{"id":17214,"date":"2026-08-20T16:48:31","date_gmt":"2026-08-20T09:48:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/20\/nekat-kelabui-petugas-lapas-wanita-di-banyuwangi-sembunyikan-narkoba-di-area-kemaluan\/"},"modified":"2026-08-20T16:48:31","modified_gmt":"2026-08-20T09:48:31","slug":"nekat-kelabui-petugas-lapas-wanita-di-banyuwangi-sembunyikan-narkoba-di-area-kemaluan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/20\/nekat-kelabui-petugas-lapas-wanita-di-banyuwangi-sembunyikan-narkoba-di-area-kemaluan\/","title":{"rendered":"Nekat Kelabui Petugas Lapas, Wanita di Banyuwangi Sembunyikan Narkoba di Area Kemaluan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/20\/8a382594d3c1.jpg\" alt=\"Nekat Kelabui Petugas Lapas, Wanita di Banyuwangi Sembunyikan Narkoba di Area Kemaluan\"\/>\n            <\/div>\n<p>Tangkapan CCTV terduga pelaku sebelum memasuki Lapas Banyuwangi. (Foto: Dok. Lapas Banyuwangi).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI &#8211;<\/b> Upaya seorang perempuan berinisial PW (30) membawa narkotika ke dalam Lapas Kelas IIA Banyuwangi berakhir gagal. Barang terlarang itu disembunyikan di area sensitif tubuhnya.<\/p>\n<p>PW yang merupakan warga Sobo, Banyuwangi ini datang ke Lapas Banyuwangi pada Kamis (20\/8\/2026) untuk menemui suaminya, DI, yang sedang menjalani masa pembinaan sebagai warga binaan.<\/p>\n<p>Namun, pemeriksaan yang dilakukan petugas perempuan menemukan adanya sesuatu yang mencurigakan ketika PW menjalani penggeledahan badan sebelum masuk ke area kunjungan.<\/p>\n<p>Kecurigaan petugas semakin kuat setelah merasakan adanya benda asing dan tali yang berada di area sensitif tubuh pengunjung tersebut.<\/p>\n<p>Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, mengatakan petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan benda yang dibawa PW.<\/p>\n<p>&#8220;Petugas menemukan keberadaan tali yang mengganjal saat meraba area sensitif PW. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tali tersebut ternyata terhubung dengan benda asing yang dimasukkan ke dalam organ vitalnya,&#8221; ujar Solichin.<\/p>\n<p>Dari pemeriksaan awal, PW mengaku membawa barang tersebut karena diminta oleh suaminya. Petugas kemudian memanggil DI untuk menjalani pemeriksaan bersama istrinya.<\/p>\n<p>Bungkusan yang ditemukan petugas selanjutnya dibuka di hadapan PW dan DI. Dari dalam plastik tersebut terdapat sembilan klip dengan isi yang berbeda.<\/p>\n<p>Lima klip berisi serbuk kristal putih yang diduga merupakan narkotika jenis sabu. Sementara empat klip lainnya berisi obat-obatan yang diduga ilegal.<\/p>\n<p>\u201cDi dalam platik itu kami temukan ada 9 klip, 5 klip kami duga dan kami curigai merupakan narkotika jenis sabu, sedangkan 4 klip lainnya berupa obat obatan ilegal,\u201d ungkap Solichin.<\/p>\n<p>Hasil pemeriksaan tersebut membuat PW dan DI tak lagi dapat mengelak. Keduanya mengakui adanya rencana untuk memasukkan barang terlarang tersebut ke dalam lapas.<\/p>\n<p>Lapas Banyuwangi kemudian berkoordinasi dengan Satreskoba Polresta Banyuwangi untuk menindaklanjuti temuan tersebut. PW dan barang bukti diserahkan kepada kepolisian untuk proses hukum.<\/p>\n<p>Sementara DI ditempatkan sementara di sel khusus atau strafcell. Langkah tersebut dilakukan sembari petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatannya.<\/p>\n<p>Solichin menegaskan, jajarannya akan terus memperketat pengawasan terhadap setiap orang dan barang yang masuk ke lingkungan lapas. Upaya pemberantasan narkoba, kata dia, tidak akan berhenti.<\/p>\n<p>\u201cKami tegas melakukan perang terhadap peredaran gelap narkoba, untuk itu kepada siapapun yang terlibat akan kami serahkan kepada pihak yang berwajib,\u201d ucap dia. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a86cbcdd579b\/Nekat-Kelabui-Petugas-Lapas-Wanita-di-Banyuwangi-Sembunyikan-Narkoba-di-Area-Kemaluan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Tangkapan CCTV terduga pelaku sebelum memasuki Lapas Banyuwangi. (Foto: Dok. Lapas Banyuwangi). BERITA PLUS,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17215,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-17214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/8a382594d3c1-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17214"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17214\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}