{"id":15943,"date":"2026-07-23T13:34:45","date_gmt":"2026-07-23T13:34:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/23\/pengacara-korban-pencabulan-puluhan-tahun-di-surabaya-desak-ayah-tiri-dihukum-maksimal\/"},"modified":"2026-07-23T13:34:45","modified_gmt":"2026-07-23T13:34:45","slug":"pengacara-korban-pencabulan-puluhan-tahun-di-surabaya-desak-ayah-tiri-dihukum-maksimal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/23\/pengacara-korban-pencabulan-puluhan-tahun-di-surabaya-desak-ayah-tiri-dihukum-maksimal\/","title":{"rendered":"Pengacara Korban Pencabulan Puluhan Tahun di Surabaya Desak Ayah Tiri Dihukum Maksimal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/07\/23\/ee9064426bfe.jpg\" alt=\"Pengacara Korban Pencabulan Puluhan Tahun di Surabaya Desak Ayah Tiri Dihukum Maksimal\"\/>\n            <\/div>\n<p>Pengacara korban dugaan kasus asusila di PN Surabaya. (Foto: Yulian\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p><strong>BERITA PLUS, SURABAYA &#8211;<\/strong>Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menggelar sidang perkara tindak pidana khusus (pidsus) nomor 1080\/Pid.Sus\/2026\/PN Sby, Kamis (23\/7\/2026).<\/p>\n<p>Persidangan yang berlangsung secara tertutup ini beragenda utama pemeriksaan saksi pelapor, korban, serta saksi pendukung lainnya.<\/p>\n<p>Tim advokat dari Gunadi Handoko and Partners Law Firm hadir mengawal langsung persidangan untuk memberikan bantuan hukum pro bono (cuma-cuma) sekaligus mendesak majelis hakim menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada ayah tiri korban.<\/p>\n<p>&#8220;Kami dari Gunadi Handoko and Partners Law Firm hadir mewakili korban dan pelapor atas tindakan asusila yang dilakukan oleh ayah tirinya,&#8221; ujar kuasa hukum Gunadi Handoko saat ditemui di Pengadilan Negeri Surabaya.<\/p>\n<p>Gunadi mengungkapkan tindakan asusila dilakukan oleh pelaku, Teguh Waluyo berusia 36 Tahun (Terdakwa) sekaligus ayah tiri korban menjalankan aksinya berlangsung selama empat tahun sejak 2022 hingga 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Korban dipaksa melakukan persetubuhan sejak berusia 10 tahun hingga kini berusia 14 tahun,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ironisnya aksi bejat pelaku selama puluhan tahun ini, luput dari pengetahuan sang ibu korban yang tinggal satu rumah.\u00a0<\/p>\n<p>Disebutkan selain intensitas pertemuan dengan korban, pelaku memanfaatkan posisinya sebagai kepala keluarga dan kedekatannya di dalam rumah dengan mencari celah saat situasi sepi untuk melakukan aksinya<\/p>\n<p>&#8220;Modus pelaku tidak hanya diawali dengan buai rayu, tetapi berkembang menjadi pemaksaan fisik dan intimidasi psikologis secara berkelanjutan,&#8221; terang Gunadi.<\/p>\n<p>Momentum Hari Anak Nasional ini menjadi cermin kelam atas ancaman kekerasan seksual yang justru terjadi di dalam ruang domestik, tambahnya.<\/p>\n<p>&#8220;Tinggal dalam satu atap membuat pelaku mudah menekan mental korban. Pelaku berulang kali menakut-nakuti korban agar tidak melapor, dengan ancaman bahwa korban akan ditanggung malu dan dicemooh masyarakat jika aksi tersebut terbongkar,&#8221; urai Gunadi.<\/p>\n<p>Ia menambahkan beban traumatik dan ketakutan inilah yang memaksa korban memendam aksi bejat tersebut selama rentang waktu yang panjang.<\/p>\n<p>Selain berada dalam satu rumah, kata Gunadi peristiwa kekerasan seksual ini berlangsung sporadis mengikuti pola hidup keluarga yang kerap berpindah tempat tinggal.<\/p>\n<p>Puncak penyingkapan kasus ini terjadi ketika ibu kandung korban menaruh curiga mendalam usai melihat gerak-gerik tak wajar dari suami dan anaknya saat berduaan keluar dari dalam kamar.<\/p>\n<p>Merasa ada kejanggalan yang tak lazim, sang ibu lantas mendesak dan menanyakan anaknya secara personal. K<span style=\"font-size: 1rem;\">orban akhirnya memberanikan diri mengakui seluruh perbuatan bejat yang dilakukan ayah tirinya selama bertahun-tahun.<\/span><\/p>\n<p>&#8220;Atas pengakuan memilukan tersebut, ibu kandung korban bersama tim hukum resmi melaporkan pelaku ke Polrestabes Surabaya,&#8221; tutur Gunadi.<\/p>\n<p><strong>Pemulihan Trauma dan Tuntutan Hukum Maksimal<\/strong><\/p>\n<p>Peristiwa traumatik ini, sebut Gunadi menyisakan dampak berat bagi kondisi mental korban.\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">Demi melindungi kesehatan psikologisnya serta menghindari perundungan (bullying) maupun stigma negatif lingkungan, korban saat ini terpaksa menempuh pendidikan melalui jalur homeschooling.<\/span><\/p>\n<p>Gunadi menambahkan, proses hukum ini mendapat perhatian serius dan pengawalan langsung dari Dinas Sosial Kota Malang serta dukungan dari konsorsium Malang Peduli Demokrasi (MPD).<\/p>\n<p>&#8220;Di momentum Hari Anak Nasional ini, harapan kami proses hukum ini tidak hanya berhenti pada penegakan hukum semata,&#8221; cetusnya.<\/p>\n<p>&#8220;Justru dengan kejadian ini yang paling utama adalah bagaimana negara dan masyarakat memastikan pemulihan psikologis korban, agar bisa melanjutkan kehidupan secara normal dan meraih masa depannya,&#8221; lanjut Gunadi.<\/p>\n<p>Karena itu, pihaknya mendesak majelis hakim menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada terdakwa. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a61fa8a1c575\/Pengacara-Korban-Pencabulan-Puluhan-Tahun-di-Surabaya-Desak-Ayah-Tiri-Dihukum-Maksimal\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Pengacara korban dugaan kasus asusila di PN Surabaya. (Foto: Yulian\/suaraindonesia.co.id) BERITA PLUS, SURABAYA &#8211;Pengadilan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15944,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-15943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe.jpg",1600,900,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe.jpg",1600,900,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ee9064426bfe-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15943"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15943\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}