{"id":16789,"date":"2026-08-11T18:45:59","date_gmt":"2026-08-11T11:45:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/11\/mentan-amran-tinjau-sawah-kering-terimbas-kemarau-di-gresik\/"},"modified":"2026-08-11T18:45:59","modified_gmt":"2026-08-11T11:45:59","slug":"mentan-amran-tinjau-sawah-kering-terimbas-kemarau-di-gresik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/11\/mentan-amran-tinjau-sawah-kering-terimbas-kemarau-di-gresik\/","title":{"rendered":"Mentan Amran Tinjau\u00a0Sawah Kering Terimbas Kemarau di Gresik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/11\/3b24d4c93f2e.jpg\" alt=\"Mentan Amran Tinjau\u00a0Sawah Kering Terimbas Kemarau di Gresik\"\/>\n            <\/div>\n<p>Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat turun langsung melihat kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan dengan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Gresik. (Foto: Rifki\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, GRESIK \u2013 <\/b>Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung melihat kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan dengan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Selasa (11\/8\/2026).<\/p>\n<p>Kehadiran Mentan Amran sekaligus untuk menyerahkan sejumlah bantuan pemerintah pusat berupa dukungan sarana dan prasarana pengairan bagi petani Kabupaten Gresik, terdiri atas 54 unit irigasi perpompaan, 9 unit irigasi perpipaan, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 12 unit.<\/p>\n<p>Selain itu, Amran juga menyerahkan bantuan dua unit traktor roda dua dari pemerintah pusat kepada buruh tani. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses petani dan buruh tani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan).<\/p>\n<p>Perlu diketahui, total ada 200 hektar lahan sawah yang terdampak kekeringan di wilayah tersebut. Kondisi itu menjadi perhatian penuh pemerintah karena berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian jika tidak segera ditangani.<\/p>\n<p>Amran mengatakan, penanganan kekeringan akan dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama lahan yang memiliki sumber air di sekitar area persawahan, pemerintah akan memberikan bantuan pompa. Kedua lahan yang tidak memiliki sumber air akan ditangani melalui pembangunan sumur dangkal.<\/p>\n<p>\u201cKita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin ancaman kekeringan mengganggu produktivitas pertanian. Menurutnya, kondisi perberasan Jawa Timur saat ini relatif aman dengan produksi sekitar 1,3 juta ton, namun pemerintah tetap perlu melakukan mitigasi untuk menghadapi risiko kekeringan.<\/p>\n<p>\u201cKita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia pun menyampaikan rencana perubahan regulasi agar buruh tani dapat memperoleh bantuan alsintan secara lebih mudah. Menurutnya, buruh tani selama ini masih menghadapi keterbatasan akses karena regulasi yang berlaku.<\/p>\n<p>Ke depan, bantuan seperti traktor, combine harvester, alat tanam, dan alsintan lainnya akan dibuka lebih luas bagi buruh tani. Mekanisme pengusulannya juga akan disederhanakan dengan memperkuat peran penyuluh pertanian lapangan (PPL).<\/p>\n<p>\u201cTanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Terkait kebutuhan tersebut, Amran menyatakan pemerintah pusat akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian ATR\/BPN jika terdapat persoalan pertanahan yang perlu diselesaikan. Beragam kebutuhan tersebut akan disampaikan secara tertulis agar dapat segera dikoordinasikan.<\/p>\n<p>\u201cKalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional.<\/p>\n<p>\u201cKami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian di tengah musim kemarau,\u201d kata Wabup Alif.<\/p>\n<p>Ia menyatakan dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan bagi Gresik untuk semakin memperkuat berbagai upaya menjaga produktivitas pertanian. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi penting untuk memastikan petani tetap dapat berproduksi di tengah tantangan perubahan cuaca.<\/p>\n<p>\u201cGresik siap bersinergi dan mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, memastikan bantuan tepat sasaran, serta mendorong petani agar semakin produktif dan sejahtera,\u201d tandas dia.<\/p>\n<p>Wabup Alif menambahkan, target swasembada pangan membutuhkan keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan, termasuk pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Gresik akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.<\/p>\n<p>\u201cTarget swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting. Karena itu, kami siap bergerak bersama, memastikan setiap dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan dan berdampak bagi petani Gresik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Bagi Pemkab Gresik, dukungan tersebut tidak hanya menjadi solusi menghadapi kondisi kekeringan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas pertanian dalam jangka panjang. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Rifki Ahmad<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a7b0648c5cf6\/Mentan-Amran-TinjauSawah-Kering-Terimbas-Kemarau-di-Gresik\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat turun langsung melihat kondisi lahan pertanian&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16789","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":"","thumbnail":"","medium":"","medium_large":"","large":"","1536x1536":"","2048x2048":"","covernews-slider-full":"","covernews-slider-center":"","covernews-featured":"","covernews-medium":"","covernews-medium-square":""},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16789"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16789\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}