{"id":16318,"date":"2026-07-31T15:00:24","date_gmt":"2026-07-31T15:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/31\/petani-gresik-sulap-lahan-tambak-produktif-jadi-sawah-di-musim-kemarau\/"},"modified":"2026-07-31T15:00:24","modified_gmt":"2026-07-31T15:00:24","slug":"petani-gresik-sulap-lahan-tambak-produktif-jadi-sawah-di-musim-kemarau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/07\/31\/petani-gresik-sulap-lahan-tambak-produktif-jadi-sawah-di-musim-kemarau\/","title":{"rendered":"Petani Gresik Sulap Lahan Tambak Produktif jadi Sawah di Musim Kemarau"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Ekbis<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/07\/31\/8db7f21ac3ac.jpg\" alt=\"Petani Gresik Sulap Lahan Tambak Produktif jadi Sawah di Musim Kemarau\"\/>\n            <\/div>\n<p>Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir saat mengoperasikan mesin panen combine untuk memanen padi bersama warga. (Foto: Rifki\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, GRESIK \u2013<\/b> Para petani di Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik tersenyum bahagia. Sawah dengan sistem mina padi yang tengah mereka kembangkan di lahan tambak produktif kini mulai memasuki masa panen perdana.<\/p>\n<p>Budidaya sistem mina padi mereka lakukan seiring faktor harga gabah yang kini tengah melambung tinggi. <\/p>\n<p>Selain itu juga faktor pengairan yang cukup sulit di musim kemarau. Sehingga para petani yang sebelumnya hanya mengandalkan usaha tambak kini mulai beralih menggarap lahan sawah.<\/p>\n<p>Salah seorang petani asal Desa Tanggulrejo, Abdul Manaf mengatakan panen perdana tahun ini cukup menggembirakan. Apalagi harga gabah meroket di kisaran Rp 8.000 per kilogram.<\/p>\n<p>\u201cHarga gabah bagus ini tadi 8 ribuan per kilogram. Kita juga sudah panen ikan dapat udang 250 kg dan ikan 500 kg, sementara padi di kisaran 8 sampai 10 ton per hektare,\u201d ujarnya, Jumat (31\/7\/2026).<\/p>\n<p>Panen raya mina padi juga dihadiri Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir. Politisi muda itu turut membaur bersama para petani dalam panen raya tersebut. Bahkan ia ikut mengoperasikan mesin panen combine untuk memanen padi.<\/p>\n<p>Syahrul Munir mengatakan, panen perdana tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam meningkatkan harga gabah mampu membangkitkan semangat petani.<\/p>\n<p>\u201cNaiknya harga gabah membuat masyarakat yang sebelumnya mengelola tambak kini mulai beralih menjadi petani. Tahun ini mereka mulai menikmati hasil panen melalui sistem mina padi,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Menurut Syahrul, DPRD Gresik akan terus mendorong pengembangan sistem mina padi karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.<\/p>\n<p>Ketua DPC PKB Gresik ini menilai salah satu kebutuhan utama yang harus dipenuhi adalah perbaikan jaringan irigasi. Pasalnya, sebagian kawasan pertanian masih dipengaruhi air laut sehingga diperlukan pengelolaan irigasi yang tepat.<\/p>\n<p>\u201cKami akan mengkaji model irigasi yang paling sesuai agar lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air tawar dan bisa dimanfaatkan oleh petani,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara Kepala Desa Tanggulrejo, Karim Aly menjelaskan, total luas lahan persawahan di desanya saat ini mencapai sekitar 50 hektare. Sejak harga gabah meningkat, minat masyarakat menanam padi juga terus bertambah.<\/p>\n<p>\u201cDalam satu hektare lahan, hasil panen bisa mencapai sekitar 8 hingga 10 ton. Sistem ini juga membantu memperbaiki unsur hara tanah sehingga kualitas lahan semakin baik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Karim menambahkan, distribusi air untuk persawahan masih bergantung pada Kali Corong yang melintasi wilayah Gresik dan Lamongan.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, selama ini penanganan dilakukan sementara sehingga belum maksimal sehingga dibutuhkan perbaikan permanen.<\/p>\n<p>\u201cKami juga berharap ada dukungan dari Pemkab Gresik berupa normalisasi irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian seperti traktor. Apalagi antusiasme masyarakat untuk bertani sangat tinggi,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rifki Ahmad<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/ekbis\/6a6cb3263cf80\/Petani-Gresik-Sulap-Lahan-Tambak-Produktif-jadi-Sawah-di-Musim-Kemarau\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekbis Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir saat mengoperasikan mesin panen combine untuk memanen padi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16318","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":"","thumbnail":"","medium":"","medium_large":"","large":"","1536x1536":"","2048x2048":"","covernews-slider-full":"","covernews-slider-center":"","covernews-featured":"","covernews-medium":"","covernews-medium-square":""},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16318"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16318\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}