{"id":16083,"date":"2026-07-27T15:14:44","date_gmt":"2026-07-27T15:14:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/27\/cegah-kekerasan-di-kalangan-remaja-unair-perkuat-program-sigap-perpu-di-sma-negeri-1-genteng-banyuwangi\/"},"modified":"2026-07-27T15:14:44","modified_gmt":"2026-07-27T15:14:44","slug":"cegah-kekerasan-di-kalangan-remaja-unair-perkuat-program-sigap-perpu-di-sma-negeri-1-genteng-banyuwangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/27\/cegah-kekerasan-di-kalangan-remaja-unair-perkuat-program-sigap-perpu-di-sma-negeri-1-genteng-banyuwangi\/","title":{"rendered":"Cegah Kekerasan di Kalangan Remaja, UNAIR Perkuat Program SIGAP PERPU di SMA Negeri 1 Genteng Banyuwangi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Redaksi<\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>27 July 2026 | 22:07<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 2 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pendidikan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/07\/27\/babf7ef07175.jpg\" alt=\"Cegah Kekerasan di Kalangan Remaja, UNAIR Perkuat Program SIGAP PERPU di SMA Negeri 1 Genteng Banyuwangi\"\/>\n            <\/div>\n<p>Pelaksanaan kegiatan sosialiasi Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan dan Pendampingan Psychological First Aid (PFA). (Foto: dok. Suara Indonesia)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI &#8211; <\/b>Kasus kekerasan di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun seksual, masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Tidak sedikit remaja yang menjadi korban perundungan, pelecehan verbal, hingga catcalling, tetapi memilih diam karena tidak mengetahui cara melapor atau meminta pertolongan.<\/p>\n<p>Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan dan Pendampingan Psychological First Aid (PFA) di SMA Negeri 1 Genteng, pBanyuwangi, Kamis (4\/9\/2025).<\/p>\n<p>Kegiatan ini diikuti oleh 92 peserta yang terdiri atas guru, staf sekolah, satgas\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">SIGAP PERPU, dan siswa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami berbagai bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah sekaligus\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">mempelajari langkah-langkah penanganan awal bagi korban melalui pendekatan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">Psychological First Aid (PFA).<\/span><\/p>\n<p>Ketua pelaksana kegiatan, Dwi Retna Kumalaningrum, mengatakan bahwa kekerasan tidak selalu meninggalkan luka yang terlihat.\u00a0<\/p>\n<p>Ucapan yang merendahkan, perundungan, maupun candaan yang melecehkan sering kali dianggap hal biasa, padahal dapat menimbulkan dampak psikologis yang berkepanjangan.<\/p>\n<p>&#8220;Kekerasan, terutama kekerasan verbal, sering dianggap sebagai guyonan.\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">Padahal dampaknya bisa sangat dalam terhadap kondisi psikologis remaja,&#8221; ujar Dwi.<\/span><\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap siswa memiliki peran, bukan hanya agar tidak menjadi pelaku, tetapi juga berani melindungi korban dan tidak tinggal\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">diam ketika melihat kekerasan terjadi,&#8221; lanjutnya.<\/span><\/p>\n<p>Materi pertama disampaikan oleh dr. Bella Amanda, dan Dwi Retna\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">Kumalaningrum mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">satuan pendidikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Dalam sesi tersebut dijelaskan berbagai bentuk kekerasan, dampaknya terhadap kesehatan fisik maupun mental remaja, serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Intan Fitranisa, memberikan pelatihan Psychological First Aid (PFA). Melalui simulasi kasus, peserta dilatih mengenali kondisi psikologis korban serta memberikan dukungan awal sebelum korban memperoleh bantuan profesional.\u00a0<\/p>\n<p>Sesi praktik ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta karena memberikan pengalaman langsung\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">mengenai cara merespons seseorang yang mengalami tekanan emosional.<\/span><\/p>\n<p>Kegiatan ini sekaligus memperkuat program SIGAP PERPU (Siswa Tanggap\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">Pelaporan dan Perundungan) yang telah dikembangkan SMA Negeri 1 Genteng\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan.<\/span><\/p>\n<p>Wijayanti selaku penggagas SIGAP PERPU mengapresiasi kolaborasi yang\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">terjalin baik dengan Universitas Airlangga.<\/span><\/p>\n<p>&#8220;Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Airlangga yang telah memilih\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">SMA kami sebagai mitra kegiatan. Materi yang disampaikan sangat relevan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">dengan program SIGAP PERPU yang kami jalankan,&#8221; ujar Wijayanti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&#8220;Harapan kami, kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga siswa semakin memahami bahwa setiap bentuk kekerasan, sekecil apa pun, tidak boleh dibiarkan,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Selain memberikan sosialisasi dan pelatihan, Tim Pengmas UNAIR juga\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">menyerahkan sejumlah media edukasi kepada sekolah, di antaranya booklet\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">pencegahan kekerasan, banner Psychological First Aid (PFA), serta landing\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">page yang memuat materi edukasi dan kanal pelaporan yang dapat dimanfaatkan oleh guru maupun siswa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Media tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang dapat digunakan secara berkelanjutan setelah kegiatan berakhir.\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Banyak siswa aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, hingga berbagi pengalaman mengenai berbagai bentuk kekerasan yang pernah mereka temui di lingkungan sekolah\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">maupun media sosial.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Interaksi ini menunjukkan meningkatnya kepedulian siswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Universitas Airlangga berharap\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">kolaborasi dengan SMA Negeri 1 Genteng dapat terus berlanjut melalui pendampingan, penguatan program SIGAP PERPU, serta peningkatan kapasitas\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">guru dan siswa dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan di lingkungan\u00a0<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">sekolah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Dengan keterlibatan seluruh warga sekolah, diharapkan lahir generasi muda yang berani menolak segala bentuk kekerasan, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadi agen perubahan bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">aman dan inklusif. (*)<\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Redaksi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pendidikan\/6a67743f0b699\/Cegah-Kekerasan-di-Kalangan-Remaja-UNAIR-Perkuat-Program-SIGAP-PERPU-di-SMA-Negeri-1-Genteng-Banyuwangi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Redaksi &#8211; 27 July 2026 | 22:07 &#8211; Dibaca 2 kali Pendidikan Pelaksanaan kegiatan sosialiasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16084,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/babf7ef07175-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16083"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16083\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}