{"id":15158,"date":"2026-07-06T12:04:56","date_gmt":"2026-07-06T12:04:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/06\/ketua-komisi-a-dprd-surabaya-desak-pemkot-tertibkan-dugaan-pungutan-rt-rw-di-sememi\/"},"modified":"2026-07-06T12:04:56","modified_gmt":"2026-07-06T12:04:56","slug":"ketua-komisi-a-dprd-surabaya-desak-pemkot-tertibkan-dugaan-pungutan-rt-rw-di-sememi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/06\/ketua-komisi-a-dprd-surabaya-desak-pemkot-tertibkan-dugaan-pungutan-rt-rw-di-sememi\/","title":{"rendered":"Ketua Komisi A DPRD Surabaya Desak Pemkot Tertibkan Dugaan Pungutan RT\/RW di Sememi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/07\/06\/34c8a2f6a872.jpg\" alt=\"Ketua Komisi A DPRD Surabaya Desak Pemkot Tertibkan Dugaan Pungutan RT\/RW di Sememi\"\/>\n            <\/div>\n<p>Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Foto: Lukman\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><strong><strong>BERITA PLUS, SURABAYA \u2013<\/strong> <\/strong>Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mendesak Pemerintah Kota Surabaya segera menertibkan dugaan pungutan yang dilakukan RT dan RW di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, setelah dokumen berisi daftar pungutan kepada warga viral di media sosial.<\/p>\n<p>Yona meminta Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) tidak berhenti pada klarifikasi, tetapi memeriksa legalitas kebijakan sekaligus penggunaan dana yang telah dipungut dari masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cHarus bisa diverifikasi dulu, atas dasar apa pungutan ini diberlakukan. Mengingat yang saya baca sekilas, itu berupa kesepakatan para ketua RT,\u201d kata Cak Yebe sapaan lekatnya di DPRD Surabaya, Senin (6\/7\/2026).<\/p>\n<p>Dokumen yang beredar memuat ketentuan warga pindah masuk dikenai kontribusi Rp150 ribu untuk kas RT. Di tingkat RW, warga dibebankan biaya Rp250 ribu untuk satu orang dan Rp500 ribu apabila anggota keluarga lebih dari satu orang.<\/p>\n<p>Selain itu, tercantum pula biaya administrasi sebesar Rp1,5 juta untuk izin penggalian fondasi atau pembangunan. Dalam salinan tersebut disebutkan pungutan mengacu pada Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 112 Tahun 2022 Bab XII Pasal 69 Ayat (2), sehingga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai dasar hukum pemberlakuannya.<\/p>\n<p>Cak Yebe mengatakan perlu dipastikan apakah warga selama ini juga telah membayar iuran rutin untuk kebutuhan lingkungan, seperti kebersihan dan keamanan. Menurutnya, apabila iuran tersebut tetap berjalan, maka kebijakan pungutan tambahan tidak dapat dibenarkan jika tidak memiliki dasar hukum yang jelas.<\/p>\n<p>\u201cApakah warga di lokasi tersebut tidak ada kas dari iuran warga yang lazimnya untuk kebersihan, keamanan, dan sebagainya. Kalau ternyata iuran rutin warga itu berlaku lalu ada kebijakan ini, maka sudah tidak bisa dibenarkan kebijakan tersebut diberlakukan,\u201d ujar Mahasiswa Doktoral Ilmu Hukum Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya ini.<\/p>\n<p>Yona juga menegaskan RT dan RW tidak memiliki kewenangan membuat aturan yang membebani masyarakat di luar ketentuan Pemerintah Kota Surabaya. Jika alasan pungutan karena kebutuhan operasional, menurut dia, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme yang telah diatur pemerintah, bukan dengan menetapkan biaya kepada warga.<\/p>\n<p>\u201cKalau setelah diverifikasi ternyata pungutan itu tidak memiliki dasar hukum dan hanya berdasarkan kesepakatan internal, maka kebijakan itu wajib dicabut. Tidak boleh ada pungutan yang mengatasnamakan RT atau RW tanpa landasan perda maupun perwali. RT dan RW adalah kepanjangan tangan pemerintah kota dalam pelayanan masyarakat, bukan lembaga yang dapat menetapkan pungutan sendiri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dia juga meminta Inspektorat mengaudit penggunaan dana yang telah dipungut apabila praktik tersebut sudah berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Menurut dia, hasil pemeriksaan harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.<\/p>\n<p>\u201cSaya meminta Inspektorat dan Bapemkesra memeriksa secara menyeluruh, termasuk ke mana dana itu digunakan. Kalau ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai praktik seperti ini menjadi preseden dan ditiru wilayah lain karena masyarakat berhak mendapatkan pelayanan tanpa dibebani pungutan yang tidak memiliki dasar hukum,\u201d pungkas dia. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Lukman Hadi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a4b98f5460cb\/Ketua-Komisi-A-DPRD-Surabaya-Desak-Pemkot-Tertibkan-Dugaan-Pungutan-RTRW-di-Sememi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Foto: Lukman\/Suara Indonesia) BERITA PLUS, SURABAYA&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-15158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/34c8a2f6a872-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15158\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}