{"id":15693,"date":"2026-07-18T11:30:43","date_gmt":"2026-07-18T11:30:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/18\/polres-banjarnegara-catat-rekor-pengungkapan-sabu-1315-gram-berhasil-disita\/"},"modified":"2026-07-18T11:30:43","modified_gmt":"2026-07-18T11:30:43","slug":"polres-banjarnegara-catat-rekor-pengungkapan-sabu-1315-gram-berhasil-disita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/18\/polres-banjarnegara-catat-rekor-pengungkapan-sabu-1315-gram-berhasil-disita\/","title":{"rendered":"Polres Banjarnegara Catat Rekor Pengungkapan Sabu, 131,5 Gram Berhasil Disita"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/07\/18\/6e634bd32828.jpg\" alt=\"Polres Banjarnegara Catat Rekor Pengungkapan Sabu, 131,5 Gram Berhasil Disita\"\/>\n            <\/div>\n<p>Wakapolres Banjarnegara Kompol Handoyo bersama Kasat Resnarkoba AKP Damar Iskandar saat memberikan keterangan kepada awak media terkait hasil Operasi Pekat Candi II di Mapolres Banjarnegara. (Foto Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS BANJARNEGARA \u2013<\/b> Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Banjarnegara berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba lintas daerah dalam Operasi Pekat Candi II yang berlangsung pada 25 Juni hingga 4 Juli 2026.\u00a0<\/p>\n<p>Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka beserta barang bukti sabu, tembakau sintetis, ekstasi, dan obat keras.<\/p>\n<p>Kasat Resnarkoba Polres Banjarnegara, AKP Damar Iskandar, mengatakan petugas menyita 15 paket tembakau sintetis (sinte) seberat sekitar 5 gram, sabu seberat 131,5 gram, satu butir ekstasi, serta empat butir obat keras jenis Solam. Dari salah satu tersangka juga ditemukan sabu seberat 0,5 gram.<\/p>\n<p>&#8220;Tersangka tembakau sintetis berinisial IF (21), warga Banyumas. Sedangkan dua tersangka kasus sabu berinisial EC dan IP, berusia sekitar 31 tahun, berasal dari Subang, Jawa Barat,&#8221; ujar AKP Damar Iskandar, didampingi Wakapolres Banjarnegara Kompol Handoyo, Sabtu (18\/7\/2026).<\/p>\n<p>&#8220;Salah satu di antaranya merupakan residivis yang baru bebas dari penjara sekitar lima bulan lalu,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Menurut Damar, pengungkapan kasus ini menjadi salah satu capaian terbesar Satresnarkoba Polres Banjarnegara. <\/p>\n<p>Barang bukti sabu seberat 131,5 gram yang berhasil diamankan merupakan pengungkapan dengan barang bukti sabu terbanyak yang pernah dilakukan di tingkat Polres Banjarnegara.<\/p>\n<p>Kasus tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang diduga melibatkan pelaku dari luar daerah. <\/p>\n<p>Polisi menelusuri asal pasokan sabu dari Subang, Jawa Barat, sementara tersangka tembakau sintetis diketahui berasal dari Banyumas.<\/p>\n<p>Selain itu, petugas juga mengungkap bahwa tersangka tembakau sintetis diduga akan memproduksi sendiri dengan sistem penanaman. Namun, rencana tersebut berhasil digagalkan karena pelaku lebih dahulu diamankan sebelum sempat menanam.<\/p>\n<p>Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 609 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.<\/p>\n<p>AKP Damar Iskandar menegaskan pihaknya akan terus memberantas peredaran narkoba di wilayah Banjarnegara. <\/p>\n<p>Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan menjauhi narkoba serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.<\/p>\n<p>&#8220;Katakan tidak pada narkoba. Jangan sekali-kali menggunakan ataupun mengedarkan narkoba, khususnya di wilayah Kabupaten Banjarnegara,&#8221; tutup Damar. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Iwan Setiawan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a5b530d4cd73\/Polres-Banjarnegara-Catat-Rekor-Pengungkapan-Sabu-1315-Gram-Berhasil-Disita\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Wakapolres Banjarnegara Kompol Handoyo bersama Kasat Resnarkoba AKP Damar Iskandar saat memberikan keterangan kepada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15694,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-15693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828.jpg",720,409,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828-300x170.jpg",300,170,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828.jpg",640,364,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828.jpg",640,364,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828.jpg",720,409,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828.jpg",720,409,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828.jpg",720,409,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828.jpg",720,409,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828.jpg",720,409,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/6e634bd32828-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15693"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15693\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}