{"id":17462,"date":"2026-08-25T18:33:15","date_gmt":"2026-08-25T11:33:15","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/25\/puluhan-tahun-dirawat-tradisi-endog-endogan-banyuwangi-tetap-semarak-di-tengah-zaman\/"},"modified":"2026-08-25T18:33:15","modified_gmt":"2026-08-25T11:33:15","slug":"puluhan-tahun-dirawat-tradisi-endog-endogan-banyuwangi-tetap-semarak-di-tengah-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/25\/puluhan-tahun-dirawat-tradisi-endog-endogan-banyuwangi-tetap-semarak-di-tengah-zaman\/","title":{"rendered":"Puluhan Tahun Dirawat, Tradisi Endog-Endogan Banyuwangi Tetap Semarak di Tengah Zaman"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Budaya<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/25\/d9aa6ebfb6f1.jpg\" alt=\"Puluhan Tahun Dirawat, Tradisi Endog-Endogan Banyuwangi Tetap Semarak di Tengah Zaman\"\/>\n            <\/div>\n<p>Warga Kembiritan meriahkan tradisi Endog-Endogan memperingati Maulid Nabi. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 <\/b>Warga Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kembali menggelar tradisi Endog-Endogan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25\/8\/2026).<\/p>\n<p>Tradisi yang sudah berlangsung selama 28 tahun itu kembali melibatkan ribuan warga. Selain menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, Endog-Endogan menjadi momentum masyarakat memperkuat kebersamaan dan gotong royong.<\/p>\n<p>Perayaan tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Ia mengapresiasi konsistensi warga Kembiritan dalam mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.<\/p>\n<p>Dalam tiga tahun terakhir, Endog-Endogan Kembiritan juga masuk dalam kalender agenda wisata tahunan Banyuwangi Attractions.<\/p>\n<p>\u201cPemkab Banyuwangi mengapresiasi Pemdes dan seluruh masyarakat Kembiritan yang gotong royong terus menjaga tradisi ini hingga 28 tahun. Kita berharap Endog-Endogan terus lestari dan tidak luntur oleh perkembangan zaman, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan dan gotong royong,\u201d ujar Bupati Ipuk saat menghadiri perayaan tersebut.<\/p>\n<p>Menurut Ipuk, nilai utama Endog-Endogan tidak hanya terletak pada kemeriahan pawai maupun kreativitas yang ditampilkan warga. Tradisi tersebut juga mencerminkan semangat kebersamaan yang relevan dengan peringatan Maulid Nabi.<\/p>\n<p>\u201cDi tengah perkembangan teknologi dan kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis, tradisi seperti Endog-Endogan dan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim menunjukkan bahwa semangat guyub rukun dan gotong royong warga masih kuat. Ini yang harus terus kita rawat,\u201d kata Ipuk.<\/p>\n<p>Ia menilai keterlibatan masyarakat juga dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Pemerintah, kata Ipuk, memiliki keterbatasan sehingga dukungan warga menjadi bagian penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.<\/p>\n<p>\u201cTangan pemerintah tentu terbatas. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat seperti ini sangat penting. Ketika masyarakat guyub, saling membantu dan peduli, tentu banyak persoalan yang bisa diselesaikan bersama,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Kepala Desa Kembiritan Sukamto menjelaskan, Endog-Endogan telah melekat dalam kehidupan masyarakat setempat sejak hampir tiga dekade lalu.<\/p>\n<p>\u201cTradisi ini diwariskan oleh para leluhur kami sejak 28 tahun lalu. Awalnya, perarakan kembang telur atau endog-endogan hanya dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan becak roda tiga yang diusung warga RT\/RW,\u201d jelas Sukamto.<\/p>\n<p>Pelaksanaan tradisi tersebut terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada perayaan kali ini, sekitar 1.500 orang mengikuti pawai yang terbagi dalam 19 kelompok kreasi budaya.<\/p>\n<p>Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, termasuk lembaga pendidikan, yayasan, serta kelompok masyarakat di Desa Kembiritan.<\/p>\n<p>\u201cSekarang perkembangannya luar biasa. Hampir seluruh lembaga pendidikan, yayasan, dan kelompok masyarakat ikut terlibat di tradisi besar ini. Hal ini menunjukkan bahwa Endog-Endogan sudah menjadi milik bersama masyarakat Kembiritan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pawai dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 09.30 WIB. Sepanjang kegiatan, warga menampilkan beragam kreasi sebagai bagian dari perayaan tradisi.<\/p>\n<p>Keberadaan Endog-Endogan sekaligus menjadi upaya masyarakat Kembiritan mempertahankan warisan budaya agar tetap dikenal generasi berikutnya. Tradisi tersebut juga menjadi ruang berkumpul warga sekaligus memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/budaya\/6a8d7d60bc031\/Puluhan-Tahun-Dirawat-Tradisi-Endog-Endogan-Banyuwangi-Tetap-Semarak-di-Tengah-Zaman\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budaya Warga Kembiritan meriahkan tradisi Endog-Endogan memperingati Maulid Nabi. (Foto: Istimewa). BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17463,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-17462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/d9aa6ebfb6f1-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17462"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17462\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}