{"id":17609,"date":"2026-08-28T21:04:23","date_gmt":"2026-08-28T14:04:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/28\/koral-budidaya-banyuwangi-terbang-ke-20-negara-produksi-capai-80-ribu-koloni-setahun\/"},"modified":"2026-08-28T21:04:23","modified_gmt":"2026-08-28T14:04:23","slug":"koral-budidaya-banyuwangi-terbang-ke-20-negara-produksi-capai-80-ribu-koloni-setahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/2026\/08\/28\/koral-budidaya-banyuwangi-terbang-ke-20-negara-produksi-capai-80-ribu-koloni-setahun\/","title":{"rendered":"Koral Budidaya Banyuwangi Terbang ke 20 Negara, Produksi Capai 80 Ribu Koloni Setahun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"wrap-pic-max-w m-b-5 pos-relative\">\n              <span class=\"dis-sub-item-tag\">Ekbis<\/span><br \/>\n              <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.suaranetwork.com\/images\/2026\/08\/28\/cb94a447948e.jpg\" alt=\"Koral Budidaya Banyuwangi Terbang ke 20 Negara, Produksi Capai 80 Ribu Koloni Setahun\"\/>\n            <\/div>\n<p>Mendag Budi Santoso mengecek koral ekspor di Banyuwangi. (Foto: Istimewa).<\/p>\n<p><b>BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013<\/b> Bisnis budidaya koral hidup di Banyuwangi terus berkembang dan menyasar pasar mancanegara. Produk hasil budidaya lokal tersebut kini telah dikirim ke sekitar 20 negara di tiga benua.<\/p>\n<p>Salah satu pelaku usaha yang konsisten menggarap pasar tersebut adalah PT Srikandi Aquarium di Kecamatan Kalipuro. Perusahaan ini telah melakukan budidaya sekaligus ekspor koral hidup sejak 2011.<\/p>\n<p>Owner PT Srikandi Aquarium, I Ketut Sukandi, mengatakan koral produksinya telah menjangkau berbagai negara di Asia, Amerika hingga Eropa dalam 15 tahun terakhir.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mulai ekspor sejak 2011. Sampai sekarang sudah sekitar 20 negara yang menjadi tujuan ekspor,&#8221; ujar Sukandi.<\/p>\n<p>Seluruh koral yang dipasarkan merupakan hasil budidaya. Proses pembudidayaan dilakukan di fasilitas perusahaan yang berada di Jalan Situbondo-Banyuwangi, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro.<\/p>\n<p>Saat ini, PT Srikandi Aquarium membudidayakan sekitar 29 jenis koral dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 80 ribu koloni dalam setahun. Seluruh hasil produksi tersebut diarahkan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Produksi kami sekitar 80 ribu biji koral dalam satu tahun,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sukandi menyebut perusahaan belum memasarkan koral hidup untuk pasar domestik. Tingginya permintaan dari pembeli luar negeri membuat seluruh produksi yang dihasilkan diprioritaskan untuk kebutuhan ekspor.<\/p>\n<p>Pengiriman dilakukan secara rutin dengan jeda sekitar delapan hingga 10 hari. Dalam sebulan, nilai ekspor perusahaan rata-rata mencapai sekitar 25 ribu dolar AS.<\/p>\n<p>&#8220;Pasarnya cukup baik dan harga koral relatif stabil, tidak terlalu fluktuatif,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Namun, kegiatan budidaya koral juga menghadapi tantangan, khususnya faktor cuaca dan kondisi gelombang laut. Gelombang tinggi dapat mengganggu fasilitas budidaya yang ditempatkan di perairan.<\/p>\n<p>&#8220;Seperti bulan Agustus ini, gelombang cukup besar. Meja-meja budidaya di laut bisa bergoyang. Karena itu harus diperkuat agar tidak terbalik,&#8221; kata Sukandi.<\/p>\n<p>Ia berharap semakin banyak masyarakat Banyuwangi yang tertarik mengembangkan usaha budidaya koral. Menurutnya, potensi tersebut masih terbuka lebar karena jumlah pembudidaya lokal relatif terbatas.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau di Indonesia, sentra pembudidayaannya banyak di Jakarta dan Bali. Totalnya hampir 100 pengusaha,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ekspor koral Banyuwangi kembali mendapat perhatian pemerintah setelah Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas pengiriman koral hidup senilai 2.500 dolar AS ke Amerika Serikat, Jumat (28\/8\/2026).<\/p>\n<p>Budi mengatakan pemerintah terus membuka akses bagi produk UMKM agar mampu masuk ke pasar internasional. Salah satu dukungannya dilakukan melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.<\/p>\n<p>&#8220;Kementerian Perdagangan mempunyai Perwakilan Perdagangan, Atase Perdagangan, dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di 33 negara. Tugas mereka mencarikan buyer atau mempromosikan produk-produk Indonesia. Salah satunya produk UMKM yang ada di Banyuwangi,&#8221; kata Budi.<\/p>\n<p>Budidaya koral menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi kelautan Banyuwangi dengan nilai ekonomi tinggi. Selain menghasilkan produk bernilai jual, komoditas tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar hingga mancanegara. (*)<\/p>\n<p><strong>\u00bb Klik berita lainnya di Google News <a href=\"https:\/\/news.google.com\/publications\/CAAqBwgKMLiemwsw_KizAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen\" target=\"_blank\">BERITA PLUS<\/a><\/strong><\/p>\n<table>\n<tr>\n<td><strong>Pewarta<\/strong><\/td>\n<td>: Muhammad Nurul Yaqin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Editor<\/strong><\/td>\n<td>: Alfiana Putri<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p>            <!-- Tag --><\/p>\n<p>            <!-- Share --><\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id_ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=615085048560626&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"yahlLMZo\"><\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/ekbis\/6a918bc277ab2\/Koral-Budidaya-Banyuwangi-Terbang-ke-20-Negara-Produksi-Capai-80-Ribu-Koloni-Setahun\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekbis Mendag Budi Santoso mengecek koral ekspor di Banyuwangi. (Foto: Istimewa). BERITA PLUS, BANYUWANGI \u2013&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17610,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-17609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-newsbeat"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e.jpg",750,440,false],"thumbnail":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e-300x176.jpg",300,176,true],"medium_large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e.jpg",640,375,false],"large":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e.jpg",640,375,false],"1536x1536":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e.jpg",750,440,false],"2048x2048":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e.jpg",750,440,false],"covernews-slider-full":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e.jpg",750,440,false],"covernews-slider-center":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e.jpg",750,440,false],"covernews-featured":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e.jpg",750,440,false],"covernews-medium":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e-540x340.jpg",540,340,true],"covernews-medium-square":["https:\/\/beritaplus.my.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cb94a447948e-400x250.jpg",400,250,true]},"author_info":{"info":["Redaksi"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/category\/newsbeat\/\" rel=\"category tag\">Newsbeat<\/a>","tag_info":"Newsbeat","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17609"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17609\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaplus.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}