{"id":17491,"date":"2026-08-26T16:03:58","date_gmt":"2026-08-26T09:03:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/26\/poliwangi-bantu-peternak-di-songgon-dongkrak-harga-jual-pupuk-limbah-domba-naik-200-persen\/"},"modified":"2026-08-26T16:03:58","modified_gmt":"2026-08-26T09:03:58","slug":"poliwangi-bantu-peternak-di-songgon-dongkrak-harga-jual-pupuk-limbah-domba-naik-200-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/26\/poliwangi-bantu-peternak-di-songgon-dongkrak-harga-jual-pupuk-limbah-domba-naik-200-persen\/","title":{"rendered":"Poliwangi Bantu Peternak di Songgon Dongkrak Harga Jual Pupuk Limbah Domba Naik 200 Persen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Pendidikan<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/26\/7f0d932ed333.jpg\" alt=\"Poliwangi Bantu Peternak di Songgon Dongkrak Harga Jual Pupuk Limbah Domba Naik 200 Persen\"\/>\n            <\/div>\n<p>Tim Poliwangi mendampingi peternak mengolah limbah domba menjadi pupuk organik premium. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013<\/b> Limbah kotoran domba di Dusun Sumberarum, Desa\/Kecamatan Songgon, Banyuwangi, kini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi setelah mendapat pendampingan dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).<\/p>\n<p>Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun kedua, tim pengabdian Jurusan Pertanian Poliwangi mendampingi Kelompok Ternak Mahkota Jaya Raung Farm mengolah limbah peternakan menjadi pupuk organik bernilai jual.<\/p>\n<p>Pendampingan tersebut dilakukan pada Jumat (14\/8\/2026), untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas pasar pupuk organik yang sebelumnya dijual secara sederhana dengan harga relatif rendah.<\/p>\n<p>Ketua Tim Pengabdian Poliwangi, Dwi Ahmad Priyadi, mengatakan program tahun kedua merupakan kelanjutan dari pendampingan sebelumnya yang telah memperkenalkan teknologi pengolahan limbah ternak.<\/p>\n<p>\u201cPada tahun pertama kami mengenalkan alat pencacah dan penggiling multifungsi. Di tahun kedua ini, kami tingkatkan teknologinya,\u201d kata Dwi, Rabu (26\/8\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, pupuk berbahan kotoran domba yang dihasilkan peternak sebenarnya telah memiliki pasar. Namun, kualitas tekstur dan proses pengolahannya membuat harga jual masih terbatas.<\/p>\n<p>\u201cPupuk kotoran domba olahan peternak sebenarnya sudah diterima pasar, namun harganya masih rendah hanya sekitar Rp 1.000 per kilogram karena tekstur dan kualitasnya masih seadanya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk meningkatkan kualitas produk, Poliwangi memfasilitasi pembangunan Rumah Kompos dengan kapasitas produksi hingga enam ton per bulan di sekitar kandang ternak.<\/p>\n<p>Fasilitas tersebut dilengkapi mesin pengayak pupuk sehingga peternak tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga manual dalam menghasilkan pupuk dengan tekstur lebih halus.<\/p>\n<p>Selain fasilitas produksi, anggota kelompok juga mendapat pendampingan mengenai formula pengolahan pupuk organik dan strategi pemasaran untuk menjangkau konsumen baru.<\/p>\n<p>Produk yang sebelumnya menyasar pasar umum kemudian diarahkan ke segmen penghobi tanaman hias dan tanaman rumahan melalui kemasan praktis berukuran tiga kilogram.<\/p>\n<p>Strategi tersebut turut diikuti peningkatan kebersihan, kehalusan, serta tampilan kemasan produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen rumah tangga.<\/p>\n<p>Hasilnya, harga jual pupuk organik kotoran domba mengalami peningkatan dari sekitar Rp 1.000 menjadi Rp 3.000 per kilogram atau naik hingga 200 persen.<\/p>\n<p>Ketua Kelompok Ternak Mahkota Jaya Raung Farm, Syaiful, mengapresiasi pendampingan Poliwangi yang dinilai membantu kelompok meningkatkan efisiensi pengolahan limbah peternakan.<\/p>\n<p>Menurut Syaiful, keberadaan Rumah Kompos dan mesin pengayak membuat proses produksi pupuk menjadi lebih cepat sekaligus mengurangi beban fisik peternak.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya rumah kompos dan mesin pengayak, proses produksi pupuk menjadi lebih mudah dan cepat. Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari Poliwangi,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Program tersebut melibatkan sejumlah dosen. Selain Dwi Ahmad Priyadi, juga ada M. Ilham Hilal, dan Dr. Mustofa Hilmi bersama sejumlah mahasiswa Poliwangi.<\/p>\n<p>Pendampingan berkelanjutan itu diharapkan mampu mendorong kelompok ternak mengembangkan usaha berbasis pengelolaan limbah sekaligus menciptakan produk pupuk organik yang memiliki daya saing.<\/p>\n<p>Pengolahan limbah ternak secara terpadu juga menjadi langkah menuju konsep usaha peternakan tanpa limbah atau zero-waste, dengan kotoran domba tidak lagi sekadar menjadi buangan.  (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/pendidikan\/6a8eabbf4b9a6\/Poliwangi-Bantu-Peternak-di-Songgon-Dongkrak-Harga-Jual-Pupuk-Limbah-Domba-Naik-200-Persen\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan Tim Poliwangi mendampingi peternak mengolah limbah domba menjadi pupuk organik premium. (Foto: Istimewa). BERITA&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17492,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-17491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/7f0d932ed333-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17491"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17491\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}