{"id":16515,"date":"2026-08-05T08:39:26","date_gmt":"2026-08-05T08:39:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/05\/gapasdap-sterilisasi-pelabuhan-ketapang-jadi-momentum-perkuat-budaya-keselamatan-penyeberangan\/"},"modified":"2026-08-05T08:39:26","modified_gmt":"2026-08-05T08:39:26","slug":"gapasdap-sterilisasi-pelabuhan-ketapang-jadi-momentum-perkuat-budaya-keselamatan-penyeberangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/05\/gapasdap-sterilisasi-pelabuhan-ketapang-jadi-momentum-perkuat-budaya-keselamatan-penyeberangan\/","title":{"rendered":"GAPASDAP: Sterilisasi Pelabuhan Ketapang Jadi Momentum Perkuat Budaya Keselamatan Penyeberangan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/05\/86491f964058.jpg\" alt=\"GAPASDAP: Sterilisasi Pelabuhan Ketapang Jadi Momentum Perkuat Budaya Keselamatan Penyeberangan \"\/>\n            <\/div>\n<p>Sterilisasi Pelabuhan Ketapang mulai diberlakukan. GAPASDAP sebut sebagai momentum membangun budaya keselamatan penyeberangan Indonesia. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin\/suaraindonesia.co.id).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 <\/b>Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (DPP GAPASDAP) menyatakan implementasi penuh Program Sterilisasi Pelabuhan di Pelabuhan Ketapang harus menjadi momentum membangun budaya keselamatan (safety culture) di sektor transportasi penyeberangan.<\/p>\n<p>Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo mengapresiasi langkah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang mulai menerapkan program sterilisasi pelabuhan di Pelabuhan Ketapang.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola pelabuhan, meningkatkan ketertiban kawasan operasional, sekaligus memperkuat sistem keselamatan transportasi penyeberangan nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Sterilisasi pelabuhan bukanlah tujuan akhir. Sterilisasi pelabuhan adalah instrumen untuk membangun budaya keselamatan. Keberhasilannya bukan diukur dari banyaknya pagar, portal, atau pembagian zona yang dibangun, melainkan dari tumbuhnya kesadaran dan disiplin seluruh insan transportasi dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,&#8221; kata Khoiri, Rabu (5\/8\/2026).<\/p>\n<p>Khoiri menilai dipilihnya Pelabuhan Ketapang sebagai lokasi implementasi penuh sterilisasi pelabuhan memiliki makna historis. Selain menjadi salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia, lintasan Ketapang-Gilimanuk juga pernah mengalami sejumlah kecelakaan kapal yang menjadi pelajaran bagi sektor transportasi penyeberangan.<\/p>\n<p>Beberapa insiden yang disebutkan antara lain tenggelamnya LCT Kaltim Mas II pada 1994, LCT Trisila Bhakti pada 1995, KMP Citra Mandala Bhakti pada 2000, KMP Rafelia II pada 2016, KMP Yunicee pada 2021, dan KMP Tunu Pratama Jaya pada 2025. Selain itu, pernah terjadi insiden LCT Pancar yang tenggelam namun berhasil diapungkan kembali.<\/p>\n<p>&#8220;Daftar tersebut bukan untuk membuka kembali luka lama, tetapi menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah perjalanan yang harus terus diperbaiki. Setiap musibah membawa pelajaran yang sangat mahal. Tugas kita adalah memastikan pelajaran itu tidak pernah hilang dari ingatan generasi berikutnya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Khoiri, tenggelamnya KMP Rafelia II pada 2016 menjadi salah satu momentum lahirnya penguatan tata kelola pelabuhan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2016 tentang Sterilisasi Pelabuhan Penyeberangan yang kemudian disempurnakan dengan PM 91 Tahun 2021 tentang Zonasi di Kawasan Pelabuhan yang Digunakan untuk Melayani Angkutan Penyeberangan.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, keselamatan tidak dapat dibangun hanya melalui regulasi, teknologi, maupun infrastruktur. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator kapal, pengelola pelabuhan, awak kapal, petugas lapangan, hingga pengguna jasa, harus memiliki kesadaran yang sama terhadap pentingnya keselamatan.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan bekerja hanya karena ada aturan. Jangan bekerja hanya karena ada pengawasan. Tetapi bekerjalah karena kita sadar bahwa setiap keputusan yang kita ambil berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa manusia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain mendukung implementasi sterilisasi pelabuhan, GAPASDAP juga mengapresiasi dimulainya peningkatan kapasitas Dermaga II Ketapang-Gilimanuk. Menurut Khoiri, pembangunan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan karena dapat mengurangi antrean kendaraan, memperlancar arus lalu lintas di pelabuhan, dan meningkatkan efisiensi operasional.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, DPP GAPASDAP juga mengusulkan lahirnya Deklarasi Ketapang untuk Budaya Keselamatan Penyeberangan Indonesia. Deklarasi tersebut diharapkan menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, menjalankan regulasi secara konsisten, memperkuat kolaborasi, serta menjadikan setiap insiden sebagai pembelajaran untuk memperbaiki sistem transportasi penyeberangan.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan sampai kita baru memperbaiki sistem setelah terjadi musibah berikutnya. Ukuran keberhasilan transportasi penyeberangan bukan semata-mata banyaknya kapal yang beroperasi atau jumlah penumpang yang diangkut, tetapi seberapa banyak nyawa manusia yang berhasil kita lindungi,&#8221; ujar Khoiri. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a72f5ac2a76a\/GAPASDAP-Sterilisasi-Pelabuhan-Ketapang-Jadi-Momentum-Perkuat-Budaya-Keselamatan-Penyeberangan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Sterilisasi Pelabuhan Ketapang mulai diberlakukan. GAPASDAP sebut sebagai momentum membangun budaya keselamatan penyeberangan Indonesia&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16516,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16515","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/86491f964058-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16515"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16515\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}