{"id":16572,"date":"2026-08-06T08:21:18","date_gmt":"2026-08-06T08:21:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/06\/tragis-seorang-ibu-di-ngawi-tewas-di-tangan-anaknya-sendiri\/"},"modified":"2026-08-06T08:21:18","modified_gmt":"2026-08-06T08:21:18","slug":"tragis-seorang-ibu-di-ngawi-tewas-di-tangan-anaknya-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/06\/tragis-seorang-ibu-di-ngawi-tewas-di-tangan-anaknya-sendiri\/","title":{"rendered":"Tragis! Seorang Ibu di Ngawi Tewas di Tangan Anaknya Sendiri"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Peristiwa<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/06\/9090b6394f37.jpg\" alt=\"Tragis! Seorang Ibu di Ngawi Tewas di Tangan Anaknya Sendiri\"\/>\n            <\/div>\n<p>Inafis Polres Ngawi saat identifikasi korban dugaan pembunuhan. (Foto: Ari Hermawan\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p><span><span><strong>BERITA PLUS, NGAWI &#8211; <\/strong>Seorang Wanita di Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, inisial DN (35) disebut mengalami gangguan jiwa yang diduga membunuh ibu kandungnya sendiri inisial K (50) dengan menggunakan benda tajam\u00a0dan balok kayu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Informasi awal pelaku adalah anak perempuan korban. Saat menghabisi nyawa ibunya, diduga menggunakan benda tajam dan balok kayu,&#8221; kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Pras Ardinata, Kamis (6\/8\/2026).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, untuk perkembangan selanjutnya akan\u00a0kami sampaikan ke teman-teman media,&#8221; lanjutnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Adapun motif pembunuhan tersebut masih didalami, karena menurut informasi pelaku mengalami gangguan jiwa, dan saat ini dievakuasi ke rumah sakit jiwa. Sementara untuk korban sendiri tengah dilakukan otopsi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Sementara itu, Suparno (60) suami korban mengatakan, sekitar pukul 22.00 WIB malam, ia melihat anaknya (pelaku) menganiaya istrinya saat sedang tidur. Ketika pelaku keluar rumah, Suparno berinisiatif memindahkan istrinya ke dalam kandang belakang rumah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Kemudian, setelah Subuh, Suparno pergi ke kandang melihat istrinya masih hidup dan sempat memberikan makan serta\u00a0minum. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Sekitar Jam 06.00 WIB pagi, Suparno\u00a0pergi ke sawah, saat kembali ke rumah sekitar pukul 10.00 WIB melihat istrinya sudah tidak bernyawa dengan penuh luka di bagian kepala dan wajah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Saat anak saya menganiaya memukul dan menendang saya tidak bisa berbuat apa-apa karena takut. Usai menganiaya ia keluar rumah, pada saat itulah istri saya pindah ke kandang belakang rumah, saya sembunyikan tujuannya biar tidak dianiaya lagi,&#8221; cerita Suparno saat diwawancarai media awak.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Pada saat Subuh saya melihat istri saya masih hidup, saya suapi makan, pagi nya saya tinggal pergi ke sawah. Namun saat pulang, istri saya sudah tidak bernyawa, ada luka di bagian kepala dan wajah. Dugaan saya, saat saya tinggal di sawah itulah anak saya kembali melakukan penganiaan\u00a0lagi,&#8221; imbuhnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span><b>Pelaku mempunyai riwayat sakit jiwa<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Menurut warga setempat, Santoso, pelaku sudah mengalami gangguan jiwa selama 5 tahun. Pelaku yang merupakan anak pertama korban\u00a0pernah berobat di Pondok Condromowo dan medis rawat jalan di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Ngawi. Namun tiga bulan terakhir mengalami depresi berat sering mengamuk dan menganiaya orang tuanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Akhir-akhir ini sering mengamuk keluarganya terutama orang tua. Kalau ke tetangga tidak. Katanya sudah tidak mau lagi minum obat dari rumah sakit,&#8221; ujar Santosa yang juga sebagai pejabat sementara kepala dusun setempat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Pelaku sendiri sebetulnya sering didatangi pihak Puskesmas Gemarang melakukan pengobatan dan pengawasan. Tiba-tiba kog ada peristiwa\u00a0seperti ini,&#8221; tandasnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>Santosa menambahkan, pelaku mengalami depresi sejak ditinggal pergi oleh suami pertama, setelah menjanda sekian lama pelaku menikah lagi. Namun usia pernikahan kedua tidak berlangsung lama karena ditinggal suami yang kedua, lalu keduanya bercerai lagi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Dugaan pelaku depresi disebabkan sejak dicerai suami pertamanya, kemudian pernikahan yang kedua mengalami hal yang sama. Setelah itu, pelaku disebut oleh keluarganya sering mengamuk. Oleh pihak keluargnya sudah diobati\u00a0ke\u00a0mana-mana ke pondok hingga rumah sakit,&#8221; ungkap Santoso.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span><span>&#8220;Kalau tidak salah dari pernikahan pertamanya, pelaku dikaruniai dua anak, selama setahun setengah yang lalu ketika pelaku mengalami depresi dan\u00a0dirawat di pondok, dua anaknya ikut simbahnya,&#8221; pungkasnya. (*)<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Ari Hermawan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/6a74288d90074\/Tragis-Seorang-Ibu-di-Ngawi-Tewas-di-Tangan-Anaknya-Sendiri\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peristiwa Inafis Polres Ngawi saat identifikasi korban dugaan pembunuhan. (Foto: Ari Hermawan\/suaraindonesia.co.id) BERITA PLUS, NGAWI&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16573,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16572","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37.jpg",750,450,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37-300x180.jpg",300,180,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37.jpg",640,384,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37.jpg",640,384,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37.jpg",750,450,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37.jpg",750,450,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37.jpg",750,450,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37.jpg",750,450,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37.jpg",750,450,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/9090b6394f37-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16572"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16572\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}