{"id":17383,"date":"2026-08-24T11:24:07","date_gmt":"2026-08-24T04:24:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/24\/lp-maarif-pcnu-sumenep-dorong-gerakan-pendidikan-berbasis-potensi-wilayah\/"},"modified":"2026-08-24T11:24:07","modified_gmt":"2026-08-24T04:24:07","slug":"lp-maarif-pcnu-sumenep-dorong-gerakan-pendidikan-berbasis-potensi-wilayah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/24\/lp-maarif-pcnu-sumenep-dorong-gerakan-pendidikan-berbasis-potensi-wilayah\/","title":{"rendered":"LP Ma\u2019arif PCNU Sumenep Dorong Gerakan Pendidikan Berbasis Potensi Wilayah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pendidikan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/23\/1933e3adfb83.jpg\" alt=\"LP Ma\u2019arif PCNU Sumenep Dorong Gerakan Pendidikan Berbasis Potensi Wilayah\"\/>\n            <\/div>\n<p>NU Education Summit Sumenep 2026 di Aula PCNU Sumenep, Ahad (23\/08\/2026). (Foto: Istimewa)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, SUMENEP &#8211; <\/b>Lembaga Pendidikan (LP) Ma\u2019arif PCNU Sumenep mulai mendorong model gerakan pendidikan yang lebih dekat dengan karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah.\u00a0<\/p>\n<p>Penguatan tersebut, diarahkan hingga tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) agar pendidikan tidak hanya berkembang melalui lembaga formal, tetapi juga mampu menjawab potensi serta kebutuhan masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Gagasan itu menjadi salah satu fokus dalam Dialog Pendidikan NU dan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama MWC NU se-Kabupaten Sumenep yang digelar dalam rangkaian NU Education Summit Sumenep 2026 di Aula PCNU Sumenep, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n<p>Mengusung tema \u201cMenyiapkan Generasi Unggul, Berkarakter dan Berdaya Saing Menuju Era Keemasan NKRI\u201d, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah gerakan pendidikan NU agar lebih terstruktur, kolaboratif dan sesuai dengan tantangan di masing-masing daerah.<\/p>\n<p>LP Ma\u2019arif PCNU Sumenep menilai setiap wilayah memiliki potensi dan kebutuhan pendidikan yang berbeda. Karena itu, pengembangan pendidikan NU dinilai perlu dilakukan dengan pendekatan yang tidak seragam, melainkan berangkat dari pemetaan potensi lokal dan persoalan yang dihadapi masyarakat.<\/p>\n<p>Ketua LP Ma\u2019arif PCNU Sumenep Salamet mengatakan, penguatan hingga tingkat MWC NU menjadi bagian penting untuk memperluas gerakan pendidikan sekaligus mendekatkan program dengan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, MWC NU tidak cukup hanya berfungsi sebagai struktur organisasi, tetapi perlu memiliki gerakan konkret di bidang pendidikan dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pengembangan gerakan tersebut dapat dimulai melalui pemetaan potensi wilayah, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas satuan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.<\/p>\n<p>Selain pendidikan formal, LP Ma\u2019arif juga membuka ruang pengembangan pendidikan nonformal. Kursus, pelatihan, pendidikan keterampilan, pembinaan generasi muda hingga berbagai layanan pendidikan yang sesuai kebutuhan masyarakat dinilai dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan NU.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan ini menjadi pecut semangat bagi kita untuk mewujudkan pendidikan NU yang unggul dan berdaya saing. Kita ingin LP Ma\u2019arif tidak hanya hadir sebagai lembaga pengelola pendidikan, tetapi menjadi penggerak lahirnya ekosistem pendidikan NU di setiap wilayah,\u201d ujar Salamet, Minggu (23\/08\/2026).\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Sumenep, KH. Muhammad Husna Nafi menegaskan, bahwa pembangunan pendidikan NU merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur organisasi.<\/p>\n<p>Menurutnya, kolaborasi antarlembaga dan badan otonom NU akan menjadi kekuatan penting dalam membangun pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi masa depan.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan NU yang unggul membutuhkan dukungan dari semua pihak. Tidak bisa hanya dilimpahkan kepada LP Ma\u2019arif saja. Semua lembaga dan badan otonom harus mengambil bagian sesuai dengan kapasitas dan bidang masing-masing,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Perlu diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur lembaga, badan otonom dan Aswaja Center NU Kabupaten Sumenep. Kehadiran berbagai unsur itu memperkuat pesan bahwa pendidikan merupakan agenda bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh komponen NU.<\/p>\n<p>Dari unsur pemerintah, hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sumenep Dr. Rusliy Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membuka komunikasi dan memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan NU dengan pemerintah serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, perspektif akademik dalam Dialog Pendidikan NU disampaikan oleh Direktur Pascasarjana Universitas Annuqayah, Dr. Damanhuri, dan Wakil Rektor UIN Madura Prof. Muhammad Ali Al-Humaidy. (*)\u00a0<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Wildan Mukhlishah Sy<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pendidikan\/6a8bc197091a3\/LP-Maarif-PCNU-Sumenep-Dorong-Gerakan-Pendidikan-Berbasis-Potensi-Wilayah\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan NU Education Summit Sumenep 2026 di Aula PCNU Sumenep, Ahad (23\/08\/2026). (Foto: Istimewa) BERITA&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-17383","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":"","thumbnail":"","medium":"","medium_large":"","large":"","1536x1536":"","2048x2048":"","covernews-slider-full":"","covernews-slider-center":"","covernews-featured":"","covernews-medium":"","covernews-medium-square":""},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17383"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17383\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}