{"id":15613,"date":"2026-07-17T06:24:45","date_gmt":"2026-07-17T06:24:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/17\/pt-bsi-tanam-terumbu-karang-di-bangsring-dorong-konservasi-laut-dan-ekonomi-nelayan-banyuwangi\/"},"modified":"2026-07-17T06:24:45","modified_gmt":"2026-07-17T06:24:45","slug":"pt-bsi-tanam-terumbu-karang-di-bangsring-dorong-konservasi-laut-dan-ekonomi-nelayan-banyuwangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/17\/pt-bsi-tanam-terumbu-karang-di-bangsring-dorong-konservasi-laut-dan-ekonomi-nelayan-banyuwangi\/","title":{"rendered":"PT BSI Tanam Terumbu Karang di Bangsring, Dorong Konservasi Laut dan Ekonomi Nelayan Banyuwangi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/07\/17\/4730af709af6.jpg\" alt=\"PT BSI Tanam Terumbu Karang di Bangsring, Dorong Konservasi Laut dan Ekonomi Nelayan Banyuwangi\"\/>\n            <\/div>\n<p>Penanaman terumbu karang PT BSI bersama pemangku kepentingan di Grand Watu Dodol Banyuwangi. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 <\/b>PT Bumi Suksesindo (PT BSI) kembali melaksanakan transplantasi terumbu karang di kawasan Grand Watu Dodol (GWD), Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026 sekaligus memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir.<\/p>\n<p>Aksi konservasi yang berlangsung pada Kamis (16\/7\/2026) itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari Bangsring, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perikanan Banyuwangi, hingga masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Perwakilan Manajemen PT BSI, Erik Wibisana Barnas, mengatakan transplantasi terumbu karang di Grand Watu Dodol tahun ini merupakan pelaksanaan keempat sejak program tersebut dimulai pada 2023.<\/p>\n<p>Menurut Erik, keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang selama ini ikut mendukung kegiatan konservasi laut tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTanpa dukungan rekan-rekan dan Bapak, Ibu semua, kegiatan kami pasti sulit terwujud. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, kami ingin berterima kasih kepada pihak-pihak tersebut di atas serta pihak-pihak lain yang tidak kami sebutkan, yang turut menyukseskan kegiatan ini,\u201d ucap Erik.<\/p>\n<p>Ketua Pokdarwis Pesona Bahari Bangsring, Abdul Aziz, mengungkapkan hasil pemantauan menunjukkan tingkat keberhasilan transplantasi terumbu karang tahun sebelumnya mencapai sekitar 90 persen.<\/p>\n<p>Menurutnya, keberadaan terumbu karang yang terus tumbuh memberikan manfaat langsung bagi ekosistem laut sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan dan pelaku wisata.<\/p>\n<p>Saat cuaca buruk membuat nelayan tidak dapat melaut, mereka masih memiliki alternatif mata pencaharian melalui sektor wisata bahari yang berkembang di kawasan Bangsring.<\/p>\n<p>\u201cHasil monitoring kami bersama PT BSI selama ini, terumbu karang yang pernah ditanam, kini sudah menjadi rumah bagi ikan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Pada kegiatan tahun ini, transplantasi dilakukan menggunakan dua media tanam baru, yakni metode spider berbahan besi berbentuk menyerupai sarang laba-laba serta botol kaca bekas yang dicor menggunakan semen sebagai tempat menempel bibit karang.<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami, semoga tingkat keberhasilan juga sama seperti tahun sebelumnya yang mencapai 90 persen. Terima kasih kepada PT BSI sudah melakukan transplantasi terumbu karang di Grand Watu Dodol, tahun ini menjadi tahun keempat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Banyuwangi, Anang Budi Wasono, mengapresiasi konsistensi PT BSI dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui kegiatan transplantasi terumbu karang.<\/p>\n<p>\u201cSemoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi ekosistem laut dan menjadikan terumbu karang menjadi rumah ikan yang nyaman,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Selain upaya rehabilitasi terumbu karang, Anang juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun perairan karena dapat merusak ekosistem pesisir.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Dampak Lingkungan DLH Banyuwangi, Rudianto, menyebut dunia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan utama, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah.<\/p>\n<p>Menurutnya, sebagai daerah dengan garis pantai terpanjang di Pulau Jawa, Banyuwangi perlu memperkuat langkah mitigasi perubahan iklim. Salah satunya melalui transplantasi terumbu karang yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cTransplantasi terumbu karang bukan sekadar menanam karang tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan sumber daya laut sehingga membuat kesejahteraan bagi para nelayan di kabupaten Banyuwangi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Rudi menambahkan, upaya menghadapi tantangan lingkungan membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, masyarakat, dan media agar program konservasi berjalan berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cSemoga kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi menjadi awal dari pemeliharaan, monitoring, dan pengembangan konservasi laut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang dan generasi di masa depan,\u201d tandasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a59c9f6804a8\/PT-BSI-Tanam-Terumbu-Karang-di-Bangsring-Dorong-Konservasi-Laut-dan-Ekonomi-Nelayan-Banyuwangi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Penanaman terumbu karang PT BSI bersama pemangku kepentingan di Grand Watu Dodol Banyuwangi. (Foto:&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15614,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-15613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/4730af709af6-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15613"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15613\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}