{"id":16938,"date":"2026-08-15T10:47:03","date_gmt":"2026-08-15T03:47:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/15\/poliwangi-kenalkan-teknologi-iot-olah-limbah-ayam-jadi-pellet-pupuk\/"},"modified":"2026-08-15T10:47:03","modified_gmt":"2026-08-15T03:47:03","slug":"poliwangi-kenalkan-teknologi-iot-olah-limbah-ayam-jadi-pellet-pupuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/15\/poliwangi-kenalkan-teknologi-iot-olah-limbah-ayam-jadi-pellet-pupuk\/","title":{"rendered":"Poliwangi Kenalkan Teknologi IoT Olah Limbah Ayam Jadi Pellet Pupuk"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pendidikan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/14\/42d5e7b45711.jpg\" alt=\"Poliwangi Kenalkan Teknologi IoT Olah Limbah Ayam Jadi Pellet Pupuk\"\/>\n            <\/div>\n<p>Tim Poliwangi mendampingi Bumdes Tambong memproduksi pellet pupuk organik berbasis IoT. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013<\/b> Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) mendorong pemanfaatan limbah peternakan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Program bertajuk &#8220;Inovasi Teknologi Pelet Pupuk Organik Berbasis IoT dari Limbah Kotoran Ayam untuk Mendukung Kemandirian dan Ketahanan Pangan Desa Tambong&#8221; menyasar Bumdes Rekso Wijoyo.<\/p>\n<p>Kegiatan melibatkan Aldy Bahaduri Indraloka, S.Si., M.P., Dosen Jurusan Pertanian sekaligus Ketua Tim PKM; Endi Sailul Haq, S.T., M.Kom., Dosen Jurusan Bisnis dan Informatika terkait.<\/p>\n<p>Turut terlibat Mokhtar Effendi, S.P., M.P., Dosen Jurusan Pertanian, Kepala Desa Tambong Agus Hermawan, S.Sos., NL.P., CPLA., Sekretaris Desa Abdul Mugis, mahasiswa, serta anggota Bumdes.<\/p>\n<p>Ketua Tim PKM Aldy Bahaduri Indraloka, mengatakan limbah kotoran ayam petelur berpotensi diolah langsung menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak hanya memberikan materi, tetapi juga memastikan mitra mampu mengoperasikan teknologi dan mengelola usaha secara mandiri, sehingga program berkelanjutan setelah pendampingan berakhir,&#8221; ujar Aldy, Sabtu (15\/8\/2026).<\/p>\n<p>Program diawali sosialisasi dan praktik produksi pupuk kompos bersama Bumdes Rekso Wijoyo. Kepala Desa Tambong Agus Hermawan, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi.<\/p>\n<p>Menurut Aldy, proses pengomposan membutuhkan teknologi tepat guna berupa aktivator EM4 dan Trichoderma sp. untuk membantu mempercepat fermentasi serta meningkatkan kualitas pupuk organik secara konsisten.<\/p>\n<p>Transfer teknologi diperkuat Endi Sailul Haq, melalui penerapan sensor IoT berbasis suhu untuk memantau kondisi fermentasi secara berkala selama proses pengomposan setiap hari.<\/p>\n<p>Sensor tersebut membantu mitra memantau suhu fermentasi secara terukur, sehingga proses produksi dapat dikendalikan dan menghasilkan kompos secara optimal sesuai kebutuhan pengelolaan usaha Bumdes.<\/p>\n<p>Tim PKM juga menyerahkan mesin pellet atau pelletizer, sekaligus memberikan pelatihan pembuatan pellet pupuk organik berbahan kompos kotoran ayam dan bekatul kepada Bumdes Rekso Wijoyo.<\/p>\n<p>Sekretaris Desa Tambong Abdul Mugis mengapresiasi teknologi tersebut karena dinilai membantu Bumdes meningkatkan pengolahan pupuk kompos menjadi produk pellet yang lebih praktis dan bernilai jual.<\/p>\n<p>&#8220;Adanya mesin pellet ini sangat berguna bagi Bumdes dalam mengolah pupuk kompos menjadi pellet,&#8221; ujar Abdul Mugis.\u00a0<\/p>\n<p>Kehadiran mesin tersebut memudahkan pengolahan dan meningkatkan efisiensi usaha.<\/p>\n<p>Aldy menambahkan, kualitas pellet pupuk organik yang dihasilkan memuaskan dan berpotensi meningkatkan nilai tambah produk kompos yang dihasilkan.<\/p>\n<p>&#8220;Pellet memiliki bentuk lebih praktis, sehingga membuka peluang pemasaran lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah peternakan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan tersebut, Poliwangi memperkuat kontribusinya terhadap pencapaian SDGs, Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, serta Asta Cita melalui penguatan kemandirian pupuk dan ketahanan pangan.<\/p>\n<p>Program bersama Bumdes Rekso Wijoyo menjadi bagian dari upaya Poliwangi memberdayakan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal setempat.<\/p>\n<p>Seluruh kegiatan PKM didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 di Banyuwangi. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pendidikan\/6a7fe1045957f\/Poliwangi-Kenalkan-Teknologi-IoT-Olah-Limbah-Ayam-Jadi-Pellet-Pupuk\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan Tim Poliwangi mendampingi Bumdes Tambong memproduksi pellet pupuk organik berbasis IoT. (Foto: Istimewa). BERITA&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16939,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-16938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/42d5e7b45711-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16938"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16938\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}