{"id":16440,"date":"2026-08-03T14:21:18","date_gmt":"2026-08-03T14:21:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/03\/bpjs-ketenagakerjaan-cirebon-gandeng-bsi-beri-pelatihan-usaha-bagi-ahli-waris-penerima-manfaat\/"},"modified":"2026-08-03T14:21:18","modified_gmt":"2026-08-03T14:21:18","slug":"bpjs-ketenagakerjaan-cirebon-gandeng-bsi-beri-pelatihan-usaha-bagi-ahli-waris-penerima-manfaat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/03\/bpjs-ketenagakerjaan-cirebon-gandeng-bsi-beri-pelatihan-usaha-bagi-ahli-waris-penerima-manfaat\/","title":{"rendered":"BPJS Ketenagakerjaan Cirebon Gandeng BSI Beri Pelatihan Usaha Bagi Ahli Waris Penerima Manfaat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Advertorial<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/03\/b86cf7f59d54.jpg\" alt=\"BPJS Ketenagakerjaan Cirebon Gandeng BSI Beri Pelatihan Usaha Bagi Ahli Waris Penerima Manfaat\"\/>\n            <\/div>\n<p>Penyerahan bukti perlindungan jaminan sosial bagi 2.870 nelayan dari DBHCHT, salah satu rangkaian acara penyelenggaraan program PEKA di Kabupaten Cirebon. (Foto: dok. BPJS Ketenagakerjaan)<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\"><b>BERITA PLUS, CIREBON &#8211; <\/b>BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon melaksanakan perluasan manfaat perlindungan jaminan sosial sebagaimana  program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan (PEKA). Bekerjasama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), kegiatan ini digelar di The Luxton Hotel Cirebon, Senin (3\/8\/2026).<\/span><\/p>\n<p>Hadir dalam kegiatan ini Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi M.Ag, Regional CEO Bandung BSI, Fitria Ekayani, Funding and Transaction Business Deputy Regional Bandung BSI, Nasori, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jabar, Deny Yusyulian, dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cirebon, Zainal Abidin.<\/p>\n<p>Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jabar, Deny Yusyulian, mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan jaminan sosial tidak lagi hanya diukur dari besarnya manfaat yang dibayarkan, tetapi dari kemampuan manfaat tersebut dalam membantu keluarga peserta untuk bangkit mandiri dan kembali produktif setelah menghadapi risiko.<\/p>\n<p>&#8220;Melalui program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan bahwa perlindungan tidak berhenti ketika manfaat dibayarkan, tetapi berlanjut melalui peningkatan kapasitas agar ahli waris mampu bangkit, mandiri, dan membangun masa depan yang lebih baik,&#8221; jelas Deny.<\/p>\n<p>Deny menambahkan, pelatihan usaha seperti ini juga akan digelar di berbagai kota di Jawa Barat bersama BSI dengan tema yang disesuaikan pada kebutuhan para penerima manfaat. <\/p>\n<p>Dia menyebut contohnya pembuatan kue hingga hampers, yang harapannya agar manfaat yang didapat bisa lebih produktif. Diharapkan kehadiran<span style=\"font-size: 1rem;\">\u00a0BSI ini juga bisa memberikan permodalan pada penerima manfaat saat usaha mereka berkembang.<\/span><\/p>\n<p>Menurutnya, program PEKA merupakan implementasi strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Coverage, Care, dan Credibility. <\/p>\n<p>Melalui pilar Care, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Value Beyond Protection, yakni memperluas manfaat perlindungan sosial melalui pemberdayaan ekonomi sehingga manfaat yang diterima tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan keluarga pekerja secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Program ini mengusung konsep 3P, yaitu Pelatihan, Produktif dan Profit, sebagai tahapan untuk membekali peserta dengan keterampilan, mendorong lahirnya usaha yang produktif, hingga menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Cirebon, Zainal Abidin, menambahkan, kegiatan ini utamanya pelatihan wira usaha bagi ahli waris penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, bagian dari program PEKA.<\/p>\n<p>&#8220;Hari ini kami menghadirkan pelatihan usaha peternak telur bagi 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di wilayah Kabupaten Cirebon, bekerja sama dengan BSI,&#8221; kata Zainal.<\/p>\n<p>&#8220;Diharapkan melalui pelatihan usaha ini bisa lahir entrepreneur baru. Ekonomi mereka bisa tumbuh dan dapat lebih banyak lagi menyerap tenaga kerja,&#8221; lanjut Zainal.<\/p>\n<p>Bersamaan kegiatan ini, dilakukan pula penyerahan simbolis bukti perlindungan jaminan sosial bagi 2.870 nelayan di Kabupaten Cirebon dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Cirebon Tahun 2026 yang diserahkan oleh Bupati Cirebon.<\/p>\n<p>Selain itu, juga penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan 200 pekerja rentan Kabupaten Cirebon atas bantuan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Rumah Sakit Mitra Plumbon.<\/p>\n<p>Berikutnya, penyerahan simbolis kepada ahli waris penerima manfaat program JKM, kepesertaan Pekerja Rentan Kabupaten Cirebon oleh Bupati Kabupaten Cirebon. Dan terakhir penyerahan simbolis bantuan BSI Peduli Jaminan Sosial oleh Kepala Wilayah BSI kepada penerima.<\/p>\n<p>Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi menyampaikan turut mengapresiasi program PEKA. Bupati berharap melalui pelatihan ini ekonomi kreatif masyarakat Kabupaten Cirebon bisa tumbuh dan meningkatkan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kami juga mengimbau pada seluruh perusahaan untuk memberikan kewajiban CSR-nya pada masyarakat, salah satunya berupa perlindungan jaminan sosial seperti yang kami lakukan pada 2.870 pekerja rentan di Kabupaten Cirebon,&#8221; pungkas Bupati. (Gan)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: M.Ganefudin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Satria Galih Saputra<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/advertorial\/6a709d1d7cd6b\/BPJS-Ketenagakerjaan-Cirebon-Gandeng-BSI-Beri-Pelatihan-Usaha-Bagi-Ahli-Waris-Penerima-Manfaat\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Advertorial Penyerahan bukti perlindungan jaminan sosial bagi 2.870 nelayan dari DBHCHT, salah satu rangkaian acara&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16441,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/b86cf7f59d54-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16440"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16440\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}