{"id":17109,"date":"2026-08-18T20:09:26","date_gmt":"2026-08-18T13:09:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/18\/paket-pakan-kucing-berubah-jadi-baju-bekas-dua-saksi-ungkap-kejanggalan-di-sidang-jt-cargo\/"},"modified":"2026-08-18T20:09:26","modified_gmt":"2026-08-18T13:09:26","slug":"paket-pakan-kucing-berubah-jadi-baju-bekas-dua-saksi-ungkap-kejanggalan-di-sidang-jt-cargo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/18\/paket-pakan-kucing-berubah-jadi-baju-bekas-dua-saksi-ungkap-kejanggalan-di-sidang-jt-cargo\/","title":{"rendered":"Paket Pakan Kucing Berubah Jadi Baju Bekas, Dua Saksi Ungkap Kejanggalan di Sidang J&#038;T Cargo"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"flex-wr-s-s p-b-10\">\n              <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"><br \/>\n                <a href=\"#\" class=\"f1-s-4 cl8 hov-cl10 trans-03\">Jefri Hadi <\/a><br \/>\n                <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>18 August 2026 | 18:08<\/span> <span class=\"m-rl-3\">&#8211;<\/span> <span>Dibaca 0 kali<\/span><br \/>\n              <\/span><br \/>\n              <!-- <span class=\"f1-s-3 cl8 m-r-15\"> 4281 Views <\/span> \n              <a href=\"#\" class=\"f1-s-3 cl8 hov-cl10 trans-03 m-r-15\"> 0 Comment <\/a>  -->\n            <\/div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/18\/0f776f21ee32.jpg\" alt=\"Paket Pakan Kucing Berubah Jadi Baju Bekas, Dua Saksi Ungkap Kejanggalan di Sidang J&amp;T Cargo\"\/>\n            <\/div>\n<p>Suasana sidang pengiriman pakan kucing berujung sidang gugatan PMH di pengadilan negeri Surabaya. (Foto: Yulian\/suaraindonesia.co.id)<\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">BERITA PLUS, SURABAYA &#8211;\u00a0<\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Paket pakan kucing yang dikemas sesuai pesanan disebut berubah menjadi pakaian bekas ketika diterima konsumen jadi sengketa sidang antara para pihak penggugat dan tergugat.<\/span><\/p>\n<p>Kejanggalan itu terungkap dari keterangan dua saksi dalam persidangan sengketa pengiriman antara pihak Cottontail dan PT Global Jet Cargo atau J&amp;T Cargo di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (18 \/8\/2026).<\/p>\n<p>Dua saksi yang dihadirkan dalam persidangan masing-masing memberikan gambaran dari sisi konsumen dan proses pengemasan barang.\u00a0<\/p>\n<p>Patricia Yessi Permatasari, konsumen dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memberikan kesaksian melalui sambungan Zoom.<\/p>\n<p>Sementara Octavilla Rifqi Syahroni, saksi dari pihak penggugat, menerangkan keterlibatannya dalam proses administrasi, penjualan, hingga pengemasan barang di toko.<\/p>\n<p>Patricia mengatakan dirinya terbiasa memesan pakan kucing untuk kebutuhan hewan peliharaannya.\u00a0<\/p>\n<p>Ia juga mengaku, biasanya, paket yang dikirim melalui jasa ekspedisi tiba sekitar empat hari. Namun, dalam perkara tersebut, paket baru diterimanya setelah delapan hari.<\/p>\n<p>Keterlambatan itu membuat persediaan pakan kucing di rumahnya habis sebelum paket tiba. Patricia mengatakan biasanya ia melakukan pemesanan kembali ketika stok masih tersisa setengah.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya ketika makanan kucing di rumah masih tersisa setengah, saya sudah pesan. Namun, sampai makanan itu benar-benar habis, paket belum datang,\u201d kata Patricia dalam persidangan.<\/p>\n<p>Paket akhirnya tiba pada sore hari. Patricia sempat memastikan kepada kurir bahwa paket tersebut benar-benar ditujukan kepadanya. Kurir menjawab bahwa kiriman itu memang miliknya.<\/p>\n<p>Namun, setelah diperiksa, isi paket ternyata bukan pakan kucing seperti yang dipesan. Patricia justru menemukan pakaian bekas di dalam paket tersebut.<\/p>\n<p>Kurir yang telah mengenal kebiasaan Patricia menerima kiriman juga disebut sempat heran karena paket tersebut terasa lebih ringan dibandingkan paket pakan kucing yang biasanya diterimanya.<\/p>\n<p>\u201cKurirnya bilang, \u2018Kok tumben, Mbak, pakan kucing kok ringan?\u2019 Saya bilang, \u2018Wah, iya, memang itu yang datang.\u2019 Ternyata isinya baju bekas. Makanya saya bingung,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Patricia mengaku tidak mengetahui bagaimana isi paket tersebut dapat berubah.\u00a0<\/p>\n<p>Ia sempat mempertanyakan persoalan itu kepada pihak penjual. Namun, berdasarkan pengecekan, penjual dapat menunjukkan bahwa barang yang dikirim sesuai dengan pesanan.<\/p>\n<p>\u201cDari pihak J&amp;T, termasuk sales, bisa membuktikan bahwa mereka memang mengirim sesuai pesanan. Tetapi sebagai konsumen, saya tetap mempertanyakan karena yang datang seperti ini,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Patricia juga mengaku telah menerima penggantian penuh atas kerugian yang dialaminya.