk berapa anggaran daerah yang digunakan.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama Sekretariat DPRD diminta membuka rincian penggunaan anggaran perjalanan dinas secara transparan dan akuntabel.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Seluruh bukti fisik perjalanan seperti tiket, penginapan, serta laporan kegiatan harus pemeliharaan secara ketat guna memastikan tidak adanya manipulasi maupun perjalanan fiktif.\u00a0<\/span><\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">Pengembalian kelebihan pembayaran saja tidak cukup jika ditemukan unsur kesengajaan ataupun kelalaian,&#8221; ujar Ahmad, Rabu (1\/7\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span><span>Dikatakannya, jika terdapat indikasi mark-up anggaran, pemalsuan dokumen, atau perjalanan dinas fiktif, maka aparat penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan harus melakukan penyelidikan serta memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Audit investigatif secara menyeluruh juga dianggap penting untuk memastikan apakah kasus tersebut murni kesalahan administrasi atau mengarah pada praktik korupsi,&#8221; ungkap Ahmad.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Mantan petinggi kopel Sulsel itu juga mendorong adanya evaluasi terhadap sistem dan kebijakan pengelolaan perjalanan dinas.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Menurutnya, celah yang menyebabkan terjadinya \u201ckelebihan pembayaran\u201d dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan dan kontrol internal.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Oleh karena itu, diperlukan pembenahan mekanisme pencairan, verifikasi, dan pertanggungjawaban anggaran agar kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Masyarakat berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat menunjukkan komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, serta prinsip penggunaan anggaran yang berpihak pada kepentingan publik,&#8221; kata Ahmad.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Sementara itu, Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman saat dikonfirmasi menegaskan jika hal tersebut murni kelalaian sekretariat DPRD.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>\u201cJadi ini kesalahan Sekretariat DPRD menjabarkan perbup, ini bukan kesalahan anggota DPRD, dan semua anggota sudah melakukan pengembalian,&#8221; singkat Andi melalui pesan WhatsApp.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Sekertaris Dewan (Sekwan) Sinjai saat dikonfirmasi terkait pengembalian tersebut, belum memberikan tanggapan\u00a0 (*)<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Irman<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/6a4487316270a\/Puluhan-Anggota-DPRD-Sinjai-Diduga-Terlibat-Korupsi-Perjalanan-Dinas-Negara-Rugi-Ratusan-Juta\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Irman &#8211; 01 July 2026 | 10:07 &#8211; Dibaca 0 kali Peristiwa Tampak kantor DPRD&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14958,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-14957","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96.jpg",715,429,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96.jpg",715,429,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96.jpg",715,429,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96.jpg",715,429,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96.jpg",715,429,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96.jpg",715,429,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/53d617939c96-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14957","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14957"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14957\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14957"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14957"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14957"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}