{"id":16394,"date":"2026-08-02T10:32:41","date_gmt":"2026-08-02T10:32:41","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/02\/gegara-masak-gunakan-elemen-listrik-rumah-warga-di-cilacap-kebakaran\/"},"modified":"2026-08-02T10:32:41","modified_gmt":"2026-08-02T10:32:41","slug":"gegara-masak-gunakan-elemen-listrik-rumah-warga-di-cilacap-kebakaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/02\/gegara-masak-gunakan-elemen-listrik-rumah-warga-di-cilacap-kebakaran\/","title":{"rendered":"Gegara Masak Gunakan Elemen Listrik, Rumah Warga di Cilacap Kebakaran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Peristiwa<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/02\/4d50f482884c.jpg\" alt=\"Gegara Masak Gunakan Elemen Listrik, Rumah Warga di Cilacap Kebakaran\"\/>\n            <\/div>\n<p>Petugas dari Pos Damkar Sidareja, dibantu warga sekitar saat berjibaku memadamkan api yang membakar rumah Rojimin warga Desa Tegalsari. (Foto: dok. Humas Damkar Cilacap)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"><b>BERITA PLUS, CILACAP &#8211; <\/b>Rojimin, warga Dusun Tegalsari RT 02 RW 03 Desa Tegalsari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tak menyangka rumahnya hangus dilalap si jago merah, Minggu (2\/8\/2026) siang.<\/span><\/p>\n<p>Adapun insiden kebakaran itu pun sempat membuat panik pemilik rumah hingga berteriak guna meminta tolong warga sekitar.\u00a0<\/p>\n<p>Kebakaran dipicu pemilik rumah memasak air, menggunakan elemen listrik. Sempat terdengar suara ledakan cukup keras sebelum kebakaran terjadi.<\/p>\n<p>&#8220;Pukul 14.00 WIB, Pak rojimin memasak air menggunakan elemen listrik, setelah itu ditinggal mengobrol dengan anak dan tetangga di depan rumah,&#8221; ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo.<\/p>\n<p>Tak lama, Rojimin terkejut mendengar suara letupan seperti petasan. Ia pun langsung berlari menuju ke belakang rumah untuk memastikan bunyi suara tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Tanpa disadari, api dari belakang rumah ternyata sudah membumbung tinggi. Pak Rojimin kemudian berteriak dan meminta tolong kepada warga sekitar,&#8221; kata Gatot.<\/p>\n<p>Aksi warga membantu memadamkan api di lokasi menggunakan peralatan seadanya sempat dilakukan. Namun upaya warga tidak berhasil, dan api justru semakin membesar.<\/p>\n<p>Peristiwa itu sempat dilaporkan ke Polsek setempat oleh salah seorang warga. &#8220;Usai mendapat laporan, anggota Polsek atas nama Saepi kemudian melapor ke Pos Damkar Sidareja,&#8221; ungkap Gatot.<\/p>\n<p>Sejumlah personel Pos Damkar Sidareja pun langsung mempersiapkan APD lengkap menuju ke lokasi. &#8220;Sesampainya di lokasi, petugas kami mendapati api masih berkobar-kobar,&#8221; beber Gatot.<\/p>\n<p>Setelah berjibaku memadamkan api dengan menggunakan selang hydrant, tak lama api pun berhasil dipadamkan. &#8220;Kurang lebih 10 menit api dapat dipadamkan,&#8221; jelas Gatot.<\/p>\n<p>Sebanyak 6.000 liter air digunakan petugas untuk memadamkan kobaran api tersebut. Setelah dipastikan api padam, kemudian dilanjutkan pendinginan dan overhaul.<\/p>\n<p>Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun demikian, pemilik rumah mengalami kerugian capai puluhan juta lantaran bangunan rumah ludes dilalap api. &#8220;Kerugian sekitar Rp 50 jutaan,&#8221; ungkap Gatot.<\/p>\n<p>Gatot mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan elemen listrik saat akan memasak air. Hal ini menurutnya sangat membahayakan.<\/p>\n<p>&#8220;Memasak mem<span style=\"font-size: 1rem;\">akai elemen listrik dapat memicu kebakaran akibat beban berlebih, korsleting, dan stop kontak rusak. Oleh sebab itu, kami menyarankan supaya tidak memakai elemen listrik,&#8221; pungkasnya. (*)<\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Satria Galih Saputra<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/6a6f1ba814f80\/Gegara-Masak-Gunakan-Elemen-Listrik-Rumah-Warga-di-Cilacap-Kebakaran\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peristiwa Petugas dari Pos Damkar Sidareja, dibantu warga sekitar saat berjibaku memadamkan api yang membakar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16395,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4d50f482884c-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16394"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16394\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}