{"id":17495,"date":"2026-08-26T18:09:58","date_gmt":"2026-08-26T11:09:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/26\/anak-ahli-waris-peserta-bpjs-ketenagakerjaan-berpeluang-kuliah-di-universitas-brawijaya\/"},"modified":"2026-08-26T18:09:58","modified_gmt":"2026-08-26T11:09:58","slug":"anak-ahli-waris-peserta-bpjs-ketenagakerjaan-berpeluang-kuliah-di-universitas-brawijaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/26\/anak-ahli-waris-peserta-bpjs-ketenagakerjaan-berpeluang-kuliah-di-universitas-brawijaya\/","title":{"rendered":"Anak Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan Berpeluang Kuliah di Universitas Brawijaya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/26\/1660fb15c842.jpg\" alt=\"Anak Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan Berpeluang Kuliah di Universitas Brawijaya\"\/>\n            <\/div>\n<p>BPJS Ketenagakerjaan dan UB memperluas akses pendidikan anak pekerja. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013 <\/b>Anak atau ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan kini mendapat peluang melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur afirmasi penerimaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB).<\/p>\n<p>Kesempatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan UB yang dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).<\/p>\n<p>Program afirmasi itu ditujukan bagi anak atau ahli waris penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang memenuhi ketentuan.<\/p>\n<p>Meski demikian, calon mahasiswa tetap harus memenuhi persyaratan serta mengikuti proses seleksi akademik yang ditetapkan Universitas Brawijaya.<\/p>\n<p>Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, manfaat jaminan sosial diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas bagi keluarga pekerja.<\/p>\n<p>\u201cBagi kami, manfaat jaminan sosial tidak boleh berhenti ketika diterima oleh ahli waris. Kami ingin manfaat tersebut menjadi jalan bagi keluarga pekerja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik,\u201d ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n<p>Selain sektor pendidikan, kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan UB juga mencakup pengabdian masyarakat serta pengembangan ekonomi bagi penerima manfaat.<\/p>\n<p>Salah satunya dilakukan melalui program pembinaan dan inkubasi bisnis UB, termasuk Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA).<\/p>\n<p>Program PEKA menggunakan konsep 3P, yakni pelatihan, produktif, dan profit. Penerima manfaat tidak hanya mendapatkan pembekalan, tetapi juga pendampingan untuk mengembangkan usaha.<\/p>\n<p>Rektor Universitas Brawijaya Widodo menyebut kolaborasi tersebut dapat memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja sekaligus memperluas akses pendidikan.<\/p>\n<p>\u201cBPJS Ketenagakerjaan tidak sekadar memberikan proteksi, tetapi juga memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Kalau kita bersinergi dengan program-program pembinaan yang ada di UB, tentu akan bagus sekali,\u201d ujar Widodo.<\/p>\n<p>Kerja sama tersebut juga diperkenalkan dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya di Malang, Senin (10\/8\/2026). Saiful Hidayat hadir memberikan materi kepada mahasiswa baru.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Saiful mengingatkan mahasiswa agar memahami aspek perlindungan sebelum memasuki dunia kerja.<\/p>\n<p>Menurutnya, calon pekerja perlu memperhatikan legalitas dan kredibilitas perusahaan, isi perjanjian kerja, serta status kepesertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.<\/p>\n<p>\u201cKetika nanti masuk ke dunia kerja, jangan hanya bertanya berapa gajinya. Tanyakan juga apa fasilitas atau benefit yang diterima dan apakah ada perlindungan BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan. Karena bekerja bukan hanya soal mendapatkan penghasilan, tetapi juga memastikan diri kita terlindungi ketika menghadapi risiko,\u201d ujar Saiful.<\/p>\n<p>Materi mengenai jaminan sosial tersebut juga diharapkan dapat dibawa mahasiswa ketika menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Mahasiswa nantinya akan berinteraksi dengan berbagai kelompok, mulai petani, pedagang, pelaku usaha, pekerja informal, hingga masyarakat lainnya.<\/p>\n<p>\u201cMahasiswa memiliki posisi yang strategis karena mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kami berharap pengetahuan mengenai jaminan sosial yang mereka peroleh dapat dibawa lebih jauh, sehingga semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sebelum risiko terjadi,\u201d kata Saiful.<\/p>\n<p>Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi Ocky Olivia menilai kerja sama tersebut menunjukkan manfaat jaminan sosial dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi keluarga pekerja.<\/p>\n<p>\u201cPerlindungan jaminan sosial tidak hanya berbicara mengenai manfaat yang diterima ketika risiko terjadi, tetapi juga bagaimana manfaat tersebut dapat membantu keluarga pekerja tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan kehidupan dan merencanakan masa depan,\u201d ungkap Ocky.<\/p>\n<p>Menurut Ocky, akses pendidikan bagi anak atau ahli waris menjadi salah satu bentuk keberlanjutan perlindungan setelah peserta mengalami risiko kerja maupun meninggal dunia.<\/p>\n<p>Ia berharap manfaat yang diterima keluarga pekerja dapat menjadi pijakan untuk membangun kemandirian sekaligus mempersiapkan masa depan.<\/p>\n<p>\u201cMelalui semangat Value Beyond Protection, kami ingin keluarga pekerja tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan, membangun kemandirian, dan menata masa depan,\u201d tutur Ocky. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a8ec7a202ae0\/Anak-Ahli-Waris-Peserta-BPJS-Ketenagakerjaan-Berpeluang-Kuliah-di-Universitas-Brawijaya\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News BPJS Ketenagakerjaan dan UB memperluas akses pendidikan anak pekerja. (Foto: Istimewa). BERITA PLUS, BANYUWANGI&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17496,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-17495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1660fb15c842-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17495"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17495\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}