{"id":15480,"date":"2026-07-14T13:11:56","date_gmt":"2026-07-14T13:11:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/14\/dua-lansia-dan-pelapor-kasus-pembakaran-sampah-di-blora-berdamai\/"},"modified":"2026-07-14T13:11:56","modified_gmt":"2026-07-14T13:11:56","slug":"dua-lansia-dan-pelapor-kasus-pembakaran-sampah-di-blora-berdamai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/14\/dua-lansia-dan-pelapor-kasus-pembakaran-sampah-di-blora-berdamai\/","title":{"rendered":"Dua Lansia dan Pelapor Kasus Pembakaran Sampah di Blora Berdamai"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Team Work<\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>14 July 2026 | 19:07<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Peristiwa<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/07\/14\/b29fce31c486.jpg\" alt=\"Dua Lansia dan Pelapor Kasus Pembakaran Sampah di Blora Berdamai\"\/>\n            <\/div>\n<p>Dua warga lanjut usia (lansia), Sujimah dan Pandi, warga Desa Jejeruk, Kabupaten Blora Jawa Tengah saat berdamai dengan pelapor Febi di Pengadilan Negeri Blora. (Foto: Dok. Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BLORA \u2013 <\/b>Perkara yang bermula dari pembakaran sampah dan menyeret dua warga lanjut usia (lansia), Sujimah dan Pandi, ke meja hijau akhirnya berujung perdamaian.<\/p>\n<p>Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Blora, Selasa (14\/7\/2026), kedua terdakwa berdamai dengan pihak pelapor, Febi dan ibunya, Sulasih, yang merupakan sesama warga Desa Jejeruk, Kabupaten Blora.<\/p>\n<p>Suasana persidangan berlangsung haru ketika kedua belah pihak saling berjabat tangan dan menyampaikan permohonan maaf di hadapan majelis hakim, kuasa hukum, serta pihak yang hadir di ruang sidang.<\/p>\n<p>Kuasa hukum Sujimah dan Pandi, Agung Handi Sejahtera, mengatakan perdamaian tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya penyelesaian yang sebelumnya dilakukan di Kejaksaan Negeri Blora pada 9 Juli 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Seperti yang kita lihat tadi, alhamdulillah sudah terjadi perdamaian. Ini merupakan lanjutan dari proses di Kejaksaan Negeri Blora pada 9 Juli dan hari ini dikukuhkan dalam persidangan melalui mekanisme restorative justice,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Namun, perdamaian belum serta-merta menghentikan proses hukum. Karena perkara telah memasuki tahap persidangan, Sujimah dan Pandi masih harus menjalani sejumlah agenda sidang hingga majelis hakim menjatuhkan putusan.<\/p>\n<p>&#8220;Karena perkara ini sudah masuk persidangan, kami tetap menghormati proses hukum. Masih ada beberapa kali sidang lagi sebelum nantinya ada putusan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Agung berharap perdamaian yang telah dicapai dapat menjadi pertimbangan majelis hakim. Pihaknya berharap kedua lansia tersebut dapat terbebas dari tuntutan hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap putusannya sesuai dengan yang diinginkan, yakni Mbah Jimah dan Mbah Pandi dapat bebas dari segala tuntutan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Agung, berdasarkan keterangan yang muncul dalam persidangan, persoalan bermula dari pembakaran sampah di pekarangan rumah terdakwa.<\/p>\n<p>Ia menyebut sampah tersebut bukan dibakar oleh Sujimah, melainkan oleh seorang saksi bernama Sudan. Namun, terjadi kesalahpahaman yang kemudian memicu cekcok.<\/p>\n<p>&#8220;Sebetulnya yang membakar sampah pada saat itu saudara Sudan. Namun, dari pihak pelapor saat itu mungkin terjadi salah paham sehingga menuduh Mbah Jimah yang membakar sampah, padahal bukan,&#8221; ungkap Agung.<\/p>\n<p>Perselisihan kemudian berkembang menjadi pertikaian fisik. Agung mengklaim, berdasarkan keterangan saksi dalam persidangan, aksi kekerasan terjadi dari kedua belah pihak dan mereka sama-sama mengalami luka.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi bukan hanya para terdakwa yang memukul. Dari keterangan saksi, pelapor juga ikut memukul dan kedua belah pihak sama-sama mengalami luka,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara Pandi, menurut Agung, awalnya datang dengan maksud melerai. Namun, situasi yang telah memanas membuatnya ikut terlibat dalam pertikaian.<\/p>\n<p>&#8220;Mbah Pandi datang niatnya untuk melerai. Tapi karena situasinya sudah memanas, akhirnya mereka saling pukul,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Pihak pelapor kemudian lebih dahulu melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian dan menjalani visum. Sementara Sujimah dan Pandi tidak membuat laporan balik.<\/p>\n<p>Menurut kuasa hukum, kedua lansia itu tidak memahami prosedur hukum dan memilih tidak memperpanjang persoalan.<br \/>Kini, perselisihan antarwarga yang bermula dari persoalan pembakaran sampah tersebut telah berakhir dengan saling memaafkan.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, bagi Sujimah dan Pandi, perjalanan hukum belum sepenuhnya selesai. Keduanya masih harus kembali mengikuti persidangan dan menunggu putusan majelis hakim yang akan menentukan akhir perkara tersebut.<\/p>\n<p>Agung berharap perdamaian itu tidak hanya menjadi pertimbangan hukum, tetapi juga menjadi awal bagi kedua belah pihak untuk kembali hidup rukun sebagai tetangga.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan kami ke depan, Mbah Jimah dan Mbah Pandi serta pihak pelapor dapat menjalani kehidupan bertetangga dengan baik, rukun, dan tidak ada masalah di kemudian hari,&#8221; pungkasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Team Work<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/6a56248ae42e8\/Dua-Lansia-dan-Pelapor-Kasus-Pembakaran-Sampah-di-Blora-Berdamai\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Team Work &#8211; 14 July 2026 | 19:07 &#8211; Dibaca 0 kali Peristiwa Dua warga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15481,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-15480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/b29fce31c486-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15480"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15480\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}