{"id":16744,"date":"2026-08-10T18:36:33","date_gmt":"2026-08-10T11:36:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/10\/kapal-tangker-hantam-bagan-nelayan-di-pesisir-gresik-penyelesaian-masih-mengambang\/"},"modified":"2026-08-10T18:36:33","modified_gmt":"2026-08-10T11:36:33","slug":"kapal-tangker-hantam-bagan-nelayan-di-pesisir-gresik-penyelesaian-masih-mengambang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/10\/kapal-tangker-hantam-bagan-nelayan-di-pesisir-gresik-penyelesaian-masih-mengambang\/","title":{"rendered":"Kapal Tangker Hantam Bagan Nelayan di Pesisir Gresik, Penyelesaian Masih Mengambang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Peristiwa<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/10\/1f0b3f515109.jpg\" alt=\"Kapal Tangker Hantam Bagan Nelayan di Pesisir Gresik, Penyelesaian Masih Mengambang\"\/>\n            <\/div>\n<p>Kondisi kapal tangker yang menabrak puluhan bagan tancap kerang hijau milik nelayan di perairan Pesisir Gresik Utara. (Foto: Rifki\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, GRESIK \u2013 <\/b>Puluhan nelayan di wilayah Gresik Utara tepatnya Kecamatan Ujungpangkah kini terpaksa harus kehilangan mata pencaharian utama mereka untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. <\/p>\n<p>Selama beberapa bulan, bagan tancap bambu kerang hijau yang mereka bangun di perairan Pesisir Gresik Utara hancur setelah dihantam kapal tangker.<\/p>\n<p>Informasi dihimpun, peristiwa kapal tangker bermuatan krude oil (minyak mentah) jutaan ton menabrak bagan nelayan di perairan Pesisir Gresik Utara tersebut terjadi pada Januari 2026 atau sekitar delapan bulan lalu. <\/p>\n<p>Akibat insiden itu, puluhan bagan tancap bambu kerang hijau hancur dan nelayan mengalami gagal panen.<\/p>\n<p>Namun ironisnya, para nelayan hingga kini belum mendapat kejelasan mengenai ganti rugi dari pihak perusahaan atas kerusakan bagan tancap bambu kerang hijau milik mereka akibat insiden tersebut. <\/p>\n<p>Padahal, para nelayan sejauh ini sudah melakukan serangkaian upaya mediasi, mulai ke Komisi B DPRD Jawa Timur hingga Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur.<\/p>\n<p>Salah satu nelayan asal Ujungpangkah, Muhammad Alimin mengatakan, total ada 95 bagan tancap bambu milik nelayan yang hancur dihantam kapal.\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">Mayoritas mereka selama ini menggantungkan penghasilan utama untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari dari budidaya kerang hijau, selain mencari ikan di laut lepas.<\/span><\/p>\n<p>\u201cTotal ada 95 bagan tancap bambu milik nelayan yang hancur dihantam kapal. Semuanya rusak dan sampai sekarang tidak bisa digunakan sama sekali,\u201d kata Alimin, Senin (10\/8\/2026).<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan, para nelayan sejatinya telah mengadukan permasalahan tersebut ke Komisi B DPRD Jawa Timur hingga Dinas Perikanan Jawa Timur, mereka menuntut agar pihak perusahaan bertanggungjawab dan mengganti kerugian serta biaya evakuasi. <\/p>\n<p>Namun,\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">pihak perusahaan hingga kini belum memberikan respon final, bahkan tidak hadir saat audiensi di DPRD Jatim.<\/span><\/p>\n<p>\u201cAwal tuntutan nelayan sekitar 800 juta, kemudian turun 500 juta netto untuk mengganti rugi pembuatan bagan tancap kerang hijau baru dan kehilangan panen,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>\u201cSementara manajemen perusahaan menawarkan 250 juta ditambah biaya evakuasi\/penarikan kapal, tawaran ini ditolak karena tidak sebanding kerugian panen dan biaya lain evakuasi,\u201d lanjut Alimin.<\/p>\n<p>Para nelayan berharap besar agar pihak perusahaan segera menyelesaikan permasalahan ini. Agar mereka bisa kembali bagan tancap kerang hijau baru untuk memenuhi nafkah kebutuhan hidup keluarga mereka sehari-hari.<\/p>\n<p>\u201cKalau terhitung sejak kejadian, sekarang sudah 8 bulan. Kami berharap agar segera ada solusi terbaik dan i\u2019tikad baik pihak perusahaan dari permasalahan ini, agar para nelayan bisa kembali bekerja mencari nafkah,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Merespon kondisi tersebut, Ketua Komite Nasional (Komnas) Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (PPLH) Kabupaten Gresik, Hilal Ulfi mendesak agar managemen perusahaan segera menyelesaikan dan memenuhi tanggungjawab yang menjadi hak para nelayan. <\/p>\n<p>Sebab selain berpengaruh terhadap mata pencaharian nelayan, insiden kapal menabrak bagan tancap kerang hijau yang tak kunjung dievakuasi juga berdampak terhadap lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cTentu kalau tidak segera diselesaikan juga akan berdampak terhadap ekosistem lingkungan laut dan sekitarnya. Untuk itu kami minta pihak perusahaan segera memberikan hak nelayan dengan memenuhi kerugian yang mereka alami,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Komite Nasional (Komnas) Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (PPLH) Kabupaten Gresik juga mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dna Perikanan (DKP) Jatim untuk melakukan pembinaan sekaligus pengawasan.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cHal ini agar lalu lintas kapal di laut dan aktivitas budidaya nelayan dapat berjalan berdampingan tanpa saling merugikan,\u201d pungkas Hilal. (*)<\/span><\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rifki Ahmad<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/6a79abed21cfb\/Kapal-Tangker-Hantam-Bagan-Nelayan-di-Pesisir-Gresik-Penyelesaian-Masih-Mengambang\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peristiwa Kondisi kapal tangker yang menabrak puluhan bagan tancap kerang hijau milik nelayan di perairan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16745,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16744","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109.jpg",462,355,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109-300x231.jpg",300,231,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109.jpg",462,355,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109.jpg",462,355,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109.jpg",462,355,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109.jpg",462,355,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109.jpg",462,355,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109.jpg",462,355,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109.jpg",462,355,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109-462x340.jpg",462,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1f0b3f515109-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16744"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16744\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}