\u00a0<span style=\"font-size: 1rem;\">\u201cSudah diganti. Full refund,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p>Keterangan Patricia kemudian diperkuat dari sisi proses pengemasan oleh Octavilla selaku karyawan petshop online Cottontail dihadirkan penggugat.<\/p>\n<p>Ia menerangkan bahwa pekerjaan administrasi sistem sekaligus membantu penjualan dan packing menjadi bagian dari aktivitasnya di toko.<\/p>\n<p>Octavilla mengaku telah berkali-kali melakukan pengemasan barang pesanan pelanggan. Dalam persidangan, ia juga mengetahui adanya sejumlah paket yang setelah diterima pelanggan tidak lagi sesuai dengan barang yang sebelumnya dikemas.<\/p>\n<p>\u201cAda beberapa yang diganti. Ada yang diganti kaos, ada juga yang diganti dengan kerikil, batu maupun sejenis tanah campuran benda keras lain dikemas dalam packing dari toko kami saat diterima pelanggan,\u201d urainya.<\/p>\n<p>Salah satu paket yang masih diingat Octavilla berkaitan dengan pengiriman pada 9 Desember 2025. Saat itu, ia mengatakan mengemas pakan kucing rasa salmon sesuai pesanan pelanggan.<\/p>\n<p>\u201cWaktu itu saya packing pakan kucing rasa salmon. Barangnya saya masukkan dan kemas sesuai pesanan customer. Setelah selesai packing, paket kemudian diserahkan untuk dikirim melalui ekspedisi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Octavilla, sebelum paket diserahkan kepada ekspedisi, barang yang dimasukkan ke dalam kemasan merupakan barang sesuai pesanan.\u00a0<\/p>\n<p>Selanjutnya, persoalan baru diketahui setelah pelanggan menerima paket dan melaporkan adanya perubahan isi.<\/p>\n<p>\u201cSetelah sampai, saya mendapat informasi bahwa isinya berubah. Ada yang menjadi tanah dan ada benda lain yang tidak sesuai,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dari pihak penggugat, M Rangga Prihandana selaku kuasa hukum menyebut terdapat tujuh kejadian yang melibatkan tujuh pelanggan.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut dia, persoalan tersebut bukan hanya mengenai barang yang tidak sampai atau rusak, tetapi barang yang disebut berubah ketika diterima pelanggan meski kemasan masih berasal dari toko.<\/p>\n<p>\u201cKalau sekali atau dua kali mungkin dianggap risiko ekspedisi. Ini bukan hanya hilang, tetapi ditukar. Kardus dan karungnya tetap kemasan dari toko kami, tetapi isinya yang berubah,\u201d kata Rangga.<\/p>\n<p>Dampak persoalan itu disebut merembet terhadap keberlangsungan usaha. Anton Endrayana selaku prinsipal sekaligus penggugat memperkirakan penurunan omzet akibat persoalan tersebut mencapai sekitar Rp600 juta.<\/p>\n<p>Selain kerugian material, Anton mengajukan tuntutan kerugian immaterial sebesar Rp3 miliar dalam gugatan. Kerugian itu dikaitkan dengan rusaknya reputasi dan kepercayaan pelanggan terhadap usaha.<\/p>\n<p>\u201cSaya hanya ingin hak saya dikembalikan seadil-adilnya. J&amp;T harus bertanggung jawab atas kerugian material dan immaterial,\u201d tegas Anton.<\/p>\n<p>Sementara itu, J&amp;T Cargo menyerahkan penyelesaian perkara kepada proses hukum. Viko, Legal Specialist PT Global Jet Cargo Cabang Surabaya, mengatakan pihaknya akan mengandalkan alat bukti yang dimiliki masing-masing pihak dalam proses pembuktian.<\/p>\n<p>\u201cKalau soal pembuktian, kami menggunakan alat bukti yang kami punya. Nanti akan dikomparasikan dengan alat bukti yang mereka miliki,\u201d kata Viko.<\/p>\n<p>Viko juga belum dapat memastikan apakah saksi konsumen yang hadir merupakan penerima paket yang menjadi objek sengketa. Menurut dia, hal tersebut perlu dikonfirmasi berdasarkan nomor resi.<\/p>\n<p>Ia menegaskan konsumen yang mengaku dirugikan telah memperoleh penggantian. Karena itu, menurut Viko, sengketa yang kini diperiksa berfokus pada hubungan antara J&amp;T Cargo dan Cottontail, dengan adanya pihak perantara berupa platform digital.<\/p>\n<p>\u201cJadi sebenarnya ada beberapa pihak yang terlibat. Bukan murni hanya antara J&amp;T Cargo dengan Cottontail karena ada pihak perantara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>J&amp;T Cargo, kata Viko, memilih mengikuti tahapan pembuktian dan menunggu putusan pengadilan sebagai dasar penyelesaian sengketa. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Jefri Hadi <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a84394cd0d6a\/Paket-Pakan-Kucing-Berubah-Jadi-Baju-Bekas-Dua-Saksi-Ungkap-Kejanggalan-di-Sidang-JT-Cargo\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jefri Hadi &#8211; 18 August 2026 | 18:08 &#8211; Dibaca 0 kali News Suasana sidang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17110,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-17109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32.jpg",1600,900,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32.jpg",1600,900,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/0f776f21ee32-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17109"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17109\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}