{"id":16386,"date":"2026-08-02T08:05:31","date_gmt":"2026-08-02T08:05:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/02\/gerakan-masif-lintas-sektor-pkb-dan-fkpmr-membumikan-pesantren-ramah-anak\/"},"modified":"2026-08-02T08:05:31","modified_gmt":"2026-08-02T08:05:31","slug":"gerakan-masif-lintas-sektor-pkb-dan-fkpmr-membumikan-pesantren-ramah-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/02\/gerakan-masif-lintas-sektor-pkb-dan-fkpmr-membumikan-pesantren-ramah-anak\/","title":{"rendered":"Gerakan Masif Lintas Sektor, PKB dan FKPMR Membumikan Pesantren Ramah Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pendidikan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/02\/8a9ba47c20d8.jpg\" alt=\"Gerakan Masif Lintas Sektor, PKB dan FKPMR Membumikan Pesantren Ramah Anak\"\/>\n            <\/div>\n<p>PKB dan FKPMR saat Deklarasi Gerakan Pesantren Ramah Anak Malang Raya. (Foto: Aditya Mahatva Yodha\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, MALANG \u2013 <\/b>Forum Komunikasi Pesantren Malang Raya (FKPMR) bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginisiasi langkah progresif demi menjamin keamanan lingkungan pendidikan Islam. <\/p>\n<p>Melalui Gerakan Pesantren Ramah Anak Malang Raya, kedua pihak menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) konkret pascadeklarasi, dengan target awal minimal 200 pesantren bergabung pada tahun pertama.<\/p>\n<p>Program ini dirancang untuk memutus mata rantai kekerasan di institusi pendidikan berbasis agama. Langkah utamanya dilakukan lewat penguatan kapasitas pengasuh, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) perlindungan santri, serta pendampingan budaya ramah anak secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cPerlindungan anak harus menjadi budaya yang dibangun secara sistematis melalui penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunan SOP yang dapat diterapkan di setiap pesantren,\u201d ujar Ketua FKPMR, KH. Ahmad Ikhwan Mahmudi, Minggu (2\/8\/2026).<\/p>\n<p>Gerakan ini akan menyasar tujuh wilayah di Malang Raya. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Malang (Sektor Utara, Tengah, Selatan, Timur, Barat), Kota Malang, dan Kota Batu.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, FKPMR membentuk Tim Pesantren Ramah Anak yang bertugas menyusun arah kebijakan, modul pelatihan, dan draf SOP. <\/p>\n<p>Instrumen hukum internal pesantren ini akan mengatur skema perlindungan santri, mitigasi kekerasan, mekanisme pengaduan, pengawasan asrama, hingga sistem komunikasi vertikal dengan orang tua.<\/p>\n<p>Setelah regulasi matang, FKPMR segera menggelar Diklat dan Training of Trainers (ToT) bagi pengasuh, pengurus, kepala madrasah, guru, hingga musyrif dan musyrifah. Setiap pesantren kemudian mendapatkan pendampingan khusus untuk mengadopsi SOP sesuai karakteristik lembaga masing-masing.<\/p>\n<p>Guna memperkuat dampak gerakan, kerja sama vertikal dan horizontal dibangun secara masif.\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">Program ini melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Agama, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), aparat penegak hukum dari Kepolisian dan Kejaksaan RI, Lembaga Protection Anak (LPA), perguruan tinggi, organisasi keagamaan, hingga sektor swasta melalui skema CSR.<\/span><\/p>\n<p>Sekjen DPP PKB, Hasanuddin Wahid, menegaskan pentingnya komitmen kolektif ini. Menurutnya, RTL ini harus menjadi momentum bagi seluruh pesantren untuk saling bersinergi menjaga marwah institusi.<br \/>&#8220;Tentu akan malu sendiri jika terjadi sesuatu hal yang buruk (di lingkungan pesantren),&#8221; kata Hasanuddin.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Founder Yayasan Koppatara, Hikmah Bafaqih, mengingatkan publik agar objektif melihat peran pesantren. Menurutnya, kontribusi besar pesantren dalam mendidik karakter bangsa tidak boleh tereduksi oleh kasus hukum yang dilakukan segelintir oknum.<\/p>\n<p>&#8220;Melalui gerakan pesantren ramah ini, diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan anak lewat tata kelola yang transparan dan akuntabel guna mencegah segala bentuk kekerasan,&#8221; pungkas Hikmah.<\/p>\n<p>Gerakan ini juga mendapat garansi dukungan penuh dari jajaran kiai dan tokoh pesantren berpengaruh, pengurus Rabithah Ma&#8217;ahid Islamiyah (RMI) NU, serta Jaringan Alumni Santri antara lain KH. Abdulloh Kamal (Himasal Lirboyo), KH. Kholil Fanani (IASS Sidogiri), Gus Mihron Zubaidi (IMAP Ploso), Ning Ayik (IKSAS Salafiyah Pasuruan), Gus Fuad (Ponpes Miftahul Huda Gading) dan\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">para pengasuh pesantren se-Malang Raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"> Program kolaboratif ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam mewujudkan wajah pendidikan Islam yang aman, inklusif, dan bermartabat. (*)<\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Aditya Mahatva Yodha<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pendidikan\/6a6ef31c8e155\/Gerakan-Masif-Lintas-Sektor-PKB-dan-FKPMR-Membumikan-Pesantren-Ramah-Anak\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan PKB dan FKPMR saat Deklarasi Gerakan Pesantren Ramah Anak Malang Raya. (Foto: Aditya Mahatva&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16387,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-scaled.jpg",2560,1324,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-300x155.jpg",300,155,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-768x397.jpg",640,331,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-1024x530.jpg",640,331,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-1536x794.jpg",1536,794,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-2048x1059.jpg",2048,1059,true],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-1024x530.jpg",1024,530,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a9ba47c20d8-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16386"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16386\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}