{"id":16436,"date":"2026-08-03T14:07:28","date_gmt":"2026-08-03T14:07:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/03\/sumur-mengering-dua-bulan-warga-dua-desa-di-purwareja-klampok-andalkan-bantuan-air\/"},"modified":"2026-08-03T14:07:28","modified_gmt":"2026-08-03T14:07:28","slug":"sumur-mengering-dua-bulan-warga-dua-desa-di-purwareja-klampok-andalkan-bantuan-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/03\/sumur-mengering-dua-bulan-warga-dua-desa-di-purwareja-klampok-andalkan-bantuan-air\/","title":{"rendered":"Sumur Mengering Dua Bulan, Warga Dua Desa di Purwareja Klampok Andalkan Bantuan Air"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Peristiwa<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/03\/4eaf26cad5c5.jpg\" alt=\"Sumur Mengering Dua Bulan, Warga Dua Desa di Purwareja Klampok Andalkan Bantuan Air\"\/>\n            <\/div>\n<p>Warga Desa Purwareja,Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, mengambil bantuan air bersih yang didistribusikan tim gabungan menyusul krisis air bersih akibat musim kemarau. (Foto: Iwan Setiawan\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS BANJARNEGARA \u2013 <\/b>Krisis air bersih mulai melanda dua desa di Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Sumur warga dan sejumlah sumber mata air di Desa Sirkandi dan Desa Purwareja mulai mengering akibat kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan.<\/p>\n<p>Merespons kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Banjarnegara, Polsek Purwareja Klampok, Koramil, Pemerintah Desa, PMI, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan relawan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.<\/p>\n<p>Penyaluran dilakukan menggunakan mobil milik BPBD Banjarnegara serta mobil patroli milik Polsek Purwareja Klampok yang turut dimanfaatkan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Sirkandi dan Desa Purwareja.<\/p>\n<p>Sekretaris Camat Purwareja Klampok, Agus Arie, mengatakan bantuan air bersih telah disalurkan selama tujuh hari terakhir dengan menyasar wilayah yang mengalami kekeringan paling parah.<\/p>\n<p>&#8220;Hingga hari ketujuh ini baru dua desa yang terdampak cukup serius, yakni Desa Sirkandi dan Desa Purwareja. Beberapa dusun sudah mengalami kekeringan, sumur warga mulai mengering, dan debit sumber air terus menurun,&#8221; ujar Agus Arie, Senin (3\/8\/2026) sore.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, selama tujuh hari terakhir tim gabungan telah mendistribusikan sekitar 42 ribu liter air bersih atau rata-rata 6 ribu liter setiap hari.<\/p>\n<p>&#8220;Karena kapasitas tempat penampungan warga terbatas, dalam sehari kami harus melakukan enam sampai tujuh kali perjalanan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Salah seorang warga Desa Purwareja, Sofiyah, mengaku bantuan air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air yang dibagikan digunakan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, namun tidak untuk memasak.<\/p>\n<p>&#8220;Air ini kami gunakan untuk mandi dan keperluan sehari-hari. Kalau untuk memasak dan minum biasanya kami membeli air galon isi ulang,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Menurut Sofiyah, sumur di rumahnya sudah mengering sejak sekitar dua bulan terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan air, dirinya harus mengandalkan bantuan air bersih maupun membeli air minum.<\/p>\n<p>&#8220;Sumur sudah kering sekitar dua bulan. Kalau mandi masih memakai bantuan air ini, kadang juga ke sungai. Untuk memasak kami mengandalkan air galon,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Pemerintah Kecamatan Purwareja Klampok bersama tim gabungan akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan dan melanjutkan distribusi air bersih selama masyarakat masih membutuhkan. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Iwan Setiawan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/6a70900fb87a2\/Sumur-Mengering-Dua-Bulan-Warga-Dua-Desa-di-Purwareja-Klampok-Andalkan-Bantuan-Air\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peristiwa Warga Desa Purwareja,Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, mengambil bantuan air bersih yang didistribusikan tim gabungan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16437,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5.jpg",1906,1072,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5.jpg",1906,1072,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4eaf26cad5c5-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16436"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16436\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}