{"id":15941,"date":"2026-07-23T13:27:28","date_gmt":"2026-07-23T13:27:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/23\/rembug-anak-banyuwangi-jadi-ruang-gen-z-dan-gen-alpha-sampaikan-aspirasi\/"},"modified":"2026-07-23T13:27:28","modified_gmt":"2026-07-23T13:27:28","slug":"rembug-anak-banyuwangi-jadi-ruang-gen-z-dan-gen-alpha-sampaikan-aspirasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/23\/rembug-anak-banyuwangi-jadi-ruang-gen-z-dan-gen-alpha-sampaikan-aspirasi\/","title":{"rendered":"Rembug Anak Banyuwangi Jadi Ruang Gen Z dan Gen Alpha Sampaikan Aspirasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pendidikan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/07\/23\/a8b26abf0b2b.jpg\" alt=\"Rembug Anak Banyuwangi Jadi Ruang Gen Z dan Gen Alpha Sampaikan Aspirasi\"\/>\n            <\/div>\n<p>Pelajar Banyuwangi menyampaikan aspirasi dalam Rembug Anak. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 <\/b>Puluhan pelajar dari generasi Z dan generasi Alpha menyampaikan berbagai aspirasi lingkungan kepada Pemkab Banyuwangi dalam Rembug Anak. Mereka mendorong penguatan edukasi pengelolaan sampah, pembentukan Green Ranger, hingga pemberian sanksi tegas bagi pelaku penebangan pohon liar.<\/p>\n<p>\u201cKalau bisa ada Green Ranger yang mengajak warga peduli lingkungan.\u201d \u201cEdukasi soal sampah jangan cuma di sekolah, tapi juga sampai ke ibu-ibu PKK.\u201d \u201cPenebang pohon liar harus diberi sanksi tegas.\u201d<\/p>\n<p>Berbagai usulan itu mengalir dari puluhan anak-anak Banyuwangi saat mengikuti Rembug Anak yang digelar Pemkab Banyuwangi, di kawasan wisata Pantai Pulau Santen, Banyuwangi, Kamis (23\/7\/2026). Forum ini menjadi ruang bagi generasi Z dan generasi Alpha untuk menyampaikan ide, kritik, hingga harapan mereka yang akan menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan daerah yang lebih ramah anak.<\/p>\n<p>Sebanyak 50 pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Banyuwangi, termasuk siswa sekolah luar biasa (SLB), mengikuti forum tersebut.<\/p>\n<p>Mengusung tema \u201cAnak Beraksi, Lingkungan Lestari, Hak Anak Terpenuhi\u201d, para peserta berdiskusi tentang berbagai isu lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, penghijauan, pelestarian sumber daya air, hingga pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini.<\/p>\n<p>Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo mengatakan, Rembug Anak yang rutin digelar setiap tahun merupakan komitmen pemkab untuk mendengar langsung suara anak-anak sebelum merumuskan berbagai kebijakan.<\/p>\n<p>\u201cSilakan sampaikan apa yang menjadi keinginan, harapan, maupun keresahan kalian. Semua masukan akan kami dengarkan, kami catat, dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan,\u201d ujar Yayan, sapaan akrabnya.<\/p>\n<p>Salah satu usulan datang dari Reyhan Iftitan Ramadhanu, pelajar SMA Muhammadiyah 2 Genteng. Bersama kelompoknya, ia mengusulkan pembentukan Green Ranger, yakni duta kebersihan yang melibatkan pelajar di sekolah sekaligus masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.<\/p>\n<p>\u201cKami mengusulkan Green Ranger untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan melalui sosialisasi dan aksi nyata,\u201d kata Reyhan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Thalita Elok Safitri dari MAN 1 Banyuwangi menilai edukasi pengelolaan sampah perlu diperluas hingga menyasar kelompok PKK.<\/p>\n<p>\u201cKalau ibu-ibu PKK diberi pelatihan memilah dan mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomi, pasti mereka akan tertarik karena sekaligus bisa menambah penghasilan keluarga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Thalita, kampanye lingkungan juga perlu memanfaatkan media sosial dan videotron agar lebih dekat dengan generasi muda dan menjangkau masyarakat luas. Ia juga mengusulkan adanya pemantauan hingga tingkat desa untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal.<\/p>\n<p>Aspirasi lain disampaikan Hafis Maulana Akbar dari SMPN 4 Banyuwangi. Ia berharap pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap pelaku penebangan pohon secara liar.<\/p>\n<p>\u201cPohon sangat bermanfaat untuk menjaga kualitas udara, mencegah banjir, dan menyimpan cadangan air. Karena itu tidak boleh ada yang menebangnya sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Melalui Rembug Anak, Pemkab Banyuwangi berharap suara anak-anak tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan daerah. Sebab, anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, melainkan juga mitra yang ikut memberi arah bagi masa depan Banyuwangi.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dan kami bangga dengan anak-anak tadi, mereka sangat antusias menyampaikan ide-idenya terkait lingkungan dan sampah yang memang menjadinisu global saat ini,&#8221; tutup Yayan. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pendidikan\/6a62167b95daf\/Rembug-Anak-Banyuwangi-Jadi-Ruang-Gen-Z-dan-Gen-Alpha-Sampaikan-Aspirasi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan Pelajar Banyuwangi menyampaikan aspirasi dalam Rembug Anak. (Foto: Istimewa). BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 Puluhan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15942,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-15941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/a8b26abf0b2b-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15941"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15941\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}