{"id":17521,"date":"2026-08-27T09:10:38","date_gmt":"2026-08-27T02:10:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/27\/kekeringan-melanda-kaliajir-banjarnegara-warga-rela-bayar-rp-150-ribu-untuk-air-bersih\/"},"modified":"2026-08-27T09:10:38","modified_gmt":"2026-08-27T02:10:38","slug":"kekeringan-melanda-kaliajir-banjarnegara-warga-rela-bayar-rp-150-ribu-untuk-air-bersih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/27\/kekeringan-melanda-kaliajir-banjarnegara-warga-rela-bayar-rp-150-ribu-untuk-air-bersih\/","title":{"rendered":"Kekeringan Melanda Kaliajir Banjarnegara, Warga Rela Bayar Rp 150 Ribu untuk Air Bersih"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">News<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/26\/fdce1637d1e4.jpg\" alt=\"Kekeringan Melanda Kaliajir Banjarnegara, Warga Rela Bayar Rp 150 Ribu untuk Air Bersih\"\/>\n            <\/div>\n<p>Secara simbolis Kapolres Banjarnegara AKBP. Aruma Chandra Dewi menyalurkan bantuan Ari bersih kepada warga Kaliajir. (Foto: Iwan Setiawan\/Suara Indonesia)<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANJARNEGARA \u2013 <\/b>Bagi warga Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah mendapatkan air bersih bukan perkara mudah. Selain harus mencari sumber air yang jaraknya cukup jauh, warga juga harus merogoh kocek cukup dalam ketika memilih membeli air.<\/p>\n<p>Setiap satu toren atau 1.000 liter air bersih yang dibeli warga dihargai sekitar Rp150 ribu. Namun, air sebanyak itu hanya mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga selama tiga hingga empat hari.<\/p>\n<p>Aryanti, salah seorang warga mengatakan, ketika tidak ada bantuan air, warga terpaksa mengambil air dari sungai yang jaraknya sekitar dua kilometer dari rumah.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau tidak ada bantuan, ya ke sungai. Sungainya jauh, sekitar dua kilometer. Lokasinya di bawah, jadi harus turun mengambil air kemudian dibawa naik lagi,&#8221; ujarnya, Rabu (26\/8\/2026).<\/p>\n<p>Sementara jika membeli, warga harus mengeluarkan uang Rp150 ribu untuk mendapatkan 1.000 liter air.<\/p>\n<p>&#8220;Seribu liter Rp 150 ribu. Paling tiga sampai empat hari sudah habis, untuk kebutuhan empat sampai lima orang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kondisi ini membuat warga harus benar-benar menghemat penggunaan air. Sebab, ketika persediaan habis, mereka kembali dihadapkan pada pilihan sulit, membeli air atau mengambilnya dari sumber yang lokasinya cukup jauh.<\/p>\n<p>Bantuan air bersih pun menjadi sangat berarti bagi warga, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah atas dan paling terdampak kekeringan. &#8220;Iya, sangat dibutuhkan. Soalnya daerah atas sini kekeringan banget,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Untuk meringankan beban warga terdampak kekeringan, Satresnarkoba Polres Banjarnegara menyalurkan 35 ribu liter air bersih ke Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara, menggunakan tujuh tangki.<\/p>\n<p>Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Kapolres Banjarnegara AKBP Aruma Chandra Dewi kepada warga yang tengah menghadapi krisis air bersih.<\/p>\n<p>&#8220;Kita membagikan air bersih kurang lebih sebanyak 35 ribu liter, tujuh tangki yang diberikan kepada warga Desa Kaliajir,&#8221; kata Kasat Narkoba AKP. Damar Iskandar.<\/p>\n<p>Berdasarkan data BPBD Kabupaten Banjarnegara, sebanyak 32 desa terdampak kekeringan, sementara di Desa Kaliajir sedikitnya 870 kepala keluarga turut merasakan dampaknya.<\/p>\n<p>Kondisi ini membuat bantuan air bersih menjadi sangat berarti bagi warga, sembari menunggu datangnya hujan dan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air di wilayah terdampak.(*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Iwan Setiawan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/news\/6a8f8fe6a991f\/Kekeringan-Melanda-Kaliajir-Banjarnegara-Warga-Rela-Bayar-Rp-150-Ribu-untuk-Air-Bersih\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>News Secara simbolis Kapolres Banjarnegara AKBP. Aruma Chandra Dewi menyalurkan bantuan Ari bersih kepada warga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17522,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-17521","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4.jpg",1908,1073,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-300x169.jpg",300,169,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-768x432.jpg",640,360,true],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-1024x576.jpg",640,360,true],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-1536x864.jpg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4.jpg",1908,1073,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-1115x715.jpg",1115,715,true],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-800x500.jpg",800,500,true],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-1024x576.jpg",1024,576,true],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/fdce1637d1e4-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17521"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17521\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17522"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}